NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 73. PADA AKHIRNYA MEREKA TAU JUGA


__ADS_3

Ketika sampai di kamar Sabrina...


"Nemenin dulu dek.. kasihan sudah haus sejak tadi"


kata neng Zahwa memberikan bayi itu pada ibunya.


masih dengan diamnya, Sabrina menggendong bayi itu dan menyusuinya di atas kasurnya.


Neng Zahwa juga duduk di samping adik iparnya.


ketika bayi itu sudah tertidur pulas, Sabrina menidurkannya di kasur bayi yang sudah tersedia di sana.


"Dek.. bagaimana ummi' bisa..."


neng Zahwa belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sabrina memotong ucapannya.


"Cukup neng.. aku tidak mau membahasnya. tolong tinggalkan aku sendiri neng"


pinta Sabrina pelan.


Dengan berat hati neng Zahwa meninggalkan kamar itu.


ketika neng zahwa sudah keluar. Sabrina langsung mengunci pintu kamarnya. ia tidak ingin ada orang yang mengganggunya. ia ingin menenangkan diri.


"Sayang, bunda lelah dengan semua ini. maaf, gara-gara bunda, kehadiranmu di rumah ini tidak disambut bahagia"


ucap Sabrina sambil mengusap kening bayinya.


kini wanita itu terlelap di samping bayinya. ia merasa sangat lelah batin dan fisiknya.


Sore itu Sabrina menggendong bayinya sambil duduk di balkon kamarnya.


mencari udara segar untuk menenangkan hatinya.


bukannya tenang, malah ia kembali ketakutan dan tertekan ketika melihat mobil abi nya memasuki gerbang rumahnya.


Sabrina mencoba tenang dan menerima kenyataan bahwa Abi dan Abang nya Alwi juga akan memarahinya habis-habisan.


"Assalamualaikum.. "


ucap Abi dan suami neng Zahwa, Gus Alwi.


"Waalaikum salam "

__ADS_1


jawab neng Zahwa yang tengah menemani anaknya bermain di ruang tamu.


kemudian anak itu berlari ke dalam pelukan aba nya, yaitu Gus Alwi.


"Ummi' mana Zahwa? kok sepi?"


tanya Abi yang mencari istrinya.


"Lagi di kamar, bi.. mungkin sedang istirahat"


kata Zahwa.


Tak lama kemudian, ummi' keluar dari kamar dengan mata sembab dan wajah kusutnya.


pemandangan itu sontak membuat suaminya bertanya apa yang terjadi.


Akhirnya.. dengan berurai air mata, ummi' menceritakan semua apa yang di lakukan oleh Sabrina putrinya.


Zahwa hanya diam mendengarkan semua ucapan ummi' pada Abi nya.


"Tapi dokter Arsya itu orang baik, mi'. karena dia beberapa kali menolong keluarga kita "


kata Gus Alwi tiba-tiba.


kata ummi' nya dengan emosi yang kembali memuncak.


Abi yang sedari tadi hanya diam tanpa ekspresi, mencerna setiap penjelasan istrinya. hingga akhirnya beliau angkat bicara.


"Ummi'.. jangan berlebihan begitu. dokter Arsya itu tidak menodai anak kita. dalam artian, mereka tidak melakukan hubungan badan seperti yang ummi' tuduhkan"


kata Abi dengan bijaksana.


mendengar penuturan abi nya membuat Zahwa merasa tenang karena Abi tidak seperti ummi' yang langsung emosi.


"Kenapa Abi malah mendukung kemaksiatan mereka, bi?"


ucap ummi' dengan geram.


"Sudahkah ummi' meminta penjelasan pada keduanya?"


tanya Abi dengan santai.


"Yang terngiang-ngiang dalam telinga ummi' sampai sekarang, mereka berkata kalau mereka saling mencintai. apa yang terjadi pada putri kita bi.. sehingga dia dengan mudahnya mengikuti hawa nafsunya dan menghilangkan keimanannya"

__ADS_1


wanita itu kembali menangis tersedu mengingat apa yang di lakukan oleh putrinya.


"Tenang dulu ummi'.. jangan pakai emosi. kita cari kejelasannya dulu. Ali sudah kembali?"


tanya Abi kemudian.


"Belum.."


kata ummi' seketika.


Tiba-tiba tangis bayi terdengar dari lantai dua kamar Sabrina.


Membuat Abi langsung berjalan menuju kamar Sabrina.


tok..tok..tok..


"Sabrina.."


panggil Abi dari depan pintu kamar putrinya.


sedangkan di dalam, Sabrina terdiam ketakutan mendengar panggilan itu.


ia memilih untuk diam dan tidak ingin membuka pintu.


Merasa tidak ada respon, Abi memutuskan untuk membuka pintu itu. tapi pintu itu terkunci dari dalam. membuat Abi kembali turun ke ruang tamu.


"Kenapa,bi?"


tanya Alwi melihat abi nya kembali dengan cepat.


"Kamarnya di kunci dari dalam, mungkin dia sedang menyusui bayinya"


kata Abi.


Di dalam kamar..


Sabrina masih meringkuk ketakutan mendengar suara Abi nya tadi. menatap bayinya yang sudah berhenti menangis walau tidak ia susui.


Sabrina berulang kali mencoba menghubungi suaminya, tapi tidak di jawab sama sekali.


"Kamu dimana,gus? aku butuh kamu. apakah kamu juga akan membenciku jika tau kehinaan ku?"


gumam Sabrina pelan.

__ADS_1


@@@


__ADS_2