NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
episode 79. NEKAT


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat Ali berjalan menuju post pengiriman santri sebagaimana yang diinfokan oleh santrinya tadi.


Betapa kagetnya Ali melihat siapa tamu yang menunggunya. tampak ekspresi panik dari raut wajah lelaki bergamis putih itu.


"assalamualaikum Mas,neng zahwa.."


ucap Ali meski masih panik.


"Waalaikum salam"


jawab keduanya datar.


dari ekspresi itu, ali sudah bisa menebak bahwa kedua kakak ipar itu tampak marah pada dirinya.


"jadi ini alasan kamu pulang kampung dan meninggalkan dek bina berjuang sendirian melahirkan dan merawat bayi kalian?"


tanya gus ali tanpa basa basi.


"Bukan begitu mas..saya bisa jelaskan.."


kata ali yang terlihat sangat panik mendengar pertanyaan alwi.


"Jelaskan di hadapan abi, ummi' dan dek bina. aku tunggu kau di rumah..!!"


kata alwi dengan tegasnya dan langsung berdiri.


"ayo dek.."


ajak ali pada istrinya.


alwi berjalan lebih dahulu menuju mobil, tapi neng zahwa masih menggendong anaknya.


"Neng ..."


panggil ali yang melihat neng zahwa hendak berjalan. seketika wanita itu menghentikan langkahnya.


"Tega kamu dek.. selama ini, dek bina sudah berusaha dan bersusah payah untuk mencintai dan menerimamu sebagai suami, tapi ternyata ini balasan kamu pada dia. kamu tidak tau bagaimana keadaan dek bina sekarang. jauh-jauh kami kesini hanya untuk mengajakmu pulang bersama kami. berharap kamu bisa memberi sedikit ketenangan pada dek bina. tapi setelah apa yang kamu lakukan padanya, jangan harap dek bina akan memaafkan mu"


kalimat terakhir neng zahwa membuat ali bungkam seketika.


wanita itu menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang kerumah ali. karena suaminya sudah enggan untuk menjelaskan panjang lebar.


ali tidak menyangka akan terjadi seperti ini.


dia hanya bisa diam melepas kepergian kedua kakak iparnya itu.

__ADS_1


"kamu kenapa dek bina?"


gumam ali kemudian teringat pada sabrina.


Selama perjalanan pulang, gus alwi hanya diam menyetir mobilnya. sesekali istrinya menanggapi celotehan azam yang menggemaskan itu.


bocah tiga tahun sudah lancar berbicara. sehingga mampu mencairakan suasana senyap di dalam mobil yang mereka naiki.


setelah beberapa jam kemudian, kini keduanya hampir sampai di rumah. ketika melewati pasar swalayan yang jaraknya terbilang dekat dari rumah..


"Mas, itu dek bina bukan?"


kata zahwa sambil menunjuk wanita berhijab sedang berada di antrian orang-orang yang hendak mengambil uang di ATM.


sekilas, suaminya menoleh dan berkata ;


"bukan,dek bina tidak pernah ngambil uang sendiri di ATM, pasti minta tolong santri untuk mengambilkannya"


kata alwi yang masih fokus menyetir karena jalanan tampak ramai oleh lalu lalang para pedagang dan pembeli di sekitarnya.


sementara istrinya masih tetap mengamati wanita berhijab itu dari dalam mobil. ketika mobil mereka sudah lumayan jauh meninggalkan wanita berhijab itu.


tanpa sengaja, dari kaca spion mobil terlihat wanita itu menoleh sekilas dan ternyata wanita itu juga bercadar dan memegang sesuatu di sekitar perut dan dadanya.


"Mas, wanita itu mirip sekali dengan dek bina mas"


"bukan,dek.. kamu salah lihat, untuk apa dek bina ke pasar, selama ini dia tidak pernah mau di ajak ke pasar oleh ummi' "


Mendengar ucapan suaminya yang begitu yakin, tiba-tiba zahwa diam dan mengira bahwa dirinya salah lihat.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di halaman rumah.


"Assalamu'alaikum.."


ucap alwi dan istrinya.


"Waalaikum salam, kalian sudah pulang?"


tanya abi dengan ekspresi sedihnya.


"iya,bi.. ada apa bi, sepertinya abi sedang memikirkan sesuatu?"


tanya alwi seketika.


tiba-tiba terdengar suara neng zahwa dari lantai dua.

__ADS_1


"Mas, dek bina gak ada.."


kata zahwa panik menuruni anak tangga.


"apa maksud kamu,dek?"


tanya gus alwi tidak mengerti dengan ucapan istrinya.


"Adikmu sudah pergi,wi.."


kata abi kemudian dengan ekspresi sedihnya.


"pergi kemana,bi? apa maksud abi?"


alwi syok mendengar ucapan abinya.


"Tanyakan pada ummi' mu.. dia tau semuanya"


kata abi kemudian.


alwi dengan kalap memanggil manggil ummi' nya.


ternyata wanita itu sedang menangis di dalam kamarnya.


"ummi'.. kemana dek bina pergi mi'?"


tanya alwi pada wanita yang sudah sembab dengan tangisnya.


"semua ini salah ummi' .. ummi' tidak menyangka kalau adik kamu senekat itu alwi" melihat penyesalan dan tangis ummi' membuat ali menahan emosinya.


"Mas, mungkin yang kita lihat di pasar tadi itu benar dek bina yang sedang menggendong bayinya"


kata zahwa mengingatkan suaminya.


"iya kamu benar dek"


kata alwi yang kemudian memanggil seorang santri putra.


"kalian cari dek bina di pasar. cari di sekitar pasar itu, kalau perlu kalian cari di gang-gang perumahan sekitar sana"


perintah ali pada santri itu.


"Baik,gus"


"jangan lupa, ajak 20 santri putra bersamamu. kalian berpencar dan bagi tugas"

__ADS_1


@@@


__ADS_2