
Pagi itu Gus Alwi kembali mencari adiknya. kali ini ia tidak bersama neng Zahwa tapi bersama salah satu santri putra yang ia percaya.
Mobil hitam yang di kendarai Gus Alwi dan santrinya berjalan cukup pelan. sembari menyusuri jalan dan menyapu pandangan sekitar. berharap mereka menemukan Sabrina.
karena tadi Gus Alwi belum sarapan, kini ia merasa lapar. ia memutuskan berhenti sejenak untuk makan di warung tepi jalan itu.
"Makan dulu ya, tadi saya tidak sarapan"
kata Gus Alwi pada santrinya.
warung itu tampak sepi tanpa pembeli.
"Buk, pesan nasi dua dan minumnya es teh dua"
kata Gus Alwi yang sudah duduk di kursi bambu itu.
"Gak papa ya kita makan di warung seperti ini"
kata Gus Alwi pada santrinya.
"Tidak apa-apa Gus"
jawab santri itu dengan sopan.
sembari menunggu pesanan datang, Gus Ali menelpon istrinya.
"Hallo assalamualaikum dek.. jangan lupa kabari aku jika ada laporan kerumah tentang dek bina ya. baiklah.. assalamualaikum"
kata Gus Alwi mengakhiri telponnya.
Kini Gus Alwi tampak menatap foto keluarganya.
"Dimana kamu dek, keluarga kita tidak akan lengkap tanpa kehadiranmu bersama kita dek" gumam Gus Alwi pelan seolah bicara pada hp nya.
tak lama kemudian pemilik warung itu datang dengan membawa dua piring nasi.
"mau makan di dalam apa di sini saja mas?"
"disini saja Bu"
jawab Gus Alwi dengan ramah.
santri itu mengambil dua piring nasi itu dan meletakkan di depan Gus Alwi yang sedang duduk bersila di kursi bambu itu.
__ADS_1
beberapa detik kemudian pemilik warung itu kembali dengan membawa dua gelas es teh untuk keduanya.
"Loh.. ternyata wanita bercadar itu putri dari kyai Hasan?"
ucap pemilik warung itu kaget melihat foto keluarga mereka di layar hp Gus Alwi.
sontak membuat dua laki-laki itu menoleh kaget pada ibu pemilik warung itu.
"Ibu melihatnya?"
tanya Gus Alwi kemudian.
"Iya mas.. semalam dia bermalam bersama saya di warung gubuk ini. karena membawa bayi saya jadi tidak tega mas. apalagi bayinya terlihat masih merah sekali"
"iya, dia adik saya Bu. dia meninggalkan rumah tadi malam"
kata Gus Alwi dengan raut wajah sedihnya.
"Lalu dimana adik saya sekarang Bu? apa dia masih di dalam?"
tanya Gus Alwi bersemangat karena merasa punya harapan.
"Pagi-pagi sekali dia sudah pamit mas. katanya mau melanjutkan perjalanan. ini saya di kasih uang 500.000 oleh dia. ya Allah.. baik sekali adik kamu mas"
"mungkin dia masih di sekitar sini.ini Bu"
kata Gus Alwi yang langsung berlari menuju mobil setelah memberikan uang pada ibu itu walau nasinya belum di makan sama sekali.
"Terimakasih Bu"
kata santri itu yang kemudian menyusul Gus Alwi ke dlm mobil.
"Gak dimakan dulu mas?"
kata ibu itu heran.
"Maaf dan terimakasih atas informasinya Bu"
kata Gus Ali setengah berteriak dari dalam mobil.
"Farhan, kamu fokus ke arah kiri ya. saya akan fokus ke depan dan ke kanan siapa tahu dek bina masih di sekitar sini"
kata Gus Ali pada santri yang bersamanya.
__ADS_1
"Baik,Gus"
kata Farhan yang sudah menyapu pandangannya ke arah kirinya.
Sementara Sabrina orang yang mereka cari kini sedang berada halte dengan arah yang berlawanan.
wanita bercadar itu duduk di kursi panjang sambil menggendong bayinya. menunggu bus yang tak kunjung datang.
hingga terdapat seorang wanita berambut panjang tampak mengawasi dirinya. merasa risih dengan tatapan wanita itu, Sabrina memberanikan bertanya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?"
tanya Sabrina ragu pada orang yang ada di sebelahnya.
"Sabrina?"
tanya wanita itu memastikan.
"iya, maaf kamu siapa ya?"
tanya Sabrina keheranan karena wanita itu mengenali dirinya.
"Aku Bella, teman kelas kamu waktu SMA dulu. yang duduk di belakang kamu. ingat gk?"
Tanpa berpikir lama, Sabrina langsung mengingat wanita itu.
"Oh ternyata kamu,bel.."
tiba-tiba bus datang.
"Busnya sudah datang Sabrina, kamu mau kemana?"
tanya Bella.
"Masuk aja dulu yuk, nanti aku jelaskan di dalam"
kata Sabrina yang sudah menarik Bella masuk ke dalam bus. karena ia khawatir kalau ada keluarganya mencari. karena sabrina juga yakin, Abi dan bang alwi nya tidak akan diam mencarinya.
Lima menit setelah bus itu melaju, mobil gus Alwi baru saja tiba di sana.
"Kemana kamu sebenarnya dek?"
gumam Gus Alwi bingung.
__ADS_1
@@@