NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
episode 24 SYETAN APA YANG MERASUKIMU


__ADS_3

 


Setelah hampir satu Minggu Arsya merasa kalut,kacau dan bahkan seperti orang stres. sekarang ia kembali seperti semula. mencoba menguatkan hati dan menerima kenyataan yang ada.


Arsya kembali kuliah. setelah satu Minggu ia absent kuliah.


 


Dikampus...


Dosen mengumumkan bahwa akan ada praktek magang dibeberapa rumah sakit besar diluar kota.


"Siap magang,bro?"


tanya Rion semangat.


"Siap aja kalo gue"


kata Arsya.


"kalo lu mah siap-siap aj,bro.. secara tuh otak lu encer banget,cerdass.."


kata Rion. tapi Arsya memilih diam.


"ada apa,bro. lu udah sehat kan ya?"


"fisik gue mungkin terlihat sehat,Rion.. tapi hati gue gak bisa disembuhkan"


pengakuan Arsya yang kemudian berdiri meninggalkan sahabatnya.


"gue udah kehilangan dia untuk selama-lamanya."


imbuhnya sambil berjalan.


 


sepulang kuliah ia memutuskan untuk tidak langsung pulang. ia berniat untuk memenangkan diri dulu.


 


"Assalamualaikum,Rion.."


ucap mama Arsya.


"waalaikum salam,Tante.. ada yang bisa Rion bantu,Tan?"


"Rion Tante cuma mau tanya, Arsya lagi sama kamu? soalnya dia masih belum pulang sampai selarut ini".


penuturan mama Arsya membuat Rion kaget dan langsung melihat jam. pukul 23.00


"nggak tante. tadi waktu kelas kuliah selesai, Arsya langsung pergi gitu aja Tan,tanpa pamit ."


 


sambungan telpon berakhir setelah mama Arsya minta tolong Rion untuk mencari Arsya.


 


@@@


 


Gadis cantik itu memandangi wajah Arsya yang sangat tampan. tampak pulas dengan tidurnya.

__ADS_1


 


tak lama kemudian, Arsya terbangun karena merasakan sesuatu.


Perlahan,Arsya membuka mata. diam untuk beberapa detik melihat seorang cewek yang tengah mencoba membuka resleting celananya. seketika ia sadar,bahwa dirinya sedang tidak pakai sehelai baju. hanya celana jeans yang masih melekat ditubuhnya.


"Hana.."


panggil Arsya mengagetkan wanita yang sudah berhasil membuka resleting celananya.


"Arsya,kamu udah sadar?".


tanyanya sambil tersenyum.


Arsya langsung duduk dan menutup kembali resletingnya.


"apa maksud semua ini,


Han... mana bajuku?"


tanya Arsya geram.


"ayolah,sya.. aku gak tahan liat kegantengan dan tubuh kamu."


ucap Hana yang berubah menjadi liar.


"bagaimana bisa aku ada disini?"


"tadi kamu pingsan dijalan,sya. aku yang nolong kamu."


"alesan.."


kata Arsya tidak percaya.


"mau kemana,sya? udah malem.. nginep disini aja dulu." kata Hana sambil memegang tangan Arsya.


laki-laki itu menepiskannya.


"pulang..." jawabnya kasar.


ia sangat marah dengan perlakuan Hana yang lancang.


 


tiba-tiba hana membuka baju yang ia kenakan. ia terlihat setengah telanjang dihadapan Arsya.


 


"astaghfirullah.. "


Arsya kaget dan memalingkan muka.


laki-laki itu kembali kaget dan marah ketika melihat diwajahnya penuh lipstik Hana.


"gue gak nyangka ya han ... ternyata lu murahan."


ketus Arsya kemudian yang kecewa dengan gadis ini.


Hana berjalan kearah Arsya berada.


sementara Arsya memejamkan mata menjaga pandangannya dari Hana yang sedang kerasukan setan.


"halaaah... jangan sok suci deh lu,sya.. lu gak tau kan gimana rasanya tidur sama gue."

__ADS_1


"astaghfirullahal adziimm.."


ucap Arsya sambil mengelus dadanya.


"gue gak minta bayaran kok.. gue cuma pengen nikmati keperjakaan lu aja."


pengakuan Hana membuat Arsya semakin jijik melihatnya.


Arsya memberanikan diri berbalik badan dan membenarkan bagian atas baju gadis itu.


"Han.. sorry,lu bukan tipe gue".


kata Arsya.


"kenapa,gue cantik... seksi..kurang apa lagi coba?".


ketus gadis itu.


"kurang punya sopan santun dan kurang kuat iman. tobat Han.. lu cewek. jaga kehormatan lu."


nasehat Arsya sambil membenarkan jaket yang dipakainya.


"gue gak sama dengan cowok lain yang bisa dengan mudah lu ajak main."


gadis itu terdiam tak bergeming hanya menatap lekat pada Arsya.


"Dan lagi,ingat satu hal... keperjakaan gue,bakal gue kasih cuma buat istri gue yang sholihah,bukan buat perempuan murahan kayak lu."


kata Arsya sambil membersihkan bekas lipstik yang ada diwajahnya.


"arsyaaaaaa....... "


teriakan Hana begitu geram ketika melihat Arsya sudah pergi dengan motornya.


"Astaghfirullah.. berikan hidayahMU pada Hana ya Rabb."


doa Arsya sebelum meninggalkan gadis itu.


 


Sesampainya dirumah,tampak mama dan papa Arsya yang terlihat panik menunggunya.


 


"assalamualaikum.."


kata Arsya.


"waalaikum salam.. darimana saja kamu nak? ini sudah larut sekali. kamu gk apa2 kan?."


"Gpp ma.. Arsya cuma ketiduran dirumah temen." kata Arsya menyembunyikan kebenarannya .karena takut mamanya semakin khawatir dan kecewa mendengar sikap Hana yang berubah.


" seharusnya kamu memberi kabar dulu pada mamamu kalau mau kerumah temannya,agar mamamu tidak khawatir lagi."


nasehat papa Arsya.


"iya maaf,ma..pa.. lain kali Arsya gak gitu lagi. lagian tadi hp Arsya lowbet."


"ya sudah Ayuk masuk,istirahat."


 


@@@

__ADS_1


 


__ADS_2