NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 54. PATAH HATI UNTUK YANG KEDUA KALINYA


__ADS_3

Hari itu Arsya sibuk sekali di rumah sakit. karena banyak pasien yang harus ia tangani.


hatinya masih tidak tenang ingin segera bertanya tentang kebenaran yang ia lihat tadi malam. tapi Indira tidak menjawab telepon ataupun membalas chat dari Arsya.


hingga suatu sore..


ketika ia berjalan melewati sebuah kamar rumah sakit. betapa kagetnya ia melihat pasien dalam kamar itu yang ternyata adalah Indira tunangannya.


seketika ia membuka pintu itu dan melihat keadaan wanita itu yang tampak berbaring masih belum sadar.


karena kebetulan ada salah satu perawat yang sedang mengontrol keadaannya.


"Apa yang terjadi pada pasien ini sus?"


tanya Arsya mengagetkan suster itu.


"loh dokter Arsya.. kecelakaan korban tabrak lari dok.. untung saja janin yang di kandungnya dalam keadaan baik-baik saja dok"


kata suster menjelaskan.


"Janin.. dia hamil?"


tanya Arsya memastikan.


"iya dokter.. usia kandungannya sudah memasuki 2 bulan"


lanjut suster menjelaskan.


"dua bulan.. "


Arsya shock mendengar penjelasan suster itu.


"Ada apa dokter Arsya.. apa anda mengenal pasien ini? karena sejak tadi kami tidak bisa menghubungi keluarganya"


kata suster.


"iya saya kenal.. nanti saya hubungi keluarganya sus. benar dokter Mira yang memeriksanya?"


tanya Arsya memastikan karena ia tau kalau sekarang memang jadwal dokter mira.


"iya,dokter"


jawab perawat itu yang kemudian pamit untuk keluar.


Arsya masih berdiri disana dan sudah menghubungi orang tua Indira.


Arsya berjalan perlahan mendekati wanita yang masih belum sadar itu.


ia meraba dan mengecek perut wanita itu.


benar.. kini ia percaya bahwa Indira tengah hamil.


tak lama kemudian..


Indira membuka mata dan sudah sadar.


sementara Arsya hanya diam menatapnya lekat.

__ADS_1


"Kak arsya... aku kenapa?"


tanya Indira yang masih lemas.


"Kamu kecelakaan.. tapi untungnya janin yang ada di perut kamu baik-baik saja"


kata Arsya ingin melihat reaksi wanita itu.


mendengar ucapan Arsya, wanita itu menghela nafas dan memejamkan matanya sejenak.


"darimana kakak tau kalau aku hamil?"


"kata suster ... aku juga seorang dokter Dira.. aku tau jika kau hamil"


kata Arsya yang mulai meluapkan emosinya Karena merasa marah telah di bohongi oleh Indira.


"sejak kapan kamu hamil?"


tanya Arsya yang sudah menahan emosinya karena tidak tega melihat wanita itu yang sudah meneteskan air mata.


"sebelum kak Arsya berangkat tugas ke Sulawesi untuk menjalankan tugas"


pengakuan Indira membuat Arsya kembali naik pitam.


"oh.. jadi sudah lama kau membohongiku. pantas saja di hari pertama kita bertemu setelah aku pulang dari Sulawesi.. kau makan begitu lahap sekali. karena kau sudah hamil waktu itu. dan ketika kita fitting baju pengantin kau meminta untuk menutupi bagian pinggang dan perut hanya untuk menutupi perutmu ?"


sergah Arsya dengan nada tingginya.


"i..iya... kak.. maaf"


kata wanita itu yang sudah basah oleh air matanya.


Arsya berteriak seperti orang gila.


maklum saja karena ia baru saja sembuh dari luka hatinya karena di tinggalkan Sabrina, kini ia kembali di terluka oleh wanita yang sudah ia cintai.


"Maafkan aku kak"


ucap Indira sekali lagi.


"Siapa ayah dari bayi itu Dira.. apa benar laki-laki yang bersama kamu di warung nasi Padang itu?"


tanya Arsya mencoba memastikan.


"Darimana kak Arsya tau?"


"Oh jadi benar laki-laki itu yang melakukan ini. dia pacar kamu?"


tanya Arsya yang masih emosi.


"iya kak"


jawab Indira yang kini sudah sesenggukan dengan Isak tangisnya.


"Astaghfirullah.. kau hamil anaknya, lalu kenapa kau tidak meminta pertanggungjawabannya jika kalian saling mencintai hah?"


serta Arsya emosi.

__ADS_1


"papa tidak menyetujui hubungan kami kak. karena dia orang miskin"


mendengar pengakuan itu membuat Arsya terdiam sejenak.


"lalu apa kau tidak kasihan padaku Dira.. kau jadikan aku sebagai pelarian. sebagai penutup aib kalian. astaghfirullah... aku gk habis pikir.. tega ya kamu dir.."


kata arsya sembari menggelengkan kepalanya.


"Indira.."


tiba-tiba orang tua Indira datang dan berhambur memeluk putrinya.


"kamu tidak apa-apa nak?"


kata mama Indira mencium putrinya.


sementara papa Indira memilih untuk menghampiri Arsya.


"Syukurlah ada kamu disini nak Arsya. om sangat bersyukur punya calon menantu seperti kamu"


kata papa Indira.


tapi Arsya hanya diam mematung menatap Indira yang masih dengan Isak tangisnya.


"sayang, kenapa kamu menangis? ada yang sakit?"


tanya mama Indira khawatir.


melihat putrinya hanya diam dengan tangisnya, tiba-tiba mama Indira menoleh ke arah Arsya.


"Arsya.. . apa yang terjadi pada Indira?"


"selamat Om Tante.. sebentar lagi kalian akan menjadi kakek dan nenek"


jawab Arsya seketika membuat orang tua Indira kaget tak percaya dengan ucapan Arsya.


sementara Indira kembali menangis terisak.


"kalian...??"


kata papa Indira yang mengira bahwa putrinya hamil anak Arsya.


"Oh bukan, om.. bayi itu bukan anak arsya. om tanyakan saja pada putri om sendiri"


kata Arsya menahan emosinya.


dengan marah.. papa nya menanyakan kebenarannya pada Indira.


merasa sakit sekaligus tidak tega pada wanita itu, Arsya memotong pembicaraan mereka..


"Maaf om Tante.. Arsya rasa pertunangan ini cukup sampai di sini. Selamat siang.."


pamit Arsya yang kemudian pergi meninggalkan mereka.


kini Arsya sedang duduk di ruang kerjanya. 8a tengah stress dengan masalahnya. cintanya kembali hancur. ia merasa tidak berguna saat ini. tak henti ia selalu merutuki dirinya yang selalu gagal dalam urusan cinta.


tapi setidaknya ia lega dengan mengetahui fakta tentang calon istrinya.

__ADS_1


@@@


__ADS_2