NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 32 RASA BERSALAH


__ADS_3

Pagi itu Arsya sedang berada di kafe Mawar Karena sedang menunggu salah satu temannya.


dari kejauhan...


tampak neng bina sedang keluar dari mobil bersama suaminya.


hati Arsya kembali sakit. pertahanannya goyah. tapi ia masih bisa mengontrolnya.


karena ia sudah susah payah berusaha move darinya.


tak lama setelah teman Arsya datang, Sabrina dan suaminya masuk dan melewati Arsya yang menyibukkan diri dengan ponselnya.


Sabrina yang tau dengan kehadiran Arsya. tapi dia mengabaikannya.


Sabrina dan suaminya duduk jauh dari tempat Arsya berada. sehingga Arsya tidak tau apa yang sedang di bicarakan mereka.


tak lama kemudian...


Sabrina dan suaminya hendak pulang dan melewati Arsya. seketika Arsya diam dan memalingkan pandangannya.


'kenapa aku merasa sakit lagi melihatnya'


batin Arsya menggerutu.


SEMENTARA DI DALAM MOBIL...


'Ternyata Arsya sudah kembali. dia makin tampan dan gagah'


batin Sabrina sambil tersenyum tipis.


@@@


MALAM HARI...


Sabrina dan Gus Ali tampak siap-siap hendak tidur. dengan posisi yang sama seperti bulan-bulan sebelumnya. saling memunggungi satu sama lain.


tapi tidak dengan Gus Ali yang sesekali berbaring menghadap punggung istrinya yang tetap enggan memberikan haknya.


tak mau munafik..


Gus Ali juga lelaki yang butuh akan kebutuhan biologis.


apalagi setiap hari dia tidur satu ranjang dengan seorang wanita tanpa pernah menyentuhnya sama sekali.


malam itu...

__ADS_1


Gus Ali benar-benar tidak bisa menahan syahwatnya. seketika ia mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.


neng bina yang tau hal itu dan merasakan sesuatu yang keras di bawah sana menyentuh pahanya.


membuatnya geli dan bergetar.


"Gus..."


panggil neng bina ditengah pelukan Gus Ali.


"iya,neng.. "


jawab Gus Ali dengan suara lembutnya.


"jangan sekarang.. aku belum siap"


ucap Sabrina bergetar.


tapi Gus Ali sudah tidak bisa menahan lagi syahwat dan keinginan yang bergejolak di hatinya.


"aku mohon.. sekali inii saja neng.. sebentar saja ya.."


pinta Gus Ali dengan suara sanagt memaksa karena ia sangat tersiksa menahan kebutuhan biologisnya itu.


Gus Ali tampak menciumi punggung dan leher hingga ke telinga Sabrina.


ia diam karena pikirannya sibuk antara tetap menunggu cinta Arsya atau melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.


ketika tangan Gus Ali sudah memegang dan *******-***** dua gundukan daging kenyal yaitu bokong Milik neng bina, riba-tiba..


"aku mohon jangan, Gus.."


ucap Sabrina lirih memohon kepada laki-laki itu untuk tidak meneruskan kegiatannya.


mendengar kalimat itu, Gus Ali yang sudah telanjang dada dengan membuka pakaiannya tiba-tiba berlari menuju kamar mandi karena ia tidak bisa menahan si jantannya untuk segera dimasukkan ke pemiliknya.


dari dalam kamar mandi terdengar suara ******* samar-samar dari Gus Ali. membuat hati bina merasa bersalah. mendengar suara ******* itu Sabrina langsung menutupi tubuhnya dengan selimut tebalnya. rasa takut dan bersalah menjadi satu.


sementara Gus Ali yang baru saja keluar dari kamar mandi kembali memakai kaosnya dan duduk di balkon. ia tampak diam dan memandang lurus ke depan.


setelah beberapa menit Sabrina terlelap dalam tidurnya, ia kembali membuka mata. merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya. tiba-tiba ia melihat Gus Ali yang masih duduk di kursi panjang yang ada di balkon kamarnya.


Sabrina melirik jam yang ada di kamarnya.


jam itu menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

__ADS_1


seolah lupa akan kejadian tadi malam, ia berjalan perlahan mendekati Gus Ali yang ternyata telah terlelap dalam tidurnya.


sambil berjalan perlahan Sabrina menghampirinya.


"Gus..."


panggilnya sangat hati2 karena takut dia marah.


"Gus.."


panggil Sabrina sekali lagi setelah tepat berdiri di sebelah laki-laki itu.


tetapi laki-laki itu tetap tertidur pulas di depannya.


Dengan tetap mematung sembari menatap lekat wajah laki-laki itu , Sabrina berbicara dalam hatinya.


'kamu laki-laki yang sangat sabar, Gus. kamu rela dan sabar menghadapi perlakuanku yang sangat dzolim padamu selaku suamiku. aku tidak pernah memberikan hak mu selama kita menikah.. maaf, Gus...'


batinnya.


tak terasa air matanya menetes di pergelangan tangan Gus Ali yang sontak membuatnya membuka mata dan terbangun kaget mendapati istrinya tengah berdiri disampingnya dengan mata terpejam dan linangan air mata.


"Dek, neng bina..."


panggilnya membuat Sabrina seketika membuka mata.


Gus Ali sudah berdiri tepat dihadapannya.


"kenapa nangis, hmmm?"


tanyanya penuh selidik.


sementara Sabrina hanya menundukkan pandangan sembari menahan tangisnya.


ia tak berani untuk menatap laki-laki itu.


"Maaf,Gus.. aku bukan istri yang baik untuk kamu"


ucap Sabrina tiba-tiba.


"kenapa,dek.. kamu merasa bersalah karena kejadian tadi malam?"


tanya Gus Ali penuh selidik.


'dek.. adek.. sejak kapan dia memanggilku dengan sebutan adek'

__ADS_1


batin Sabrina yang baru sadar dengan panggilan itu.


@@@


__ADS_2