NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 42. POSITIF


__ADS_3

Lelaki tampan dengan sarung kotak-kotak biru ber padukan dengan baju ham putih terlihat sangat panik melihat istrinya yang masih belum sadar dalam gendongannya.


sesampainya di rumah...


tampak ummi', Abi, dan neng Zahwa juga kaget melihat apa yang terjadi.


"Loh,Sabrina kenapa ,nak?"


tanya ummi' kaget


"kenapa bisa begini,dek.. apa yang terjadi?"


neng Zahwa juga demikian kagetnya.


"tidak tahu, ummi'.. tiba-tiba dia pingsan di halaman pesantren barusan"


kata Gus Ali yang sudah meletakkan gadis pingsan itu di sofa ruang tamu.


ia memilih meletakkan istrinya di sofa itu karena jarak kamarnya masih lumayan jauh fi lantai dua.


Wanita itu masih terpejam dalam pingsannya. neng Zahwa menyodorkan minyak kayu putih milik putra kecilnya.


"ini dek.. coba kasih sedikit di bawa hidungnya"


kata neng Zahwa panik.


sementara Abi yang sedari tadi sedang menemani tamu diruang tamu sebelah langsung bergegas menghampiri putri bungsunya yang masih pingsan itu.


"ada apa dengan dia, Ali?"


tanya Abi tetap dengan suara berwibawa beliau.


"Ali tidak tahu, Abi.. tiba-tiba dia pingsan di halaman pesantren barusan"


kata Gus Ali sambil memberikan sedikit minyak kayu putih itu tepat di bawah hidung istrinya sebagaimana arahan dari neng Zahwa.


"Abi, akan panggil dokter.."


kata Abi nya sambil menuju meja dimana hp beliau berada. tetapi laki-laki bergamis putih dan bersurban hijau itu mengurungkan niatnya untuk mengambil hp ketika tahu putrinya baru saja sadar.


"Gus...."


ucap Sabrina dengan lemas.


"iya,dek.. kamu sudah sadar?"


tanya suaminya senang melihat istrinya yang sudah sadar dari pingsannya.


"iya.. maaf aku membuat kalian khawatir"


kalimat penyesalan itu terucap dengan tenang dari lisan wanita yang masih lemas itu.


"kamu tidak apa-apa,nak.. biar Abi panggilkan dokter ya..?"


tanya ummi' menawarkan.


mendengar kata 'dokter' membuat wanita itu seolah benar-benar tersadar dari setengah sadarnya.


"Tidak usah, ummi'.. bina baik-baik saja kok. mungkin kecapean"


kata wanita itu sembari memegang tangan suaminya yang duduk disampingnya.


"Gus.. bantu aku ke kamar, aku ingin istirahat"


pinta Sabrina dengan memberikan isyarat berupa kedipan mata pada suaminya.


Gus Ali yang mengerti akan perkataan istrinya langsung membantu wanitanya berdiri dan memapahnya berjalan menuju kamar.

__ADS_1


"Benar kamu gk mau di periksa dulu,nak?"


tanya ummi' sekali lagi.


"tidak usah, mik.. bina hanya butuh istirahat saja" jawab wanita itu.


"Ali antar dek bina ke kamar dulu ya ,mi'..?"


kata Gus Ali berpamitan.


semuanya mengangguk setuju.


Gus Ali yang tidak tega memapah istrinya berjalan dengan lemas, seketika ia menggendong kembali istri cantiknya. pemandangan itu membuat orang-orang yang ada di sana tampak bersyukur karena Allah memberikan suami yang sangat sayang pada Sabrina.



sesampainya di kamar...


lelaki itu menurunkan istrinya tepat di atas kasur tidur mereka. wanita itu memilih untuk bersandar pada dipan kasur karena enggan untuk tidur.


melihat suaminya yang begitu panik, ia langsung berkata...


" maaf,Gus.. aku selalu merepotkan mu".


kata wanita itu.


"jangan bilcara begitu,dek.. kamu itu istriku.. kamu hidupku, kamu nyawaku.. aku benar-benar khawatir,dek.. tapi kamu selalu saja menolak untuk ke dokter."


kata suaminya cemas.


"Sebentar,Gus.. nanti aku ceritakan semuanya"


kata Sabrina sambil mengeluarkan hp dari saku gamis hitamnya.


