
Malam itu aku sedang duduk bersantai ditepi kolam renang dihalaman belakang rumah. Sembari memainkan gitar kesayanganku.
Tiba-tiba hana datang membawakan segelas orange jus untukku.
"Thanks. "
Ucapku sambil menerima minuman itu.
Dia duduk disampingku.
Pandangannya menatap lurus kelangit malam yang tampak indah bertaburkan bintang dan berhiaskan sang dewi malam.
"Thanks, sya... Udah membuatku merasa tenang dan nyaman. "
Ucapnya yang kemudian menoleh kearahku.
"Its oke, han.. Santai aja. Aku juga senang liat kamu bisa ceria lagi kyk dulu. "
Ucapku jujur dari lubuk hatiku.
"Entah bagaimana keadaan mama sama papa. Aku juga gk tau dimana keberadaan mereka sekarang. "
Ungkap hana begitu pilu.
"Dimanapun mereka berada, doakan aja mereka sehat selalu. Gitu aja kalo menurutku han."
"He'em.. Dan semoga mama sama papa segera diberi kesadaran oleh Allah, bahwa mereka salah.. "
Ucap hana yang tak kuasa menahan kesedihannya.
"Amiin... ". Jawabku.
"Oh iya, daripada sedih dan suntuk, ikut aku!!"
Ajakku agar hana tidak semakin larut dalam kesedihannya.
Aku mengajak hana ke mall berbelanja baju untuk dipakai sehari-hari.
"Gk usah, sya. "
Hana tetap berusaha menolak ajakanku.
Tapi aku tetap memaksanya masuk.
Ketika sampai ditoko pakaian,
"Sana masuk, pilihlah baju yang kau suka. "
Ucapku menyuruhnya masuk untuk memilah milih baju yang ia suka. Sementara aku memilih untuk menunggu diluar toko.
Ketika aku sedang duduk menunggu hana yang sedang berbelanja didalam, aku menyibukkan diri dengan mengotak-atik hpku.
Tiba-tiba...
"Arsya, assalamualaikum.... "
Aku kaget mendengar panggilan itu.
__ADS_1
Seketika aku berdiri dan menjawab salamnya.
"Waalaikum salam, ra.. Lagi disini juga?."
Tanyaku.
"Iya, lagi nemenin mama nih. "
Kata saira.
"Oh, apa kabar tante?. "
Sapaku pada mama saira sekalian aku mencium tangannya.
"Iya alhamdulillah sehat nak arsya. "
Jawab beliau dengan senyum yang menenangkan.
"Lagi nunggu siapa?. "
Tanya saira sambik celingukan kesebelahku.
"Lagi nganterin tmen belanja. "
Jawabku santai. Tak lama kemudian hana keluar dan berdiri disebelahku.
"Udah, sya. "
Ucapnya sembari mengecek kembali barang pelanjaannya. Ketika sadar bahwa ada orang didepannya selain arsya, sontak gadis itu menyapa dan mengucap salam pada saira dan mamanya.
"Siapa, sya?. "
Tanya saira penuh selidik.
"Ini hana tmen sekampusku, ra.. "
Hingga akhirnya ia berkata..
"Oooh... Kirain.. "
Kalimat saira menggantung begitu saja.
Kemudian dia dan mamanya pamit karena akan melanjutkan shopping mereka katanya.
Setelah saira dan mamanya pergi, hana mulai bertanya..
"Sya, apa maksud dari perkataan cwek tadi? Kok segitunya nanyain tentang status aku?. "
Tanya hana yang sepertinya agak tersinggung dengan pertanyaan saira barusan.
"Nggak, biasaa... Dia suka gitu orangnya. "
Jawabku asal.
"Udah belanjanya?. "
Tanyaku kemudian.
"Udah. " jawabnya sambil tersenyum.
"Kalo udah, ayo kita pulang. "
Ajakku yang mulai sedikit mengantuk.
Melihatnya menganggukkan kepala, akhirnya aku mengambil belanjaan itu dari tangan hana dan mulai membawakannya. Meski dia menolak untuk kubawakan, tapi aku tetap memaksanya. Akhirnya dia mengikuti langkahku dan mulai mengambil langkah sejajar denganku.
__ADS_1
Sesampainya dirumah...
Mama langsung menyambut kami dengan wajah senyumnya.
"Habis dari mana? Mama pikir kalian sudah tidur, eh ternyata kata papa kalian sedang keluar. "
Ucap mama panjang lebar.
"Aku ngajak hana menghirup udara segar ma, biar dia gak suntuk trus dirumah. "
Jawabku sambil berjalan perlahan menuju tangga kamarku.
"Looh... Kalo ngomong itu, mbok iyo lihat ke orangnya dong, naaak.. "
Tegur mama mengingatkanku.
"Sorry, ma.. Arsya ngantuk banget. Selamat malam ma.. Malam han.."
Ucapku sedikit berteriak karena aku sudah ada didepan pintu kamarku dilantai dua.
"Malam,.. " kudengar kedua perempuan itu membalas ucapanku.
Hingga akhirnya aku mulai mengunci pintu kamarku dan melempar tubuhku diatas kasur yang empuk, dan.. Akupun terlelap tanpa mengganti pakaian dulu.
@@@
Sudah tiga hari hana dirumahku. Aku tidak masalah, karena melihat mama yang begitu bahagia dengan kehadiran hana. Serasa punya anak perempuan kata beliau.
Pagi itu aku ada jam kuliah. Hana juga sudah mulai masuk kuliah sejak kemaren.
Usai sarapan, kami pun berangkat. Aku dan hana berangkat bersama kekampus dengan naik motor kesayanganku karena aku enggan naik mobil.
Sesampainya dikampus...
Rion langsung berlari menghampiri kami.
"Pagi brother.. Pagi cantik.. " sapanya.
"Pagi. " jawabku dan hana bersamaan.
"Weeiitssss.. Mantaap.. Makin kompak aja nih. " celetuk rion yang kemudian kupukul pelan kepalanya agar ia tak bicara seenaknya. Sementara hana tertawa melihat kelakuan rion yang alakadarnya.
@@@
Sepulang sekolah...
Aku, rion dan hana memutuskan untuk makan siang dikafe. Rion yang memaksanya.
Ketika dikafe...
"Han, gimana kabar orang tua kamu?. " tanya rion yang seketika menjadikan sentum dan tawa hana serasa hambar. Melihat ekspresinya, aku langsung memukul rion dan menyuruhnya untuk diam.
"Aku gk tau dimana mereka sekarang rion. Yang jelas, aku berharap mereka selalu dalam lindungan Allah." ucap gadis itu dengan memaksakan senyumnya.
Tak lama kemudian makanan datang dan segera kami menikmatinya.
__ADS_1
Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk pulang.
@@@