NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 3 FOTOMU SEMASA SEKOLAH


__ADS_3

 


Pagi itu saira menelponku, memberi kabar kalau 2 hari lagi neng bina akan kembali kepesantren. Tak mau buang waktu, aku harus terus berjuang agar bisa melepas rindu dengannya. Alhasil, setiap pagi sampai sore kupantau rumahnya. Seolah seorang detektif yang tak mau kehilangan jejak sasarannya.


 


Terik matahari semakin membuat tenggorokanku kering. Karena sejak tadi pagi aku belum minum sama sekali. Diwaktu bersamaan, ada tukang es keliling mendekatiku. Pas sekali, pikirku. Sebenarnya aku tidak begitu suka minum es dipinggir jalan, tapi demi memantau sang pujaan hati, tak apalah... Demi dia. Karena aku tak mau kehilangan jejak sedetikpun. Mataku pun begitu kuatnya menatap ke satu objek yaitu rumah neng sabrina.


Grrbbbrrrrzrrrrbbbrr...


Entah bagaimana aku menggambarkan bunyi perutku yang sudah benar-benar berdemo didalamnya. Kulihat jam tanganku, oh tak terasa sudah pukul 13.30 Wib. Sudah waktunya makan siang. Tapi cacing-cacing diperutku berdemo sangat dahsyat sekali. Karena aku juga belum sarapan tadi pagi.


Astaghfirulloohhhhh....


  Tapi tekadku bulat, aku akan memantau rumahnya sampai waktu malam tiba.


 


Entahlah, mungkin aku benar-benar dibilang bodoh kalo ada yang tau dengan kelakuanku ini. Tapi demi cinta dan demi melepas rindu, apapun pasti kulakukan. Apa hanya aku saja yang seperti ini, atau kalian juga pernah mengalaminya?


 


Sedetik kemudian hp ku bergetar karena ku cilent suaranya.


 


"Iya halo, ra. "


"Sya, lagi dimana?. "


"Masih stay didepan rumah neng bina nih, ra. Knapa?. "


"Ternyata benar dugaanku. "


"Knapa, ra? Ada yang bisa ku bantu?. "


"Oh nggk makasih. Cuma mau nyampein salam dari seseorang. Katanya, mending kamu pulang, sholat dhuhur dan jangan lupa makan siang. Gitu katanya. "


Whattttt??


tiba-tiba mulutku terbuka lebar mendengar ucapan saira.


"Ra, apa seseorang itu, neng bina?. "


Tanyaku penasaran.


"Iya, sya. Sejak tadi dia ngeliatin kamu katanya. "


"Ngeliatin aku? Knapa dia gk kluar dan nyamperin aku langsung, ra?. "


Tanyaku antusias.


"Ya Allah, sya.. Ngertiin dong. Masak kamu gk tau sikap dia. Sejak dlu kan dia menjaga jarak banget sama cwok, sya. Apalagi cuma berdua. "


Penuturan saira membuatku teringat masa sekolah dulu. Hingga akhirnya aku sadar dan mengerti dengan sikap gadis itu. Menjaga jarak dari laki-laki yang bukan mahromnya, aku tahu itu. Aku tahu batasan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom.

__ADS_1


"Pulang aja, sya. istirahat!. " kata saira yang mungkin iba padaku.


"Oke, eh ra... "


"Iya. "


"Gak jadi. "


Kataku yang tak mampu untuk menitip salam padanya.


"Knapa, sya? mau nitip salam ke neng bina?. "


Kesempatan. Saira seolah tau isi hatiku.


Tapi aku tak punya keberanian untuk mengatakan satu kalimat pun untuk sabrina.


"Oh, nggk ra.. Aku gk berani menitip salam padanya. Karena masih belum waktunya. "


Jawabku asal. Entah bagaimana saira memaksudkan kalimatku. Aku sendiri juga bingung. Kalimat itu tiba-tiba meluncur dari lisanku.


