NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 31 MENCARI KETENANGAN


__ADS_3

Kampung batu raja..


dimana nenek Arsya berdomisili.


hari itu Arsya benar2 memutuskan untuk menenangkan diri di kampung neneknya. sembari menyelesaikan tugas skripsinya.


berharap..


ketika ia sudah kembali ke kota nanti,


hatinya sudah kembali tenang seperti sebelumnya.


hamparan sawah dan ladang begitu luas membentang. warna hijau padi dan sayuran tampak indah mewarnai kanan kiri jalanan disana.


hingga sampailah Arsya di rumah tua milik neneknya.


"Assalamualaikum, nek.."


ucap Arsya sembari memeluk neneknya dari belakang.


wanita tua itu tampak kaget yang kemudian tersenyum melihat cucu tersayangnya datang.


"Nek, Arsya boleh tinggal disini sementara sama nenek gk? kebetulan Arsya juga lagi libur kuliah dan ngerjakan tugas"


ucap Arsya menyembunyikan maksud dan tujuan yang sesungguhnya.


betapa senangnya nenek itu. beliau yang memakai sarung batik coklat dengan baju dan hijab warna yang senada tampak tenang dan sabar.


"kamu belum menikah,nak? mana istri kamu?"


tanya nenek sambil memegang tanganku.


" eeeh.. belum nek. doakan ya nek biar Arsya segera bertemu dengan jodoh Arsya 'agar Arsya bisa move on darinya' "


batin Arsya.


tiba-tiba Ayu sepupunya datang.


kini dia yatim piatu. membesarkan anaknya seorang diri karena suaminya selingkuh dengan wanita lain.


"Looh.. kapan mas Arsya datang?"


"baru aja nyampek,dek. ooh.. ini anak kamu?"


"iya, mas.. "


jawab ayu tersenyum.

__ADS_1


"dia adalah penyemangat ayu, mas. dia adalah alasan kenapa Ayu bisa bertahan sampai sekarang".


ucap ayu sembari menciumi wajah anak 2 tahun yang tengah di gendongnya itu.


"sabar, yuk.. semua pasti ada hikmahnya."


ucap Arsya mencoba menenangkan.


Dan dirumah itu, Arsya tinggal bersama nenek, ayu dan bayinya.


setiap hari neneknya yang menjaga bayi ayu.


sementara Ayu bekerja di kebun untuk mencari nafkah.


@@@



Satu tahun berlalu..


niat awal hanya menenangkan diri selama beberapa hari dirumah neneknya, Tapi Arsya malah merasa tenang dan nyaman tinggal di kampung yang indah dan sejuk itu.


Merasa rindu dengan orang tuanya. terlebih lagi dia sudah bisa menata hatinya untuk move on dari si cantik bina akhirnya ia memutuskan kembali ke kota sekaligus mengajak nenek dan sepupunya tinggal di kota bersamanya.


SESAMPAINYA DI KOTA...



Karena lelah..


Arsya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah itu kembali berkumpul dengan keluarga besarnya.


ketika Arsya sudah kembali berkumpul dengan mereka dan tampak senang bermain-main dengan Caca anak ayu,


mamanya bicara..


"Sya, pamitnya cuma seminggu dirumah nenek.. tapi kok setahun baru balik?"


"hahahaha... enak tinggal di kampung mah..


suasana yang sangat menyenangkan..


terlepas dari hiruk pikuk kota dan kemacetan"


jawab Arsya sambil menggendong si Caca.


"Disana, Arsya bantuin ayu kerja loh,Tan.."

__ADS_1


sambung ayu.


"oh, yaa.. bagus dong.."


kata mamah


"lihat aja tubuhnya jadi makin berotot gitu kan,Tan.. makin gagah perkasa.. "


puji ayu setengah mengejek.


seketika Arsya melempar ayu yang sedang tertawa dengan bantal guling kecil milik Caca.


sontak semuanya tertawa lepas dan bahagia.


"Ayuk.. kamu gk mau nikah lagi? kamu kan masih muda sekali. kasihan anak kamu"


kata papa Arsya.


"enggak dulu lah, om.. Ayu pingin fokus sama Caca dulu."


"ooh.. tapi berarti kamu gak nutup hati kaan kalo ada yang mau ngelamar kamu?"


tanya mama Arsya memastikan.


"jika memang kehendak Tuhan, ayu bisa apa, Tan".


@@@


MALAM HARI...


Papa dan Arsya tampak ngobrol di halaman depan. sedangkan yang lain sudah tidur.


"kuliah kamu udah kelar kan, sya?"


"iya,pa.."


"jadi mau ambil S2 di Prancis?"


"Aku sudah memikirkan hal itu pa. dan aku sudah membuat keputusan kalo aku gak jadi kesana. mau kerja aja sambil kuliah. kebetulan arsya sudah dapat panggilan dari rumah sakit medica central".


"Waah.. bagus dong kalo gitu. untuk masalah nikah bagaimana?"


"tenang pa.. aku mau cari yang pas dulu buat di jadikan kekasih halal ku."


ucap Arsya sambil senyum-senyum membuat papanya tertawa.


"baguuus... itu baru anak papa"

__ADS_1


@@@


__ADS_2