NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 78. PENGKHIANATAN ALI


__ADS_3

krieekk...


Sabrina yang baru saja selesai mandi tiba-tiba menoleh ketika mendengar suara pintu kamarnya.


benar, ternyata ummi' nya yang membuka pintu.


"ummi'... "


Sabrina tersenyum bahagia melihat ummi' nya sudah mau menemuinya. kini penampilan Sabrina sudah tidak kacau seperti tadi. dia sudah kembali cantik dengan gamis dan hijabnya.


"Jangan pikir dengan mengakhiri hidup akan membuatmu tenang dan lolos dari murka Allah Sabrina"


kalimat ummi' kembali membuat Sabrina kaget.


"ummi'.. aku tahu aku sudah melakukan kesalahan dan dosa besar. tapi Sabrina sudah baligh. sudah bukan anak-anak lagi. Sabrina juga sudah menikah dan sudah punya anak. dan dengan begitu, semua perbuatanku akan aku pertanggung jawabkan sendiri di hadapan Allah kelak. jadi ummi' tidak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah"


penuturan berani itu membuat ummi' nya kembali geram.


"Sejak kapan kau berani menentang orang tuamu Sabrina. dengan sikapmu yang seperti ini membuat ummi' semakin tidak Sudi melihat wajahmu lagi. kau sudah berani menentang syari'at agama kita, dan sekarang kau juga sudah berani menentang orang tuamu"


kata ummi' penuh emosi hingga keluar meninggalkan kamar itu.


meninggalkan Sabrina yang hanya mematung dengan tangisnya.


'Ternyata ummi' benar-benar kecewa pada ku'


batin Sabrina menangis.


@@@


butuh waktu sekitar empat jam untuk sampai di rumah Ali.


Ali yang notabenenya juga seorang putra kyai di daerahnya, tampak lalu lalang santri dihalaman rumahnya.

__ADS_1


malam sudah datang, Gus Alwi dan istrinya sudah melaksanakan sholat Maghrib di salah satu masjid pinggir jalan.


Sesampainya di halaman rumah Ali, tampak mobil-mobil berjajar memenuhi halaman luas itu.


beberapa santri berdiri menjaga parkiran mobil itu.


karena bingung dengan apa yang sedang terjadi, Gus Alwi memanggil salah satu santri yang menjaga parkir tersebut.


"Assalamualaikum.. ada yang bisa saya bantu?"


tanya santri itu dengan sopan.


"Waalaikum salam. maaf mau tanya dek, ini benar rumah Gus Ali kan?"


tanya Gus Alwi.


"iya benar "


tanya Gus Ali penasaran.


"Oh itu di dalam sedang ada acara tasyakuran hari ulang tahun putri Gus Ali. mari silahkan masuk mas. biar saya bantu parkir mobilnya"


kata santri itu.


dengan wajah yang sama-sama bingung, kini GUI Alwi dan neng Zahwa sudah berada di luar mobil.


berjalan perlahan menuju pintu masuk.


beberapa langkah kemudian, kini Gus Alwi sembari menggendong putranya dan di dampingi neng Zahwa di sebelahnya berjalan layaknya tamu undangan.


"Mas..."


ucap neng Zahwa sambil memegang tangan suaminya.

__ADS_1


"Sabar dulu,dek.. aku mengerti apa yang ingin kamu tanyakan"


kata Gus Alwi seketika. keduanya tampak menyapu pandangan mencari wajah Ali di antara para tamu yang begitu banyak itu.


namun yang terlihat hanya orang tua Ali yang sedang duduk di depan.


tak lama kemudian setelah pembacaan sholawat Burdah selesai, tampak beberapa santri menyiapkan meja dan membawa sebuah tumpeng besar dan kue ulang tahun dengan lilin berbentuk angka empat di atas kue itu.


"Mas, angka empat itu berarti ulang tahun yang ke empat tahun mas. itu artinya..."


ucapan Zahwa terhenti ketika melihat Ali dari kejauhan.


lelaki itu menggendong seorang anak laki-laki dan disampingnya berjalan seorang wanita cantik dengan gamis putihnya.


kini terjawab sudah semua tanda tanya dan rasa penasaran dari Alwi dan Sabrina.


"Ternyata selama ini laki-laki itu menjadikan adikku sebagai istri keduanya"


kata Gus Alwi geram melihat pemandangan itu.


sementara neng Zahwa menahan rasa tangisnya karena teringat pada Sabrina yang tengah menyedihkan di rumah, sementara suaminya sedang berbahagia dengan istri yang lain.


setelah acara potong tumpeng dan potong kue sudah selesai, Gus Alwi yang melihat Ali tampak berbincang-bincang dengan para tamu membuat gus Alwi meminta salah satu santri untuk memanggil Ali.


"Assalamualaikum Gus.. maaf ada tamu yang sejak tadi menunggu Gus Ali di post pengiriman santri"


kata santri itu.


"Oh baiklah, saya akan segera kesana"


kata Gus Ali yang kemudian pamit pada istrinya.


@@@

__ADS_1


__ADS_2