NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 40. PANIK DAN KHAWATIR


__ADS_3

beberapa bulan kemudian keluarga Sabrina sangat bahagia dengan kelahiran bayi neng Zahwa yang sangat tampan.


Siang itu di kamar Sabrina...


ketika ia hendak mandi tiba-tiba Gus Ali memeluknya sedangkan dia sedang duduk di atas kasur sembari memelukku erat.


ia menyandarkan kepalanya tepat di perutku. kemudian mengelus-elus perutku dengan sangat lembut tanpa kata.


Sabrina mengerti apa yang di inginkan suaminya. ia ingin memiliki bayi juga seperti bang Alwi dan neng Zahwa.


"Gus..."


panggil Sabrina sembari mengusap lembut rambut suaminya.


tapi laki-laki itu tetap tak bergeming masih memeluk dirinya.


tidak tega melihat tingkah suaminya yang seolah merengek minta sesuatu, tampak tak sesuai dengan tubuhnya yang kekar merengek begitu. dengan gemas dan nada menggoda Sabrina membisikkan sesuatu di telinga suaminya...


"Nanti malam kita bikin dedek bayi ya.."


ucapnya genit menggoda suaminya.


seketika lelaki itu melepaskan pelukannya dan menatap lekat dengan senyum kepada sang istri yang tampak cantik dengan gamis hitam dan rambut yang terurai lembut disana.


"aku mau mandi dulu"


kata Sabrina yang sudah berjalan menuju kamar mandi. meninggalkan dia yang masih mematung dengan senyumnya.


wajar lelaki itu memelas kepada istrinya. karena sejak malam indah itu, istrinya kembali menolak untuk mendapatkan benihnya lagi. dengan alasan bahwa ia khawatir perih lagi.


padahal sudah dijelaskan oleh lelaki itu bahwa rasa perih yang dia rasakan adalah tanda bahwa mahkota keperawanan nya sudah berhasil di terobos olehnya.


tapi wanita itu tetap minta maaf dengan lembut pada Gus Ali.


sejak malam itulah lelaki itu tidak pernah mendapat jatah dari istrinya. hanya di izinkan untuk sebatas bersenang-senang di bagian tubuh yang lain tanpa bisa mencapai puncaknya. akhirnya hal itu membuat Gus Ali kembali di uji kesabarannya.


mendengar bisikan lembut istrinya barusan, ia benar-benar senang dan tidak sabar untuk nanti malam.


@@@


Kumandang adzan Maghrib terdengar jelas dari masjid yang ada di belakang rumah. masjid khusus santri Abi.


usai sholat Maghrib..


Gus Ali menjalankan rutinitasnya sebagaimana biasa. membantu Abi untuk mengajar ngaji para santri.


begitu juga dengan Sabrina istrinya. ia juga aktiv mengajar sejak benar-benar menerima Gus Ali menjadi suaminya. karena sejak lulus dan menikah, Sabrina memilih istirahat dan menikmati hidupnya tanpa terbebani oleh tanggung jawab sebagai pengajar.

__ADS_1


tapi sekarang dia sudah aktiv mengajar santri karena keinginannya sendiri.


tapi tidak seperti suaminya yang mengajar ngaji, Sabrina lebih memilih untuk mengajarkan ilmu tahsin Al Khor kepada santri. karena ia sangat ahli dalam mengukir kaligrafi Arab.


setelah kelas selesai, para santri tengah bersiap untuk melaksanakan sholat isya' berjamaah. tapi betapa kagetnya Gus Ali ketika melihat kelas yang seharusnya di ajar oleh istrinya, di ganti oleh ustadzah Azizah.


"Assalamualaikum, ustadzah.."


kata Gus Ali seketika.


" Waalaikum salam,Gus.. ada apa, Gus?"


ucap ustadzah Azizah dengan sopan.


"Neng bina kemana ya.. kok di gantikan ustadzah?"


tanya Gus Ali penuh selidik.


"Mohon maaf sebelumnya,Gus.. tadi tengah-tengah pelajaran berlangsung, neng Sabrina mendatangi kelas saya di sebelah dan minta tolong untuk menggantikan beliau di sini."


ustadzah Azizah menjelaskan.


"Oooh.. memangnya istri saya kenapa ustadzah?"


tanya Gus Ali tampak khawatir.


mendengar penjelasan ustadzah Azizah, Gus Ali langsung bergegas pulang dan menuju ke kamarnya.


ia membuka pintu dengan kasar. khawatir dengan keadaan istrinya. dan benar.. ia mendapati istrinya sedang berbaring di kasur tanpa seimut.


Gus Ali langsung menghampirinya dan duduk tepat di sebelahnya.


"Dek.. kamu sakit?"


kata Gus Ali sambil mengusap kening istrinya.


"Gpp, Gus.. perutku hanya sedikit sakit"


kata wanita itu sambil meremas perutnya.


membuat Gus Ali semakin khawatir.


"kita ke dokter ya.."


ajak Gus Ali.


"Gak usah,Gus.. aku pingin istirahat aja. nanti besok pasti sudah enakan".

__ADS_1


"tadi main apa kamu ,dek?"


tanya Gus Ali memastikan khawatir ia salah makan.


"gk ada.. ku cuma makan makanan biasa, makanan rumah tadi"


jawab Sabrina sedikit meringis menahan rasa sakitnya.


"Aku panggil dokter saja ya ,dek.."


kata Gus Ali yang sudah mengeluarkan hp nya dari saku kemejanya.


"Gak usah ,Gus.. sepertinya sakit ini karena aku akan datang bulan"


kata Sabrina tenang.


"kamu yakin??"


tanya Gus Ali masih khawatir


Sabrina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. kemudian suaminya pamit untuk kembali mengajar kursus bahasa Arab di pesantren belakang rumahnya.


sebenarnya lelaki itu niat mau izin demi menjaga istrinya yang sedang sakit, tapi Sabrina memaksanya untuk tetap mengajar karena kasihan para santri yang sudah menunggu.


akhirnya dengan berat hati Gus Ali menuruti permintaan istrinya. dan satu hal lagi, Sabrina meminta pada suaminya agar tidak memberi tahukan keadaannya pada yang lain khawatir mereka sedih.


"istirahat ya ,sayang.. aku segera kembali"


kata lelaki itu yang kemudian mencium kening dan bibir istrinya.


sementara sang istri hanya bisa mengangguk karena enggan bersuara karena menutupi rasa sakitnya agar sang suami tidak khawatir lagi.


setelah suaminya pergi, Sabrina mengerang dan merintih pelan khawatir terdengar yang lainnya dari balik pintu kamarnya. hingga air matanya terjatuh tanpa ia sadari. ia sendiri juga heran kenapa bisa sesakit ini perutnya. biasanya tak sesakit itu kalau menjelang datang bulan.


bahkan sempat terlintas di benaknya..


'jangan-jangan aku hamil'


pikirnya.


'ah tidak mungkin.. aku Dan Gus Ali hanya melakukannya semalam saja. itupun sudah lama'


batinnya kembali bingung.


setelah hampir setengah jam ia berjuang melawan sakitnya, akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.


@@@

__ADS_1


__ADS_2