"Halo.. minta tolong ke kamarku sekarang ya, ustadzah"


"Siapa,dek..?"


tanya Gus Ali penasaran.


"Ustadzah azizah, Gus... aku mau minta tolong pada beliau untuk membelikan ku sesuatu"


kata gadis itu mencoba tenang.


"kenapa minta tolong ustadzah Azizah,dek.. kami ingin apa hah.. aku belikan untuk kamu"


kata lelaki itu sambil memegang kedua pipi mulus istrinya.


"Gpp, Gus... nanti kamu akan tau sendiri"


tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar .


"itu pasti ustadzah, Azizah"


kata istrinya.


seketika Gus Ali berjalan dan membuka pintu kamarnya. Gus Ali segera mempersilahkan beliau masuk.


"Assalamualaikum, neng Sabrina"


sapa ustadzah Azizah dengan sopan pada putri kyai tempatnya mengajar.


"Waalaikum salam, sini ustadzah"


panggil Sabrina yang kemudian tampak membisikkan sesuatu pada ustadzah yang usianya beda satu tahun darinya yang kemudian memnyodorkan uang 100.000 an pada ustadzah itu.


membuat Gus Ali yang sedang berdiri tak jauh dari mereka berada tengah keheranan melihat tingkah aneh istrinya.

__ADS_1


setelah itu ustadzah Azizah berpamitan untuk keluar kamar.


"Dek.. sebenarnya kamu ingin di belikan apa, dek.. kenapa se rahasia itu dariku?"


kata Gus Ali tampak sedikit kesal dengan istrinya. ia merasa bahwa istrinya lebih percaya pada orang lain daripada pada suaminya sendiri.


ekspresi kesal itu tiba-tiba berubah menjadi tenang dan mengukir senyum dari lelaki yang sudah duduk tepat di hadapannya. bagaimana tidak.. karena istrinya tiba-tiba memberikan kecupan manis di bibirnya.


"Tolong bersabar sebentar lagi ya, Gus.. aku tidak akan berbuat macam-macam"


kata istrinya mencoba menenangkan kekhawatiran yang ada pada suaminya.


Beberapa menit kemudian ustadzah Azizah sudah kembali dengan memberikan kantong kresek kecil berwarna hitam pada Sabrina. entah apa isinya yang membuat Gus Ali kembali dibuat bertanya-tanya pada istrinya.


ketika ustadzah itu hendak menutup pintu,


"Ustadzah.. minta tolong rahasiakan ini dulu ya.. biar nanti aku yang akan memberi tahu sendiri" pinta Sabrina


"iya, neng saya mengerti"


kata wanita itu yang kemudian pamit untuk pergi.


Melihat istrinya yang akan berdiri, dengan sigap Gus Ali membantunya.


"Mau kemana?"


tanya lelaki itu yang sudah memegangi tubuh istrinya.


"Mau ke kamar mandi, Gus"


jawabnya dengan tetap memegang kantong plastik hitam itu.


lelaki itu mengantarkan istrinya ke depan pintu kamar mandi.


"Terimakasih,Gus.."


ucap wanita itu yang kemudian masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamarnya.


sembari menunggu, Gus Ali tengah mengotak Atik hp nya. hingga tak lama kemudian, ia merasakan pelukan hangat dari belakang.


"Dek.."


ucapnya seketika.


tanpa menjawab panggilan suaminya, wanita yang masih tetap memeluknya dari belakang tiba-tiba menunjukkan dua benda kecil yang berbentuk panjang padanya.


"Sayang.. ini artinya..."


kalimat itu menggantung dan langsung membuat lelaki itu berdiri berbalik badan menghadap istrinya.


senyum kebahagiaan itu mengembang dari wajah cantik istrinya.


"Kamu hamil,sayang?"


tanya lelaki itu memastikan bahwa dugaannya benar.


ia mengambil dua testpack yang keduanya sama-sama bergaris dua. yang artinya bahwa istrinya benar-benar positif hamil.


"Terimakasih,sayang"


kata Gus Ali yang tengah berkaca-kaca penuh haru. ia menghujani wajah istrinya dengan ciuman hangatnya kemudian memeluk wanita itu penuh cinta.


Laki-laki itu melepas pelukannya dan langsung sujud syukur di sebelah istrinya.


"Terimakasih,sayang.."


ucap lelaki itu yang Kembali menarik istrinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


@@@


__ADS_2