
Setelah Bella dan kedua orangtuanya kembali ke rumah mereka, Sabrina langsung menidurkan bayinya di kamar yang sudah di bersihkan tadi.
sekarang Sabrina sedang ke kamar mandi. ia membersihkan tubuhnya dan mandi setelah seharian tidak mandi.
setelah mandi, Sabrina tampak melihat-lihat rumah barunya.
yang hanya terdiri dari dua kamar, ruang tamu dan dapur serta kamar mandi. tidak terlalu besar, tapi setidaknya semua fasilitas yang ada sudah sangat bermanfaat sekali bagi Sabrina.
'besok aku mau minta tolong Bella untuk mengantar ku ke pasar untuk berbelanja memenuhi kebutuhanku'
batin Sabrina.
malam itu, karena terlalu lelah seharian dalam perjalanan, kini ia sudah merebahkan tubuhnya di samping bayi kecilnya yang tampak pulas dalam tidurnya.
"terimakasih sayang .. karena kamu tidak rewel selama perjalanan hingga kita sampai disini sekarang. mulai sekarang, kita hidup berdua. kita harus kuat. bunda minta tolong sama kamu ya sayang, jangan rewel agar bunda tidak susah ya nak. selamat malam sayang"
kata Sabrina sambil mencium kedua pipi bayi kecil itu.
'maafin bina, ummi'.. Abi.. karena bina sudah menjadi anak durhaka. bina terpaksa, karena bina tidak mau membuat keluarga kita malu dengan kelakuan,bina'
batin Sabrina hingga meneteskan air mata di mata cantiknya itu.
hingga dia ikut tertidur memeluk bayinya.
Keesokan harinya...
Sabrina terbangun karena suara tangisan bayinya. sontak ia menyusui bayi kecil itu hingga kembali tertidur.
Sabrina tidak tahu jam berapa sekarang, karena di rumahnya tidak ada jam dinding.
tiba-tiba ia teringat bahwa dirinya membawa handphone yang di letakkan di tasnya.
setelah membongkar isi tas besar itu, akhirnya Sabrina menemukan handphone miliknya.
ia memegang hp itu. masih ragu untuk mengaktifkan hp itu kembali. ia takut bahwa keluarganya menelponnya.
tapi tidak kehabisan ide, Sabrina langsung mengeluarkan SIM card yang ada di hp nya.
" ampuni hamba MU ini ya Rabb.. yang semakin durhaka pada orang tua hamba"
gumam Sabrina sambil menatap SIM Card di tangannya.
setelah mengaktifkan hp itu, Sabrina tahu bahwa saat itu sudah jam 07.00. dia tidak pernah bangun se siang itu. ia selalu saja bangun subuh. mungkin karena terlalu lelah sehingga ia bangun kesiangan.
__ADS_1
dan lagi dia tidak terlalu susah bangun kesiangan karena ia masih dalam keadaan nifas. artinya wanita nifas itu tidak diperbolehkan untuk melaksanakan sholat.
tok..tok..tok...
"Sabrina...!!!"
suara Bella begitu nyaring memanggilnya.
Sabrina bergegas membukakan pintu untuknya.
"Hai,bel.. masuk"
kata sabrina.
"Baru bangun ya? si kecil masih tidur?"
"iya, mungkin karena terlalu lelah sehingga aku bangun kesiangan. Nasya tadi bangun sebentar terus tidur lagi setelah aku susui dia"
kata sabrina menjelaskan.
"Oh.. nanti sarapan bareng ya, mamaku masih masak sarapan buat kita"
kata Bella.
kata sabrina.
"Kamu mandi sana, biar aku menjaga si kecil"
kata Bella yang terlihat gemas pada bayi sabrina.
"Baiklah, oh iya bel.. setelah sarapan nanti, kamu mau nganterin aku belanja ke pasar gak?"
tanya sabrina pada Bella yang sudah duduk di samping si kecil.
"Siap..."
kata Bella.
setelah Sabrina selesai mandi dan memandikan si kecil juga, kini mereka pergi ke rumah Bella untuk sarapan bersama.
Mereka berempat sudah duduk di meja makan. dengan sabrina yang masih menggendong si kecil.
setelah selesai sarapan.
__ADS_1
mereka terlihat bersantai di teras depan rumah.
"Bel, kita berangkat sekarang?"
tanya sabrina yang melihat Bella sudah mengeluarkan motornya.
"Mari kita berangkat.."
kata Bella.
"Kalian mau kemana sepagi ini?"
tanya mama Bella.
"Bella mau mengantar Sabrina ke pasar, mace. katanya dia mau belanja begitu"
kata Bella menjelaskan.
"Iya Tante.. saya mau belanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan Nasya anak saya"
kata Sabrina sambil tersenyum di balik cadarnya.
"Pergilah... tapi jangan ajak si kecil bersama ko orang. nanti dia kepanasan disana. biarlah nona manis ini bersamaku disini . boleh toh?"
kata mama Bella.
"mamaku benar Sabrina, jarak pasar lumayan jauh dan sangat panas. kasihan bayimu"
kata Bella
"oh baiklah kalau begitu. Tante tidak keberatan kalau saya minta tolong nitip Nasya sebentar?"
tanya sabrina yang masih merasa sungkan.
"aaah.. tak apa. pergilah kalian, aku akan bermain dengan nona kecil ini"
kata mama Bella yang sepertinya sangat menyukai Nasya kecil.
dengan demikian, sabrina bisa merasa tenang dan bisa berbelanja dengan leluasa tanpa khawatir pada si kecil lagi.
kini Sabrina dan Bella sudah pergi menuju pasar dengan mengendarai motor matic milik Bella.
@@@
__ADS_1