
Mentari pagi menyilaukan sinarnya pada kedua mataku. kulihat sinar itu menembus tirai kelambu dikamarku. Aku sudah membuka mata,namun tubuhku enggan beranjak dari tempat tidurku.
Aku menghela nafas panjang. Aku teringat akan dirinya,neng Sabrina. pikiranku melayang padanya.
'dia sudah menikah,dia sudah bersuami,dan dia sudah melewatkan malam pertamanya tadi malam'
Aaaaaaaahhhh.....
kututupi wajahku dengan bantal.
aku kesal,kenapa aku harus memikirkan hal seperti itu. toh dia sudah bukan milikku lagi.
Pikiranku tak tenang. akhirnya aku memutuskan untuk melaksanakan sholat Dhuha.. berharap mendapat ketenangan hati dari sang pencipta.
Setelah itu aku turun untuk sarapan. kulihat mama seorang diri duduk dimeja makan,karena papa sudah berangkat ke kantor.
"gak kuliyah,sya?"
tanya mama.
"nggak,ma.. lagi gk ada kelas hari ini,tapi Arsya mau ngerjain tugas dirumah Rion"
jawabku.
"oh ya sudah.. makan dulu"
setelah sarapan,aku langsung berangkat kerumah Rion.
karena ada tugas praktek dari dosen yang harus dikerjakan.
Sesampainya dirumah Rion, kami tidak langsung mengerjakan tugas. bersantai dan ngobrol terlebih dahulu.
" Gimana,udah ikhlas gk bro ngelepasin dia?"
kata Rion.
"Ikhlas mah susah,bro. tapi gw masih berusaha menyadarkan diri bahwa dia sudah menjadi milik orang lain"
jawabku santai.
"oke,semoga lu dikasih pengganti yang jauh lebih baik dari dia bro".
doa Rion yang aku aminkan saja.
hingga akhirnya kami mulai fokus pada tugas kampus.
Setelah hampir satu jam mengerjakan tugas kuliah nya, Arsya langsung pamit pulang karena ia merasa capek.
Siang itu,Arsya pulang seperti biasa melewati jalan depan rumah neng bina.
dari kejauhan,Arsya melihat neng bina hendak masuk mobil bersama suaminya.
Arsya yang melihat hal itu, merasa hatinya teriris, sakit dan kecewa.
tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
hingga akhirnya,mobil hitam itu berjalan melewati Arsya yang sedang menepikan motornya diseberang jalan rumah Sabrina.
"Semoga bahagia neng binaku sayang"
kalimat itu begitu mantap terucap dari bibir Arsya.
@@@
Ting tong...
bel rumah megah itu berbunyi.
wanita paruh baya itu bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
ketika pintu itu terbuka, wanita cantik bercadar sedang berdiri dihadapannya.
"Assalamualaikum,Tante"
ucapnya lembut dan santun.
"Waalaikum salam,siapa ya?"
tanya mama Arsya yang kaget dan bingung melihat tamunya.
"aku Sabrina,Tante."
__ADS_1
kalimat itu membuat mama Arsya kaget dan seketika mempersilahkan wanita itu masuk kerumahnya.
"Silahkan duduk sayang.."
kata mama Arsya dengan lembut.
"Terimakasih Tante. maaf, boleh saya lepas cadar Tante?" tanyanya sambil melirik kesegala arah, memastikan tidak ada laki-laki disana.
"iya,silahkan sayang. mau minum apa?"
"oh gk usah Tante, gak usah repot-repot"
"nggak.. gak repot sama sekali kok,sebentar ya Tante buatkan minum dulu."
"Terimakasih,Tante"
setelah beberapa menit,mama Arsya kembali dan membawakan segelas orange jus untuk Sabrina.
"Ada apa kesini sayang.. ada yang bisa Tante bantu?.. MasyaAllah.. kamu cantik sekali sayang"
ungkap mama Arsya penuh kekaguman pada wanita cantik itu.
"Terimakasih, dan maaf sebelumnya Tante.. kalau boleh,aku mau ketemu Arsya sebentar saja.. aku mau minta maaf kedia Tante"
ucap wanita cantik itu dengan sendu.
"Sebenarnya boleh-boleh saja,sayang.. tapi masalahnya Arsya sedang tidak ada dirumah. sudah 4 hari dia keluar kota untuk melaksanakan tugas praktek disalah satu rumah sakit besar disana."
kata mama Arsya menjelaskan.
tampak wanita cantik itu kecewa dan terdiam.
"Mungkin ada yang mau disampaikan pada Arsya.. nanti biar Tante yang menyampaikan padanya."
"eeeh,kapan dia pulang Tante?
tiba-tiba Sabrina bertanya demikian.
"entahlah,mungkin sekitar 2 hari lagi mungkin ya.. Tante kurang tahu"
Gadis itu kembali terdiam dan menundukkan pandangannya.
"Sayang,Tante tahu apa yang kalian berdua rasakan."
kata mama Arsya lembut sambil memegang tangan Sabrina yang gemetar.
"Tapi apa yang terjadi sekarang, itu sudah kehendak Allah sayang.. jadi kalian harus bisa menerima kenyataan ya. apalagi sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. penuhilah kewajibanmu sebagai istri yang sholihah... dan laksanakan hak-hak suamimu dengan ikhlas"
nasehat keibuan dari mama Arsya membuat wanita cantik itu meneteskan air mata.
