
Beberapa menit kemudian wanita itu sudah mandi. ia langsung duduk di meja riasnya.
Gus Ali yang melihat pemandangan baru di depan matanya langsung tercengang keheranan.
'ada apa dengan istrinya?.. kenapa dia sudah berani memamerkan aurat yang selama ini di tutupinya'
batin laki-laki itu sembari menelan saliva nya.
sebisa mungkin mencoba mengontrol senjata andalannya yang agak berdiri di sana. untungnya tertutup oleh selimut tebal sehingga ia tidak akan malu jika di lihat oleh istrinya.
beberapa detik kemudian wanita itu berjalan menuju ke arahnya. ia juga akan bersiap untuk tidur.
"Belum tidur,Gus?"
tanya wanita itu sembari membenarkan posisi bantalnya.
"iya ini juga akan tidur"
jawab Gus Ali yang sudah mematikan lampu tidurnya.
Seperti biasa..
laki-laki itu tidur dengan berlawanan arah dengan istrinya.
beberapa menit kemudian ketika Gus Ali sedang berbalik badan untuk membenarkan posisi tidurnya,
ia kembali kaget mendapati istrinya tengah tidur menghadapnya. Dengan hanya selembar handuk putih yang menutupi tubuhnya.
tapi masih tampak jelas pemandangan di depan matanya.
wanita itu terlihat memejamkan mata dengan membiarkan belahan dadanya sedikit terbuka. membuat senjata andalannya kembali menegang dan meronta-ronta untuk segera di keluarkan.
Gus Ali tampak gelisah melihat tubuh seksi istrinya dengan hanya tertutupi oleh selembar handuk putih se lutut.
karena sudah benar-benar tidak tahan, akhirnya laki-laki itu membuang muka. memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan.
kembali di kaget kan dengan sebuah tangan kiri cantik istrinya yang saat ini menempel di atas dadanya.
sontak Gus Ali menggenggam tangannya dan menciumnya penuh cinta.
Gus Ali memberanikan diri untuk kembali berbalik badan menghadap wajah istrinya dan ia sedang terpaku melihat istrinya yang tiba-tiba tersenyum kepadanya.
"Belum tidur..."
"peluk..!!!"
pinta wanita itu manja sembari membuka tangannya menyambut pelukan dari sang suami.
tanpa pikir panjang laki-laki itu segera mendekat dan memeluk istrinya.
__ADS_1
sedangkan sang istri menyembunyikan wajahnya di dada kekar suaminya. ia baru tau kalo ternyata suaminya benar-benar seksi.
ia merasa malu ketika sang suami setengah berbisik di telinganya..
"Dek, bolehkah aku.. "
kalimat permohonan izin kepada sang istri karena khawatir istrinya kembali menolaknya.
dengan anggukan pelan dari wanita cantik itu, tiba-tiba lelaki itu sudah mencium dan ******* lembut bibir cantik istrinya.
rasanya manis.. karena ini pertama kalinya bibir itu di kecup oleh laki-laki.
setelah beberapa detik laki-laki itu ******* dan mengulum bibir cantik itu, akhirnya ia menarik ciumannya melihat wanitanya sedikit terengah melayani ciuman panasnya.
"Maaf,dek.. sudah lama aku menahan hasrat ini.."
ucap lelaki itu sembari merapikan rambut istrinya yang terlihat sedikit berantakan oleh ulahnya.
"maaf.. aku tidak tau caranya,Gus"
pengakuan itu membuat suaminya tersenyum gemas dan kembali ******* bibir cantik istrinya yang sudah basah karenanya.
"kau diam saja.. biarkan aku yang membimbing mu"
bisik lelaki itu ditelinga kanan sang istri yang kemudian menjilat dan menggigit pelan telinga cantik itu.
"geli, Gus.. hentikan"
pintanya tapi tak di gubris oleh lelaki itu yang kini telah telanjang dada karena sudah melempar kaos tidurnya entah kemana.
Kini dia beralih pada gunung kembar milik istrinya. tampak kenyal dan besar baginya. sang istri kembali memejamkan dan menikmati permainan suaminya.
Tampak jelas di mata Sabrina bahwa betapa bernafsunya suami nya saat ini. tubuh dan wajahnya benar-benar basah bermandikan keringat. sesekali Sabrina meremas lembut rambut suaminya yang benar-benar basah oleh keringat itu.
nafas lelaki itu memburu dan sesekali memejamkan matanya.
"Aaah .. sakit gus, pelan-pelan.."
suara itu membuat sang suami semakin semangat melakukan pekerjaannya.
ditengah kenikmatan itu, tiba-tiba Sabrina menghentikannya.
"Ada apa,sayang?"
tanya Gus Ali yang tampak kaget dengan hal itu.
"Sudah baca do'a,Gus?"
tanyanya malu dengan suara pelan bahkan terkesan berbisik.
__ADS_1
"Sudah,sayang.. sejak awal sudah kubaca do'a dan beberapa dzikir agar apa yang kita lakukan ini menjadi berkah dalam ibadah kita. bukan semata karena nafsu saja."
kata Gus Ali dengan jawaban yang membuat puas si penanya.
nafsu birahinya sangat berkobar karena sudah satu tahun lebih ia berpuasa dari hal itu.
Sabrina pun memaklumi akan hal itu.
karena ia tahu bahwa ini adalah hal pertama bagi mereka. ia takut sang istri kesakitan akibat ulahnya.
Setelah sampai puncaknya, ia mengeluarkan cairan itu di dalam mahkota sang istri, kini ia terbaring lemas di samping istrinya. Dengan nafas terengah-engah nya, ia menoleh ke sebelah kanannya. memastikan bahwa wanitanya baik-baik saja disana.
wanita itu tak berdaya mengikuti permainan suaminya. sedari tadi ia hanya terlentang seolah takut untuk bergerak.
"Dek..."
panggil Gus Ali disebelahnya.
yang sontak membuat wanita itu langsung menoleh ke arahnya.
"Terimakasih untuk kebahagiaan ini"
kata lelaki itu sembari tersenyum puas pada istrinya.
"Sama-sama,Gus.."
wanita itu membalas senyum sang suami.
"Tidurlah,sayang.. kau pasti lelah"
ucap suaminya lembut sembari menyelimuti tubuh istrinya yang telanjang bulat tanpa sehelai kain pun.
hal itu membuat Sabrina malu.
Beberapa menit kemudian...
Lelaki itu sudah terlelap dengan dengkuran pelannya. Sabrina tau bahwa ia benar-benar lelah setelah melakukan pekerjaannya.
Seketika senyum wanita itu hilang ketika bayangan Arsya hadir di benaknya.
'Maafkan aku,sya.. mulai malam ini aku sudah resmi menjadi miliknya'
batin wanita itu sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh kekar suaminya.
'Jika ini adalah ketentuan Allah untuk kita, baiklah... semoga kita ikhlas menjalani kehidupan baru kita'
kalimat terakhir itu membuat ia terlelap dan memejamkan matanya karena lelah.
@@@
__ADS_1