
Didalam bus..
kedua wanita itu duduk bersebelahan.
"ini anak kamu bina?"
tanya Bella sambil mengelus pipi mungil bayi Sabrina.
"Iya"
jawab Sabrina singkat dengan senyumnya.
"Kamu mau kemana,bel?"
tanya sabrina kemudian.
"Aku mau balik ke kampung orang tuaku bina. dan aku akan mencari kerja disana"
kata Bella menjelaskan.
"dimana kampung orang tuamu bel?"
"Di Papua"
"Boleh aku ikut kamu kesana? aku akan memulai hidup baru disana"
kata sabrina tanpa berfikir terlebih dahulu.
"Apa, kamu mau ikut aku? sebenarnya kamu ini kabur dari rumah apa di usir dari rumah sih?"
tanya wanita berambut panjang tapi kriting itu.
"Aku pergi dari rumah karena masalah keluarga dan kesalah pahaman. jadi aku memilih pergi saja. boleh ya aku ikut dengan kamu.!!"
Sabrina memaksa karena ia tidak punya tujuan.
"hidup di Papua itu tidak semudah hidup di Jogja ini bina"
kata Bella menjelaskan secara garis besar.
"tidak apa-apa,bel.. bismillah dari pada aku terlantung-lantung di jalanan tanpa arah dan tujuan"
__ADS_1
kata sabrina yang sudah yakin dengan keputusannya.
"hmmm... baiklah kalau itu mau kamu"
kata wanita keturunan Papua itu.
"sejak lulus SMA kamu lanjut kemana?"
Sabrina melanjutkan obrolannya.
"Aku lanjut kuliah di salah satu universitas disini juga, sambil kerja tentunya. dan puji Tuhan aku bisa kerja di salah satu perusahaan besar disini, tapi sejak ibuku sakit, aku harus pulang kampung untuk merawat ibu"
Bella menjelaskan panjang lebar tentang kisah hidupnya sejak lulus dari SMA yang sama dengan Sabrina.
"Oh jadi ini hari pertama kamu mau pulang kampung?"
"Oh tidak,bina.. aku udah menetap di sana sudah tiga bulan lalu. dan sejak itu pula aku memutuskan untuk resign dari kantor. ini aku baru saja dari kantor untuk mengambil barang-barangku"
kata Bella.
"...kalau kamu beneran mau ikut aku, kebetulan aku masih ada tiket penerbangan saudaraku yang gk jadi ikut"
kata Bella menunjukkan dua tiket pada Sabrina.
kata Sabrina tersenyum pada Bella yang duduk tepat di sebelahnya.
"Siapa nama bayimu,bina?"
untuk sejenak, Sabrina terdiam karena Bella adalah orang pertama yang menanyakan nama anaknya.
"Nasya Zahira"
kata Sabrina kemudian sambil tersenyum dan kemudian mencium anaknya.
"Bagus banget namanya,bina.secantik bayi wajahnya"
kata Bella kembali mencubit pipi mungil itu.
"sekitar setengah jam lagi kita turun di persimpangan depan ya. terus kita naik taksi ke bandara"
kata Bella menjelaskan.
__ADS_1
keduanya lanjut ngobrol membahas masa-masa sekolah mereka.
hingga tak terasa mereka sudah sampai di persimpangan dan Langsung naik taksi menuju bandara.
setelah hampir satu jam di dalam taksi, kini keduanya sudah sampai di bandara Adisucipto Yogyakarta.
Setelah melakukan cek fisik dan timbang barang, keduanya kini sudah duduk di dalam pesawat.
"Yakin mau terbang ke Papua?"
tanya Bella meyakinkan sebelum pesawat lepas landas.
"Bismillah.. aku akan memulai hidup baruku disana, bel. bersama putri kecilku"
kata Sabrina tersenyum penuh keyakinan di balik cadarnya.
Beberapa menit kemudian, para pramugari telah memberikan pengarahan dan aba-aba sebelum berangkat.
hanya dalam hitungan menit, kini Sabrina dan bayinya telah berada di atas awan.
'Selamat tinggal tanah kelahiran, selamat tinggal ummi' Abi,bang Alwi, neng Zahwa, dan selamat tinggal cinta.. semoga suatu saat kita dipertemukan kembali Dengan cerita yang berbeda. aamiin..'
batin Sabrina memanjatkan doa perpisahan sembari menatap keluar jendela.
"Bayi kamu anteng banget, bina"
ucap Bella yang sudah fasih dengan bahasa Indonesia.
"Alhamdulillah, dia bisa mengerti keadaan bundanya. jangan rewel ya sayang, kita sedang melakukan perjalanan jauh"
kata Sabrina sambil menyusui bayinya.
"... kira-kira berapa jam hingga kita sampai di kampung kamu,bel?"
tanya sabrina kemudian.
"Lama banget, bina. kurang lebih 7 sampai 8 jam penerbangan. semoga selama itu bayi kamu tidak rewel ya. agar tidak mengganggu yang lain"
kata Bella.
"Aamiin.. semoga saja begitu, bel"
__ADS_1
@@@