
Mentari sudah tersenyum lebar. Kembali menyinari bumi dengan cahayanya.
Pagi itu, aku sudah menceritakan semuanya pada mama dan papa tentang hana. Agar mereka tidak salah paham dan mau menerima hana untuk menginap disini selama neberapa hari.
"Ya sudah, cepat kau bangunkan dia dulu sana sya, suruh mandi setelah itu ikut sarapan bersama kita. "
Perintah mama.
"Oh tunggu sebentar. "
Ucap mama lagi sambil berjalan menuju kamar beliau.
Tak lama kemudian beliau keluar dari kamar dengan membawa baju.
"Ini, suruh dia pakai. Mama yakin pasti dia tidak nyaman dengan bajunya. Suruh ganti dengan ini ya, ini baju waktu mama masih muda dulu ya, pa.. "
Ucap mama sambil tersenyum mengingat masa mudanya.
Sementara papa tampak senyum-senyum sambil mengotak-atik hpnya.
"Thanks, ma. "
Kuambil baju itu dari tangan mama dan segera menuju kamar hana.
Kubuka pintu kamarnya yang tak terkunci. Kulihat gadis itu masih tertidur pulas. Perlahan kubuka selambu kamar itu. Agar cahaya matahari pagi menembus kamar.
Sedetik kemudian gadis itu mengerjap-ngerjapkan mata dan membukanya perlahan.
"Morning.. "
Sapaku padanya.
Ia masih menggeliat manja dikasur itu. Mungkin ia ingat saat tidur dikamarnya sendiri. Tidak masalah...
Justru membuatku tersenyum melihatnya.
Melihatku tersenyum, ia langsung duduk dan tersipu malu.
"Morning, sorry.... "
Ucapnya malu.
"Its oke, no problem.. Ini ada baju dari mama, mandi dan gantilah bajumu. Setelah itu turunlah untuk sarapan bersama. "
Kataku sambil menyerahkan baju itu padanya. Ia mengangguk, aku pun pamit keluar kamar.
DI MEJA MAKAN...
Hana datang dengan menuruni satu persatu anak tangga. Dia terlihat tampak cantik sekali dengan baju pemberian mama.
mama menyambutnya dengan bahagia.
"Subhanallah... Cantiknya.. "
Kata mama.
"Pagi om, tante.. "
Sapa hana pada kedua orang tuaku.
"Selamat pagi. " jawab mama dan papa.
"Ayo makan... "
Kata mama memulai untuk makan.
"Eeeeh, sebelumya.. Hana berterima kasih karena sudah diizinkan menginap beberapa hari disini. Dan hana juga minta maaf sudah merepotkan kalian, terutama arsya. "
Ucap gadis itu yang kemudian melirikku.
Mama dan papa tidak mempermasalahkan hal itu. Justru kami senang dengan kehadiran hana disini. Apalagi mama yang merasa punya anak perempuan.
Setelah makan, papa pamit langsung berangkat kerja.
"
Sementara hana membantu mama memberskan piring-piring yang ada dimeja makan. Setelah beres semua..
Tante... Mau kemana?. "
Tanya hana yang melihat mama tampak rapi.
"Oh, tante mau belanja ke supermarket.. ".
Jawab mama.
"Hana boleh ikut, tante?. "
"Kamu gk capek?. " tanya mama memastikan bahwa hana sudah segar kembali.
__ADS_1
"Nggak kok tante.. Sekalian istirahat. "
Jawab hana yang kemudian mama mengiakannya.
"Sya, jaga rumah ya.. "
Pesan mama padaku yang tengah duduk bersantai didepan televisi.
"Siap nyonya.. "
Jawabku menggoda mama.
Keduanya telah pergi. Kini aku sendiri dirumah. Aku baru ingat mau menelpon rion dan memberitahukan bahwa hana ada dirumahku.
Kuambil hpku. Dan mulai meneleponnya.
"Hallo, bro.. "
"Bro, hana sudah ketemu. "
Kataku.
"Really....??? Trus dia udah dirumahnya sekarang?. "
Tanya rion penasaran.
"Nggak, bro.. Dia gk mau pulang. Dia minta nginep dirumah gw beberapa hari buat nenangin diri katanya. "
"Ooh gituu. Knapa gk nginep dirumah kakaknya aja bro?.
"Takut merepotkan katanya, karena kakaknya sudah kerepotan mengurusi sikecil yang sedang sakit. "
"Ooh gitu. Tpi udah ngasih kabar kan bro ke kakaknya?. "
"Udah, bro. ". Jawabku.
Begitulah perbincanganku dan rion membahas hana yang sudah ketemu.
Satu jam kemudian, mama dan hana baru pulang dari berbelanja. Aku membantu membawakan belanjaan mereka.
"Tumben banyak banget belanjaannya, ma?. "
Tanyaku heran karena jarang-jarang mama belanja sebanyak itu.
"iya, mama mau masak-masak sama hana, iya kan sayang?. "
"Iya tante. "
Jawab hana ceria seperti sebelumnya.
