NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 67. DOKTER MIRA


__ADS_3

Arsya yang tidak tega mendengar suara tangis bayi Sabrina langsung nekat memasuki kamar VIP itu.


"Assalamualaikum"


ucap Arsya .


"Assalamualaikum, ummi'"


ucap Arsya pada wanita gamis hitam itu sambil mencium tangan wanita itu.


"waalaikum salam dokter Arsya"


"Ada yang bisa saya bantu dokter Arsya?"


tanya dokter Mira yang masih menenangkan bayi itu.


"oh tidak, kebetulan saya lewat di depan dan mendengar suara tangis bayi yang tak henti, boleh saya mencoba menenangkannya?"


Arsya meminta izin pada dokter Mira dan yang lainnya.


tanpa menoleh sedikitpun pada Sabrina, arsya mengambil bayi kecil yang diserahkan oleh dokter mira.


Araya yang sudah menggendong bayi itu langsung meletakkan kepala bayi sabrina di pundaknya.


sontak bayi itu berhenti menangis dan diam seketika dalam gendongan arsya.


melihat pemandangan itu membuat ummi' dan neng zahwa mengucap syukur alhamdulillah.


begitu juga dengan dengan mira yang kagum pada teman sesama dokternya. yang dengan mudahnya bisa bisa membuat bayi kecil itu diam dalam gendongannya.


tapi tidak dengan sabrina,


wanita itu menahan tangisnya sedari tadi. terharu sekaligus bahagia melihat apa yang di lakukan arsya pada bayinya.


Melihat bayi itu hampir tertidur membuat arsya sedikit menjauhi para wanita itu. khawatir obrolan mereka mengusik ketenangan si kecil. arsya menggendong bayi itu didekat jendela. ia menghadapkan si kecil ke matahari yang bersinar terang.


memberi vitamin D untuk otot-otot si bayi.


"Permisi dokter mira.. "


tiba-tiba seorang perawat datang memanggil dokter mira.


"iya ada apa sus?"


tanya dokter mira.


"Ada pasien yang mau melahirkan"


"oh baik saya akan segera kesana.."


kata dokter mira yang langsung berpamitan pada ketiga wanita itu.


"Dokter arsya.. saya harus menangani pasien. boleh minta tolong di handle dulu untuk saya?"


kata dokter mira meminta tolong arsya untuk menangani bayi sabrina.


"Baik dokter mira"


kata arsya yang masih mengayun-ayun bayi itu dalam gendongannya.


Beberapa menit kemudian bayi itu sudah tertidur pulas dalam gendongan arsya.


laki-laki itu berjalan menuju ketiga wanita berhijab yang tampak sedari tadi memperhatikannya.


"Sudah tidur ummi' "

__ADS_1


kata arsya memberi tahu pada ummi' sabrina bahwa cucunya sudah terlelap.


"alhamdulillah.. terimakasih dokter arsya sudah membantu kami menenangkan bayi ini"


kata ummi' senang.


"alhamdulillah.. sama-sama ummi' "


kata arsya yang kemudian meletakkan bayi itu di ranjang kecil tempat tidurnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu karena mau memeriksa pasien yang lain"


pamit Arsya yang kemudian mencium tangan wanita paruh baya itu.


"iya silahkan"


kata ummi'.


"Permisi neng Zahwa"


kata Arsya yang sebenarnya takut pada neng Zahwa yang sedari tadi memperhatikannya.


tapi Arsya memilih bersikap seolah tidak terjadi apa-apa agar ummi' mereka tidak curiga.


@@@


Arsya berjalan menuju ruang kerja dokter Mira.


tok..tok..tok..


"Permisi.."


ucap Arsya kepada dokter Mira yang sedang mencuci tangan di wastafel yang ada di ruangannya.


kata dokter cantik itu mempersilahkan Arsya masuk dan duduk.


"Ada apa dokter Arsya. ada yang bisa saya bantu?"


tanya dokter Mira yang sudah duduk berhadapan dengan lelaki itu.