 


Setelah menutup telepon dari saira. Akhirnya aku memutuskan pulang. Menuruti ucapan si dia gadis pujaanku.


  @@@


 


Pagi itu aku sedang duduk bersantai menikmati segelas orange jus dibalkon kamarku. Bertemankan laptop yang selalu setia menyimpan foto\-foto pujaanku, neng bina.


 


 



Aku mengikutimu, neng.maafkan aku ya...



 Lalu foto ini, ku ambil saat kau sedang menunggu sopir menjemputmu. Kau berdiri tegap di gerbang sekolah. Menunggu pak sopir yang tak kunjung datang. Aku masih ingat jelas obrolan singkat kita.


Waktu itu aku memberanikan diri untuk menawarkan tumpangan gratis untukmu. Tapi kau malah menolak dan menundukkan pandanganmu dariku. Aku tau kau tersipu malu. Atau bahkan mungkin tak nyaman dan risih dengan keberadaanku?...


Entahlah, kurasa begitu...



Lalu yang ini, foto saat kau pulang sekolah. Kita sudah SMA waktu itu. Kau semakin cantik dan tetap tak banyak bicara. Hijab seolah menjadi mahkota terindah yang menghiasi kepalamu. Menambah anggun dan elok paras wajahmu. Ahh, membuatku semakin kagum akan keindahan ciptaanMU ya Allah...


Dreeettttt...


Tiba-tiba hpku bergetar. Kuangkat tanpa ku lihat siapa yang meneleponku.


"Halo assalamualaikum. " ucapku dengan pandangan masih tertuju ke layar laptop yang menampakkan foto gadis cantik.

__ADS_1


"Waalaikum salam.. Kak arsya. "


"Neng bina. "


Ucapku yang kaget mendengar suara diseberang telepon sana.


"Ini kamu neng?. " Tanyaku memastikan.


Takut aku salah dengar. Tapi ditelepon tampak sunyi tak bersuara.


Aku pun mencoba menampar pipi kananku. Untuk memastikan bahwa aku tidak sedang bermimpi disiang bolong.


Satu menit tetap diam, hening tanpa suara lagi diseberang sana. Kulihat layar hp ku, memastiakan apakah telepon masih terhubung atau sudah berakhir. Ternyata tidak, telepon itu masih berlangsung dan tetap dalam kebisuan.


Entahlah, seketika aku tak punya keberanian untuk berucap saat itu. Hingga akhirnya..


"Assalamualaikum. " ucap seseorang dari seberang telepon sana.


Tuut.. Tuut.. Tuutt....


"Waalaikum salam. " meski keluh dan tak rela untuk mengakhiri teleponnya, tapi apalah dayaku jika sambungannya sudah terputus.


Seketika ku hubungi saira.


"Assalamualaikum, iya sya? ".


Jawabnya diseberang sana.


"Ra, kok neng bina punya nomer hp ku? Dari kamu?. " tanyaku penuh selidik.


"Iya sorry ya, dia yang minta. "


Mendengar jawaban saira, rasanya aku lega sekali. Ternyata neng bina berkenan meneleponku. Yaah walau hanya sekedar ucap salam pembuka dan penutup. Tak apalah, tak masalah bagiku. Tapi aku bahagia.


Aku tak bertanya apapun lagi pada saira. Hanya mengucapkan terimakasih kemudian menutup teleponnya. Setidaknya aku sudah lega walau hanya sebaris kata yang kau ucapkan padaku, neng sabrina.


Ting..


Nada massage dihp ku membuyarkan lamunanku.


Ternyata dari saira.


! -------------------------------------------------------------------!


! Sya, Kalau kamu ingin melihat neng bina !


! datanglah ke kafe !


! Mawar sore ini jam . 16.00. !


! ------------------------------------------------------------------- !


Kembali, aku dikejutkan dengan kabar gembira. Terimakasih ya Allah.. Aku tak sabar ingin segera melepas kerinduanku pada makhluMU yang bernama sabrina.


 

__ADS_1


@@@


 


__ADS_2