Aku berjalan menuju kamar untuk ganti baju.
Beberapa menit kemudian,
"Ma, arsya mau keluar bentar. "
Pamitku pada mama yang tampak sibuk dengan hana yang sedang menata barang belanjaannya.
"Mau kemana? Gk kuliah hari ini?. "
Tanya mama.
"Mau keluar bentar, lagi pula hari ini gk ada kelas, lagi libur. " jawabku.
"Okey.. Hati-hati jangan ngebut. "
Pesan mama.
"Siap komandan... " godaku lagi pada mama.
"Han, aku tinggal dulu ya. "
Pamitku pada hana yang tampak serius membantu mama.
"Oke, hati-hati sya. "
Jawabnya.
Aku langsung pergi meninggalkan mereka.
@@@
Aku sudah menepikan motorku dan aku duduk diatasnya. Kembali ketempat ini setelah beberapa bulan tak kesini. Aku hanya rindu. Rindu padamu yang jauh disana.
Entahlah, hanya dengan melihat rumahmu saja, tepatnya kamarmu.. Aku merasa sedikit lega.
"Apa kabar kau yang disana? Semoga sehat selalu. ". Doaku dalam batin.
Kulihat dari kejauhan, tampak neng zahwa kakak ipar neng bina sedang menyiram tanaman. Kusetir motorku menuju gerbang besar itu. Aku menyapa neng zahwa.
__ADS_1
"Assalamualaikum, neng. " sapaku.
"Waalaikum salam.. Teman dek bina ya. "
Tanyanya.
"Iya, neng. "
"Ayo mari masuk.. "
Kata neng zahwa yang mempersilahkanku masuk. Tpi aku menolaknya karena aku belum siap masuk kerumah itu dan bertemu dengan orang tua neng bina.
Tunggu waktu yang tepat. Suatu saat nanti, aku pasti akan datang kembali dan meminangmu neng, gumamku dalam hati.
"Bagaimana keadaan kamu, sudah sehat?. "
Tanya neng zahwa perhatian.
"Alhamdulillah sudah, neng. "
Jawabku.
"Alhamdulillah kalau begitu. "
Ucap neng bina.
"darimana?. " tanya neng bina lagi.
"Oh nggak, neng dari rumah. Sekedar lewat saja. "
Jawabku mencoba mengelak.
"Oh,, loh.. Itu seperti... "
Kalimat neng zahwa terhenti seketika melihat tasbih kecil pemberian neng bina yang kubuat gelang agar mudah kubawa kemana saja.
"Iya, neng.. Ini tasbih pemberian neng bina. "
Ucapku malu pada neng zahwa yang kulihat sedang tersenyum disana.
"Emmm... Iya, gpp. Dijaga dan dipakai sesuai fungsinya ya, biar berkah. "
Tutur neng zahwa.
"Insyaallah, neng. "
Merasa malu dan tak ingin berlama-lama disini, aku pun pamit pulang.
@@@
Aku sudah sampai dirumah. Kulihat makanan yang sudah tersaji dimeja makan. Emmm.... Sedap sekali aromanya.
"Ma.... Laper. "
teriakku yang tidak sabar ingin segera makan. Masakannya menggugah seleraku.
"Eeehhh, sebentar... Sabar dulu dong.. Ini buat makan siang. Lagian belum selesai kok. Tunggu sebentar lagi... "
Ucap mama.
Aku terduduk lemas didepan meja makan. Tak sabar ingin segera menikmati makanan yang tersedia. Aku duduk bersandar pada salah satu kursi dimeja makan, sambil sesekali melihat mama dan hana yang tampak serius memasak didapur sana.
"Han.. Emang bisa masak?. "
Tanyaku mencoba menggoda hana.
"Bisa dong, ya tante?. "
ucap hana meyakinkan mamaku.
"Iya, sya... Justru dia yang banyak ngajarin mama tentang resep dan menu baru loh.. Jangan salah kamu.. "
Sergah mama membuatku tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Aku lega dan senang mendengarnya. Mama terlihat sangat bahagia dengan hadirnya hana dirumah ini. Dan semoga hana lekas membaik luka dihatinya, dan ia ceria seperti dulu lagi.
Mama datang membawa sepiring sayuran sebagai pelengkap menu makan siang kita.
Setelah meletakkannya di meja makan, mama berbisik padaku..
"Dia jago masak loh, sya.. Mama suka sama dia. Dia juga baik, cocok sama kamu. "
Bisik mama dengan senyum-senyum membuatku sontak berkata.
"Ma, arsya udah punya neng bina. "
Jawabku pelan membuat mama tersenyum.
Tak lama kemudian, makanan sudah siap.. Kami mulai makan tanpa menunggu papa pulang kerja. Karena kata mama, papa sedang ada meeting dadakan dikantornya.
__ADS_1
Kami pun menikmati makan siang dengan lahap dan penuh canda meski hanya bertiga.
@@@