"lalu... apa Arsya sudah menerima kenyataan ini Tante?" tanya wanita sendu itu.
"jujur,sepertinya anak Tante masih blum bisa sepenuhnya menerima kenyataan ini,tapi kami selaku orang tua selalu menasehati dan mendukungnya agar bisa menerima kenyataan."
"jujur Tante,aku masih belum bisa memenuhi kewajibanku sebagai istri. aku belum bisa untuk disentuh oleh dia. karena bina ..... karena bina inginkan Arsya sebagai imam bina"
pengakuan dan tangisnya pecah dipelukan mama Arsya.
mama Arsya merasakan bahwa begitu besar dan kuat cinta dari keduanya.
tapi mama Arsya tidak berdaya menghadapi kenyataan yang ada.
"Bina harus gimana Tante? bina bingung.. "
pengakuannya lagi.
"sayang,Tante kan sudah bilang.. kamu sudah menikah,dan kamu sekarang sudah menjadi seorang istri.. penuhi hak-hak suami,jalani kewajibanmu sebagai seorang istri.. insyaallah,seiring berjalannya waktu kamu bisa melupakan anak Tante dan fokus pada kehidupan barumu."
tangisnya kembali pecah dipelukan mama Arsya.
"Maaf,bukan maksud Tante gimana sayang. Tante juga bingung... karena Tante tahu, bahwa anak Tante juga sangat terpukul dengan keadaan ini. tapi mau bagaimana lagi sayang. kalau Allah tidak berkehendak kalian bersama,lalu kita manusiaNYA harus bagaimana lagi."
obrolan penuh air mata itu berlangsung hampir setengah jam. hingga akhirnya Sabrina memutuskan untuk pulang.
ketika wanita itu berdiri dari duduknya,
tina-tiba..
"Assalamualaikum.."
suara itu sontak membuat Sabrina bergegas memakai kembali cadarnya.
"Waalaikum salam, loh kok udah pulang sayang?"
tanya mama Arsya kaget melihat anaknya pulang mendadak.
__ADS_1
pandangannya begitu lekat menatap gadis bercadar itu. hatinya seolah merasa tenang, jantungnya berdegup kencang.
Arsya sudah mengenali siapa gadis itu.
"assalamualaikum,neng bina."
ucapnya bahagia.
"Waalaikum salam,sya.. udah pulang?"
tanya wanita itu sambil menundukkan pandangannya.
"iya,udah neng.. mari silahkan duduk."
dengan bahagia Arsya mempersilahkan wanita cantik itu duduk. suatu kehormatan bagi Arsya,Karena baru pertama kali rumahnya kedatangan bidadari cantik secantik Sabrina.
"Tangan kamu kenapa?"
"Oh,ini kemaren ada kecelakaan sedikit ketika menjalankan praktek di lab,neng"
jawab Arsya santai.
"Sendirian,neng... suami mana?"
kata Arsya reflek. membuat wanita itu terdiam. hingga akhirnya memutuskan untuk pulang.
Arsya dan mamanya mengantar Sabrina hingga kedepan pintu.
"trimakasih banyak Tante"
kata Sabrina.
"iya sama-sama sayang. sering-sering main kesini ya.."
"insyaallah Tante"
wanita itu berdiri dihadapan Arsya dan menatap mata Arsya...
"Semoga lekas sembuh lukanya"
kata Sabrina sambil melihat balutan perban ditangan Arsya.
"Lukaku udah sembuh dengan kehadiranmu neng.." jawab Arsya tenang.
"Assalamualaikum"
ucap gadis itu yang kemudian berjalan menuju mobil.
"Neng Sabrina..."
panggil Arsya menghentikan langkahnya.
wanita cantik itu berbalik badan dan menatap pada Arsya.
"Semoga bahagia.. sakinah,mawaddah, warohmah... dan semoga lekas dikasih kerurunan yang Sholih sholihah"
"Amin"
kata Sabrina sembari menyeka air mata yang tiba-tiba menetes dari matanya.
Mobil itu sudah hilang dari pandangan, tapi Arsya masih berdiri didepan pintu rumahnya.
beberapa detik kemudian...
Arsya menghampiri mamanya yang melihat televisi diruang tengah.
"Ma,ngapain neng bina kesini ma?"
tanya Arsya penasaran.
"Sayang dengarkan mama...."
mama Arsya menceritakan semua pembicaraannya dengan sabrina tadi.
"Jadi sayang,mama tau.. berat banget buat kamu bisa melupakan dia kan. tapi tanpa dukungan dan ucapan langsung dari kamu, mungkin Sabrina akan terus seperti ini. hidup dalam kebimbangan dan ketidaktenangan.
kamu mengerti maksud mama kan nak?
mama juga tidak mau melihat anak mama berlarut-larut hidup dalam kekecewaan seperti ini."
"iya,ma.. Arsya mengerti. Arsya janji, Arsya akan menegaskan semua ini pada neng bina.
agar dia bisa hidup tenang dan menjalani kehidupan barunya."
jawab laki-laki itu sendu.
__ADS_1
@@@