NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 63. SWEET KISS


__ADS_3

Malam itu setelah makan ketoprak bersama, Arsya tiba-tiba mengungkapkan semua isi hatinya. membuat wanita bercadar itu menangis dalam diam dengan air mata yang deras mengalir.


ingin rasanya Arsya menyeka air mata itu. memeluknya dan menenangkannya.


tapi apalah daya.. ia tidak bisa melakukannya.


"Maaf jika aku membuat mu sedih. jangan merasa bersalah neng.. karena ini adalah garis tuhan untuk hambaNYA. meski kita tidak di takdirkan bersatu, setidaknya Allah masih memberikan kesempatan untuk kita bisa bersama walau hanya sebentar saja"


melihat sabrina menyembunyikan tangisnya dengan menundukkan wajahnya membuat Arsya duduk bersimpuh di hadapan wanita itu.


"Neng.. maaf jika aku membuatmu menangis. aku tau kamu juga tersiksa dengan semua ini. tapi kamu harus ingat bahwa sudah ada si kecil yang menemanimu. jangan menangis sayang.. hatiku sakit melihatmu menangis seperti ini..."


Arsya belum menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba ia kaget mendapat pelukan dari wanita bercadar itu. keduanya sudah kalut dan lupa akan batasan dan jarak di antara mereka.


Arsya hanya diam merasakan pelukan hangat Sabrina. seorang Arsya yang tampan dan gagah kini meneteskan air matanya. sungguh bahagia mendapatkan pelukan itu dari seseorang yang sangat ia cintai.


meski ia tau bahwa itu salah, tapi Arsya bahagia.


""Hentikan.. jangan bicara lagi,sya. hatiku sakit mendengar pengakuan mu. kamu tidak tau bagaimana perjuanganku untuk berusaha meyakinkan diriku bahwa aku sudah menjadi milik orang lain. tapi.. semakin aku mencoba untuk melupakanmu, semakin aku tersiksa dengan perasaan ini"


ungkapan Sabrina membuat pelukannya semakin erat pada Arsya. membuat lelaki itu membalas pelukannya.


mendengar pengakuan Sabrina membuat lelaki itu tersenyum dalam tangisnya.


hening tanpa kata.


keduanya hanyut dalam pelukan hangat dan bahagia. mereka benar-benar tidak lagi menghiraukan batasan agama di antara keduanya. mereka hanya menikmati kesempatan itu.


menikmati kenyamanan satu sama lain.


Sabrina masih menyisakan Isak tangisnya dalam pelukan Arsya. ia merasa menemukan kenyamanan dalam pelukan lelaki itu.


sementara Arsya sesekali membelai lembut kepala Sabrina yang tertutup oleh hijabnya.


kini keduanya enggan berkata-kata. hanya menikmati hangatnya pelukan itu.


"Hey..."


ucap arsya kemudian menarik pelukan Sabrina. membuat wanita itu menatap Arsya yang masih bersimpuh di hadapannya.


"Kamu sudah menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. aku tidak akan menyuruhmu untuk menjadi istri durhaka pada suamimu. lakukan kewajiban mu sebagai seorang istri yang baik bagi suamimu. aku tidak berhak menyuruhmu untuk melupakanku. itu hak mu. tapi aku berharap.. kamu bisa mengontrol setiap perasaanmu padaku saat sedang bersama suamimu. kamu mengerti bidadariku? "

__ADS_1


tanya Arsya kemudian membuat Sabrina menyeka air mata yang kembali hampir menetes mendengar penuturan Arsya yang begitu bijak.


"Terimakasih untuk semuanya,sya"


ucap Sabrina masih tetap menatap lelaki itu.


di tengah kesenduan itu si kecil kembali mengagetkan mereka dengan tangisan merdunya.


membuat Arsya dan Sabrina sontak tersenyum tiba-tiba.


kini keduanya telah berjalan menuju si kecil yang sedang menangis disana.


"Haus ya sayaang??"


ucap Sabrina pada bayinya.


"Sepertinya dia pup sya.."


kata Sabrina pada lelaki yang berada tepat di sebelahnya.


"iya neng.. sebentar aku ambilkan kain pembersihnya"


dengan kompak keduanya mengurus si kecil yang sedang pup itu. layaknya sepasang suami istri yang sedang mengurus bayi mereka.


setelah selesai...


"Jadi gini ya rasanya menjadi seorang ayah"


ucap Arsya pada Sabrina.


"Aku juga baru tau rasanya menjadi seorang ibu"


balas Sabrina sambil tersenyum pada Arsya.


Sabrina menggendong bayi itu hingga terlelap. Arsya duduk melihat Sabrina tengah menimang-nimang bayinya.


'Betapa bahagianya jika kau menjadi istriku neng. kita akan hidup bahagia dengan merawat si kecil bersama'


batin arsya sambil menatap wanita itu.


"sudah tidur sya.."

__ADS_1


kata Sabrina pelan membuyarkan lamunan Arsya.


"apa neng?"


tanya arsya yang baru tersadar dari lamunannya.


"Dia sudah tidur. lebih baik kamu juga istirahat,sya"


kata Sabrina lembut.


"Baiklah.. aku tidur dulu. kamu juga istirahat ya.."


pinta Arsya pada wanita itu yang seketika menganggukkan kepalanya.


tanpa berlama-lama lagi Arsya langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang itu kembali dan memejamkan matanya.


Beberapa menit kemudian setelah Sabrina meletakkan bayinya, wanita itu mengambil selimut untuk menyelimuti laki-laki yang tengah tertidur di sana.


perlahan Sabrina menyelimuti tubuh Arsya. kerja separuh tubuh itu terselimuti, dengan perlahan dan sangat berhati-hati, Sabrina membungkukkan badannya dan membuka sedikit cadarnya.


dan.. apa yang wanita itu lakukan?


ternyata Sabrina memberi sebuah kecupan manis di pipi kiri arsya.


'Maaf karena aku membuat hidupmu kacau sya'


batin Sabrina yang kemudian berdiri tegak dan berjalan menuju ranjangnya.


kini wanita itu telah bersiap untuk tidur.


setelah menoleh memastikan bahwa bayinya tidur dengan nyenyak, Sabrina kembali menatap Arsya yang sedang tertidur tak jauh dari tempatnya berada.


"Selamat malam,sya"


ucap Sabrina yang kemudian memejamkan matanya.


beberapa menit kemudian setelah memastikan bahwa Sabrina sudah tertidur. Arsya membuka matanya yang sontak mengalirkan air mata.


Arsya belum tidur saat mendapat kecupan manis dari sabrina. jadi lelaki itu sadar merasakan kebahagiaan itu. saking bahagianya hingga ia tidak bisa menahan air mata kebahagiaannya.


@@@

__ADS_1


__ADS_2