NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 18 MAMA KETEMU CALON BESAN


__ADS_3

 


Sudah tiga hari kau berangkat kejawa timur untuk melaksanakan tugasmu. Aku hanya bisa mendoakan semoga kau disana selalu diberi kemudahan dan mendapat lindungan dari Allah..


 


Amiin...


DI KAMPUS...


 Kelas berakhir. Aku dan rion berjalan menuju taman. Hana memanggilku..


"Sya... "


Seketika aku dan rion berhenti dan berbalik badan.


"Iya, han.. "


Jawabku.


"Sya.. Ini ada titipan dari mbak ku. "


Kata hana sembari memberikan sekotak kue brownis dari mbaknya.


"Untukku?"


Tanyaku memastikan.


"Bukan, itu buat mama kamu. Maaf aku gk bisa ngasih langsung.. Soalnya aku masih ada acara hari ini. "


Kata hana.


"Oh oke nanti aku kasih kemama. Thanks ya han. "


"Iya sama-sama. Sampaikan salamku pada beliau ya, sya. "


"Insyaallah aku sampaikan nanti. "


Begitulah percakapan singkatku dan hana.


Sejak dia kembali kerumah kakaknya, kami jarang bareng. Karena dia sibuk membantu kakaknya menjaga butik kakaknya.


 


@@@


Keesokan harinya..


  Mentari bersinar dengan teriknya. Membuatku enggan keluar rumah. Tapi mama memintaku untuk mengantarkannya belanja kesupermarket.


karena bi fatma pembantu dirumahku sedang sibuk memasak makan siang untuk tamu papa nanti.


Akhirnya mama yang harus belanja. Beliau memintaku menemani.


Kebetulan..

__ADS_1


Aku akan mencoba mobil baru papa. Aku sendiri menolak untuk dibelikan mobil. Karena aku lebih suka motor.


 


Kali ini aku mengantarkan mama belanja dengan mobil papa.


 


Disupermarket...


Aku membantu mama memegang belanjaannya. Sedangkan mama sibuk memilah milih sayuran dan bahan-bahan masakannya.


Aku minta izin ketoilet sebentar. Kutinggalkan mama yang masih sibuk memilih sayuran.


Setelah aku kembali dari toilet, betapa terkejudnya aku. Kulihat mama sedang asyik memilih sayuran sambil berbincang dengan neng zahwa dan umiknya neng bina.


 


"Gawat.. Untung aku langsung melihatnya. Kalo tidak.. Mati aku. "


Pikirku sambil sembunyi dibalik tembok yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.


Begitu jelas kudengar obrolan mereka..


"Belanja sebanyak ini sendirian bu? "


Tanya umik neng bina yang sangat ramah.


"Oh tentu tidak dong, mik. Saya ditemani anak saya. Meski cowok tapi dia sangat berbakti pada mamanya. "


"Subhanallah.. Ternyata masih ada ya anak laki-laki yang mau membantu mamanya seperti ini. Karena kebanyakan anak laki-laki kan lebih memilih bersenang-senang dengan teman-temannya. "


Tutur umik neng bina.


"Alhamdulillah.. Allah memberikan saya putra yang sholih. Sholatnya juga rajin, mik. Ngajinya juga baik. "


Mama semakin berlebihan. Membuatku semakin malu pada mereka.


"MasyaAllah.. Syukur kalo gitu bu. Anak saya laki-laki dan perempuan. Yang laki-lagi suaminya ini.. "


Kata umik neng bina sambil merangkul neng zahwa yang tengah sibuk membantu memilihkan sayuran untuk mertuanya itu.


"Yang perempuan masih dipesantren. "


Kata beliau melanjutkan.


"Dipesantren.. Nyantri gitu mik? "


Tanya mama penasaran.


"Mondoknya sudah lulus. Sekarang tinggal menyelesaikan tugasnya dijawa timur. "


"Oooh.. Subhanallah. Semoga Selalu mendapat lindungan dari Allah."


Kata mama.

__ADS_1


Setelah panjang lebar mereka mengobrol, umik neng bina dan neng zahwa pamit untuk membeli bahan belanjaan lainnya.


Segera aku menghampiri mama.


"Aduh mamaaa... Kok bilang gitu sih sama mereka?. "


Tanyaku gemas pada mama. Beliau tampak bingung dengan kalimatku barusan.


"Apanya?? Kamu ini darimana saja..


Datang-datang langsung maeah kemama. "


Kata mama tersinggung.


"Bukannya arsya marah ma.. Arsya kaget aja. Mama tau gk mereka siapa?. "


Tanyaku pada mama.


"Mereka kenalan mama."


Jawab mama santai.


"Ma, asal mama tahu aja ya.. Itu umiknya neng bina dan kakak iparnya, namanya neng zahwa. "


Mendengar penjelasanku, mama kaget seolah tak percaya bahwa mereka adalah keluarga dari perempuan yang membuat putranya setia menunggu.


"Subhanallah.. Keluarganya baik-baik sayang. Mama setuju banget kamu sama neng sabrina. "


Kata mama seketika.


"Kapan kamu mau kerumahnya?. "


Lanjut mama.


"Sabar ma.. Masih kurang sekitar 9 bulan lagi sampai dia menyelesaikan tugasnya dijawa timur. Arsya kan udah cerita kemama kan? "


"Ya Allah.. Mama lupa dan gak nyambung tadi."


"Gpp ma. Setidaknya hubungan dan pertemuan kalian baik kan tadi. Arsya lega kalo gitu. "


Ungkapku pada mama.


Mama menganggukkan kepala dengan senyum.


"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kamu nak. Semoga dipermudah segalanya oleh Allah. Semoga kalian memang berjodoh dimata Allah dan hambaNYA. "


Doa mama begitu menyejukkan hatiku.


Kupeluk mama dengan penuh kasih sayang dan rasa terima kasih tak terhingga.


Setelah menyelesaikan belanjanya, kami segera pulang karena bik fatma sedang menunggu belanjaan kami.



@@@

__ADS_1


__ADS_2