
Setelah Bella menjelaskan pada papanya, tiba-tiba lelaki bertubuh agak besar dan berkulit hitam khas orang Papua itu langsung keluar menemui kepala perumahan.
"Duduk dulu Sabrina. Pace ku sedang mencari informasi pada kepala perumahan sini. tapi apa kamu bawa uang?"
tanya Bella yang sudah duduk di depan Sabrina.
"iya aku bawa, tapi tidak banyak"
kata Sabrina.
"Mari nona minum dulu, pasti haus toh perjalanan jauh"
kata mama Bella yang sudah membawakan segelas air putih.
"Terimakasih, Tante"
kata sabrina yang langsung meminumnya. karena ia merasa sangat panas dan kehausan sedari tadi.
beberapa menit kemudian, papa bella datang dan langsung menjelaskan pada mereka.
tentang harga sewa dan harga beli rumah yang berada tepat di depan rumah Bella.
"Di Nabire, harga rumah memang sangat mahal nona. jadi bagaimana, apa nona mau menyewanya saja apa mau beli itu rumah?"
tanya papa Sabrina.
"Saya beli saja,om"
kata Sabrina singkat.
"Haah.. ko orang ada uang 12jt kah?"
tanya papa bella kaget.
"ada, om"
jawab Sabrina yang langsung mengeluarkan uang sejumlah itu dari dompetnya.
dengan membawa uang Sabrina, papa bella kembali menemui kepala perumahan dan mengurusi surat-surat rumah yang akan dibeli Sabrina.
"Kau bawa uang dari rumah Sabrina? banyak sekali?"
__ADS_1
tanya Bella kaget.
"Aku menguras habis isi ATM ku, Bella. aku buat bekal dan biaya untuk memulai hidup baru. jadi insyaallah aku tidak akan kelaparan"
kata Sabrina memegang tangan Bella yang baik hati.
uang 12jt untuk membeli rumah kecil itu termasuk murah menurut Sabrina. karena rumah sederhana itu sudah dilengkapi dengan perabotan rumah tangga, kamar mandi dan lengkap dengan listriknya juga. jadi ia tidak akan merasa keberatan dengan harga segitu.
toh iya merasa bahwa uang yang di pegang ya masih cukup untuk biaya hidupnya dan bayinya selama beberapa bulan ke depan.
Sore menjelang petang, akhirnya Sabrina dan bayinya sudah mempunyai rumah baru untuk mereka tempati.
Mereka berempat tampak lelah setelah hampir setengah jam membantu Sabrina membersihkan rumah itu dari debu dan sarang laba-laba yang sebenarnya tidak terlalu kotor itu.
tapi karena keluarga Bella sangat baik sehingga mereka dengan senang hati membantu Sabrina.
tak terasa hari sudah gelap. mereka sedang duduk beristirahat menghilangkan rasa lelah.
Bella membawakan minuman untuk kita.
sedangkan mama Bella terlihat sangat bahagia menggendong bayi sabrina.
kata Bella menyodorkan nampan berisi beberapa gelas air putih pada kita.
"Terimakasih,Bella"
ucap sabrina sembari mengambil segelas air putih itu.
"Mace, ko tak mau ini air untuk ko minum kah?"
tanya Bella pada mamanya yang masih asyik menggendong bayi kecil itu.
"Alaah.. tak mau, aku masih senang bermain dengan nona kecil ini"
kata mamanya.
"Maaf,om.. sudah jam berapa ya?"
tanya Sabrina pada papa bella yang memakai jam tangan di pergelangan tangannya.
"Oh sekarang sudah pukul 19.00. memangnya ada apa nona?"
__ADS_1
"Tidak, kenapa saya tidak mendengar suara adzan sama sekali ya. maaf..."
ucap sabrina merasa tidak enak hati khawatir menyinggung mereka.
"Tidak apa. asal nona tahu saja ya. disini, di kampung ku ini mayoritas penduduknya Nasrani, tidak ada yang muslim seperti nona. jadi wajar jika nona tidak mendengar suara-suara itu disini"
kata papa bella menjelaskan.
"Oh begitu, tapi adakah orang muslim disini, walau hanya satu orang?"
tanya sabrina sekali lagi.
"Jangan salah nona. disini juga banyak ummat muslim seperti ko orang. tapi adanya di kampung sebelah. di sana banyak ummat muslim yang berdomisili"
"Oh jadi begitu?"
kata sabrina yang merasa lega setelah mendengar penjelasan papa bella. setidaknya dia tidak merasa sendiri disana, tapi masih mempunyai saudara sesama muslim.
"Kenapa,Sabrina. kau menyesal tinggal disini?"
tanya Bella yang kini sudah menghadap Sabrina.
"Tidak bel.. justru aku sangat berterima kasih pada kamu dan orang tua kamu yang sudah mau menerimaku disini. aku hanya memastikan bahwa aku masih punya saudara sesama muslim di tanah Nabire ini"
kata Sabrina menjelaskan khawatir Bella salah paham.
"Betul kau nona, Indonesia mempunyai lebih dari satu agama, jadi kita harus saling menghormati dan toleransi terhadap sesama manusia walaupun itu tidak satu keyakinan dengan kita. betul toh?"
kata papa bella kemudian.
"Betul sekali,om"
kata sabrina.
tak lama kemudian mereka berpamitan untuk pulang dan beristirahat.
kini Sabrina sudah berdua bersama bayinya.
dirumah baru, dengan kehidupan yang baru.
@@@
__ADS_1