"Kapan pasien atas nama Sabrina tadi boleh pulang dok?"


tanya arsya tanpa basa basi.


"Melihat hasil pemeriksaan bagus semua. mungkin nanti sore dia bisa pulang. karena tunggu saya memeriksa si kecil dulu"


kata dokter Mira menjelaskan.


"oh begitu.."


ucap Arsya terlihat kecewa.


"Ada apa? apa kau menyukai wanita itu dokter Arsya?"


tanya dokter Mira penuh selidik.


Arsya terdiam sejenak dan mendengus kan nafas sesaknya.


"Dia adalah seorang yang sejak lama aku tunggu. tapi takdir tidak menyatukan kita bersama"


kata arsya yang tiba-tiba curhat pada dokter Mira


"Oh jadi begitu.. tapi sepertinya wanita itu juga ada rasa padamu"


"kita.. aku dan dia saling mencintai dok. ketika aku hendak meminangnya, aku terlambat karena dia sudah di pinang orang lain"

__ADS_1


kata Arsya melanjutkan kisahnya.


" saya faham bagaimana perasaan anda dokter Arsya. Saya doakan semoga suatu saat kalian bisa bersama"


doa baik dokter Mira.


"Tapi sepertinya mustahil dok"


kata Arsya sambil mendengus kesal.


"Kenapa bisa mustahil jika tuhan sudah berkehendak"


kata dokter Mira.


"Aamiin.. aku amin kan saja dokter, siapa tahu dia dokter di kabulkan oleh Allah"


kata Arsya membuat dokter Mira tersenyum.


"... tapi ini kehidupan nyata dokter. bukan kisah-kisah sinetron yang tiba-tiba suaminya meninggal kemudian endingnya cinta mereka bersatu.. hahaha"


kata Arsya tertawa lepas menghibur dirinya sendiri.


"Takdir Tuhan tidak ada yang tahu dokter Arsya. jika tuhan sudah berkehendak, maka segala yang mustahil bisa menjadi nyata"


kata wanita bijak itu mengingatkan Arsya.


itulah alasan kenapa Arsya sering terbuka tentang kehidupan pribadinya kepada beliau. karena dokter Mira adalah dokter senior yang bijaksana dan baik hati.


"Iya anda benar juga dok. semoga ada keajaiban pada cinta kita. aamiin"


ucap Arsya.


"Ngomong-ngomong bagaimana bayinya, apa sudah tenang?"


kata dokter Mira yang tiba-tiba teringat pada pasiennya.


"Alhamdulillah sudah dok. bahkan bayi itu sudah tidur pulas"


kata Arsya sambil tersenyum bahagia mengingat bayi itu.


"Bagus kalau begitu. tapi saya heran kenapa bayi itu luluh seketika pada anda ya ?"


kata dokter Mira yang tampak sedang berpikir.


"Entahlah.. saya juga heran dok. mungkin sejak dia lahir sayalah yang menggendong sekaligus meng-adzani nya"


"Loh kok bisa dokter Arsya.. memangnya ayah bayi itu kemana?"


tanya dokter Mira kaget.


"Katanya pulang kampung karena ada saudaranya yang sedang sakit"


"Astaghfirullah.. kasihan sekali wanita itu. melahirkan tanpa di dampingi suaminya"


"Terlepas dari itu saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada dokter karena telah memberi kesempatan kepada saya untuk bisa menggantikan tugas dokter dalam merawat orang yang saya cintai"


kata Arsya penuh hormat pada wanita itu.


"Itulah salah satu takdir tuhan dokter Arsya, tanpa di duga-duga tuhan memberi kesempatan kepada kalian berdua untuk bersama walau hanya sementara"


Arsya kembali mengucapkan terima kasih kepada dokter Mira.


kemudian lelaki itu pamit pergi ke ruang kerjanya.


@@@

__ADS_1


__ADS_2