NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 77. SECERCAH HARAPAN PADA ALI


__ADS_3

Alwi berjalan cepat menuruni anak tangga itu. berniat membuang tali itu. namun ia meminta tolong pada abdi ndalem yang ada di sana.


"Bu, tolong buang dan bakar tali ini ya"


"baik gus"


mendengar ucapan Alwi membuat Abi nya bertanya.


"Tali apa itu, wi?"


"Dek bina berniat untuk mengakhiri hidupnya, Bu"


kata Gus Alwi yang kemudian berlari menaiki anak tangga menuju ke kamar Sabrina kembali.


mendengar ucapan Alwi membuat Abi dan Zahwa yang sudah menggendong anaknya ikut menyusul langkah Alwi.


sementara ummi' memilih tetap di meja makan.


sesampainya di kamar Sabrina..


Zahwa yang kaget melihat keadaan adik iparnya yang kacau, seketika meneteskan air mata.


sementara Abi memilih berjalan dan mendekati putrinya yang terlihat tidak ada semangat hidup lagi.


"Sabrina.. kamu kenapa, nak?"


tanya Abi seketika.


wanita itu hanya tersenyum getir pada abinya. memaksa tersenyum walau susah.


"Maafkan bina bi.. maafkan bina..."


ucap sabrina kemudian sambil mencium tangan Abi nya.


"Apa yang terjadi sebenarnya nak?"


tanya Abi sekali lagi. tapi Sabrina masih memilih tersenyum getir dengan air mata yang terus mengalir.


"Dek bina sudah menceritakan semuanya pada Alwi,Bi.. nanti Alwi ceritakan pada Abi. sekarang, biarkan dek bina istirahat dulu"


kata Alwi kemudian.

__ADS_1


"Baiklah.. Sabrina, sesedih apa pun dirimu, ingat nak.. masih ada Allah yang selalu bersamamu"


kata Abi mencoba menenangkan putrinya yang masih memaksakan senyumnya.


sementara neng Zahwa memilih menghampiri bayi Sabrina yang tampak tertidur pulas.


"Zahwa.. biarkan Sabrina istirahat dulu"


kata Abi nya mengajak Sabrina untuk keluar.


"Baik, Abi"


"Dek, nanti neng Zahwa suruh abdi ndalem membawakan makanan untuk kamu ya. tolong di makan"


pinta Zahwa pada Sabrina.


wanita itu hanya mengangguk pelan dengan senyum yang masih di paksa nya.


Sabrina melepas kepergian Abi, Abang dan neng Zahwa hingga menghilang dari balik pintu.


ketika orang itu berjalan dan kemudian duduk di ruang keluarga.


kata Abi yang tampak berpikir.


"Teleponnya juga tidak pernah aktiv saat dek bina menghubunginya, bi"


kata Zahwa.


"Memangnya dia pamit pulang dengan alasan apa waktu itu,dek?"


tanya Gus Alwi pada istrinya.


"Dia bilang kalau saudaranya ada yang sakit, jadi dia harus pulang untuk menjenguknya sebentar. dan itulah salah satu penyebab kesedihan dek bina,mas. wanita mana yang tidak kecewa kalau suaminya lebih memilih menjenguk saudaranya daripada menemani istrinya yang baru saja melahirkan"


kata Zahwa menjelaskan.


"Disaat itulah dokter Arsya datang dan seolah menggantikan posisi dek Ali di mata dek bina. mulai dari membantu lahiran, meng-adzani si kecil, bahkan dia sujud syukur atas kelahiran bayi dek bina. dek bina sendiri yang menceritakan semuanya pada Zahwa,bi. dan bukan hanya itu, dokter Arsya menjaga dek bina dan bayinya selama 24 jam. dan saat itulah Zahwa semakin melihat ketulusan dan betapa besar rasa cinta di antara keduanya"


Zahwa menghentikan ucapannya karena ia menyadari bahwa dirinya terlalu banyak menceritakan kejadian itu. hingga membuat dua lelaki yang berada di hadapannya tampak lekat menatapnya.


"Tunggu sebentar, jadi dokter Arsya ini adalah orang yang dulu sempat meminang Sabrina tapi sudah di dahului Ali, begitu ya?"

__ADS_1


kata Abi mencoba mengingat-ingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Benar Bi.. tadi dek bina juga menceritakan semuanya pada Alwi bahwa..."


Alwi mulai menceritakan semua ucapan dan pengakuan Sabrina tadi hingga akhirnya wanita itu menunjukkan tali yang menggantung di pojok kamarnya.


setelah mendengar semua cerita Alwi..


"Ternyata adikmu tidak benar-benar bahagia selama ini,wi"


kata Abi sembari menghela nafas.


"Benar,bi.. Alwi juga merasa seperti itu"


kata Alwi .


"Mungkin kehadiran Ali bisa sedikit memberi ketenangan pada adikmu"


kata Abi .


"Jika Abi mengizinkan, sore ini juga Alwi akan pergi menjemput Ali di Jawa timur"


kata Gus Alwi .


"Baiklah, lebih cepat lebih baik"


kata Abi kemudian.


Sore itu Alwi ditemani istrinya sudah berangkat menuju Jawa timur untuk mengajak Ali kembali.


Zahwa juga mengajak anaknya yang masih berusia tiga tahun bersama mereka.


Sementara Abi mengisi pengajian di pesantren putra.


ummi' masih berada di dalam kamar.


melihat suami dan anak-anaknya sudah pergi. ummi' berjalan menuju kamar sabrina sebelum beliau mengisi pengajian juga di pesantren Putri.


wanita itu sebenarnya tau rencana apa yang sedang di jalankan oleh suami dan anak-anaknya.


@@@

__ADS_1


__ADS_2