
Keduanya hanyut dalam kehangatan sebuah pelukan.
"Tunggu... "
kata Arsya merenggangkan pelukannya.
"Bagaimana bisa kamu kesini neng. apa ummi' dan neng Zahwa mengizinkan kamu menemui ku?"
tanya Arsya menatap Sabrina.
"Neng Zahwa sudah pulang karena harus menggantikan ummi' mengisi pengajian"
"Oh begitu.. terus ummi'?"
"ummi' masih ke apotik mengambil vitamin untuk aku"
kata Sabrina menjelaskan.
"ini bahaya neng. seharusnya kamu jangan nekat seperti ini. tadi pagi kita sudah di tegur neng Zahwa habis-habisan. sekarang, jangan sampai ummi' yang memergoki kita. apa yang akan terjadi pada kita jika ummi' melihat kita?"
pertanyaan Arsya membuat Sabrina tetap diam bahkan semakin erat memeluk tubuh Arsya.
"Aku bingung harus bagaimana?"
kata Sabrina yang sudah menarik dirinya dari pelukan Arsya
"Cukup kamu yakin bahwa cinta kita nyata. setelah itu, jalani saja semuanya sesuai kehendak Allah. aku tau semua ini tidak mudah untuk kita. tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa neng. kamu mengerti maksudku"
wanita bercadar itu mengangguk perlahan dengan linangan air mata yang sudah membasahi hijab dan cadarnya.
".. Satu hal lagi yang harus kita lakukan, perbanyak baca istighfar ya. karena kita berdosa besar karena telah berani melanggar ketentuan syariat agama kita"
kata arsya melanjutkan ucapannya.
Laki-laki itu perlahan menyeka air mata yang mengalir dari mata cantik itu.
"Jangan menangis neng.. wanita secantik kamu tidak pantas mengeluarkan air mata"
kata Arsya sambil menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
kini keduanya kembali hanyut dalam kehangatan pelukan satu sama lain.
Arsya mencium ubun-ubun Sabrina yang tertutup oleh hijabnya.
__ADS_1
"Sabrina...!!!"
suara ummi' membuat keduanya terperanjat kaget dan seketika melepaskan pelukannya.
"Ummi' kenapa ..."
belum sempat Sabrina menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ummi' langsung memotongnya.
"Diam kamu..!!!"
kata ummi' sambil mengangkat lima jarinya tanda Sabrina disuruh berhenti berbicara.
"Kamu meninggalkan bayimu sendirian di kamar, sedangkan kamu malah enak berselingkuh disini Sabrina..!"
bentak ummi' yang sudah sangat geram pada putrinya.
"Maafkan bina ummi'.. tapi kita tidak berselingkuh"
kata Sabrina mengelak.
"Diam kamu...!!"
lagi-lagi Sabrina disuruh berhenti bicara.
kata ummi' yang semakin menaikkan nada bicaranya penuh emosi.
"Maafkan kami ummi'. tidak ada niat untuk berselingkuh ummi'. kami juga tidak mengerti kenapa kami berani melakukan semua ini"
kata Arsya berhati-hati dalam menjelaskan. khawatir wanita itu semakin marah oleh ucapannya.
"Karena syetan telah menguasai hawa nafsu kalian berdua. Astaghfirullah... kenapa kalian berani menentang hukum agama kita? "
wanita itu mendengus kesal.
"Kamu Sabrina, kamu lupa bahwa statusmu adalah seorang istri sekaligus sudah menjadi seorang ibu. tapi kenapa kamu tega mengkhianati suamimu,naaakk...??"
wanita itu semakin emosi mengguncang tubuh anaknya.
Sabrina hanya bisa diam dengan tangisnya. ia sudah tahu kalau semuanya akan seperti ini jika ummi' nya tau.
"Dan kamu nak Arsya, kamu sudah ummi' anggap sebagai anak sendiri karena kamu sangat baik pada keluarga kami. tapi ternyata kamu tidak sebaik yang ummi' kira"
kata wanita itu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Maafkan kami ummi' "
ucap Arsya memberanikan diri.
"Istighfar kalian.. memangnya bagaimana bisa kalian melakukan hal se hina ini hah?"
tanya ummi' sambil menatap keduanya secara bergantian.
"Karena kami saling mencintai"
keduanya menjawab pertanyaan ummi' secara bersamaan. membuat wanita itu semakin emosi mendengarnya.
"Ummi' mohon sama kamu. mulai sekarang, jauhi Sabrina, jauhi keluarga ummi' dan jangan pernah mengganggu rumah tangga Sabrina"
kalimat peringatan itu membuat Arsya lemas seketika. dunia seolah berakhir mendengar kalimat-kalimat yang menyakitkan itu.
wanita itu kemudian menarik tangan Sabrina menuju kamar inapnya. dengan langkah sedikit memaksa dan cepat, Sabrina mengikuti langkah ummi' nya.
Arsya yang melihat semua itu semakin merasa sakit melihat orang yang di cintai nya tersiksa oleh keadaan. ia tahu bahwa wanita itu baru saja melahirkan dan masih masa pemulihan, tapi dengan geram dan penuh kemarahan, seorang ibu nya sendiri tidak mengindahkan keadaan putrinya yang masih lemah.
hati arsya hancur seketika.
sesampainya di ruangan Sabrina..
"Assalamualaikum.. bantu saya angkat barang-barang ke mobil"
kata ummi' yang sudah bisa di tebak kalau beliau menghubungi supir keluarga yang stand by menunggu di parkiran.
Beberapa menit kemudian pak saleh yang merupakan supir keluarga mereka datang.
"Assalamualaikum.. mana yang harus saya bawa ummi' ?"
tanya pak saleh yang sudah berdiri di depan ummi'.
wanita itu pun menunjukkan barang-barang yang harus pak saleh bawa ke mobil.
Dengan geram, ummi' menggendong bayi Sabrina yang masih tertidur pulas.
"Ayo pulang..!!"
ajak ummi' yang sudah berjalan menuju pintu.
Dengan langkah pelan, wanita itu berjalan perlahan menyusul langkah ummi' nya.
__ADS_1
@@@