
setelah beberapa hari umi', Abi, bang Alwi Dan Gus Ali pergi keluar kota, akhirnya mereka kembali ke rumah.
suasana menjadi ramai kembali.
tampak Abi dan umi' tengah duduk bersandar di sofa karena lelah. sedangkan Gus Alwi tak henti menciumi perut buncit istrinya.
tapi tidak dengan Gus Ali..
dia menyapu pandangan tapi tidak dapat menemukan seseorang yang di carinya.
sudah sudah sangat rindu pada istrinya, Gus Ali segera memutuskan untuk naik ke kamarnya.
Sesampainya di kamar...
betapa terkejutnya laki-laki itu melihat kamarnya tampak bersih dan wangi.
berhiaskan bunga-bunga kecil di setiap sudutnya.
"Dek bina.. dek..."
panggilan Ali tidak mendapat respon dari orang yang di panggilnya.
ketika ia hendak mengecek kamar mandi, tiba-tiba wanita cantik itu berjalan dari balkon.
wajah cantiknya tidak lagi di tutup oleh cadar. senyumnya sangat manis sekali.
"assalamualaikum, sudah pulang, Gus?"
tanya Sabrina yang tampak tersenyum memamerkan lesung pipitnya.
"Waalaikum salam,dek.. iya aku sudah..."
kalimat itu menggantung tak dapat terucap sempurna ketika wanita cantik itu tiba-tiba memeluknya.
'ada apa dengannya?'
batin Gus Ali yang kaget sekaligus bahagia dengan momen itu.
tapi laki-laki itu takut untuk membalas pelukannya. takut wanita itu tiba-tiba melepaskan pelukan hangat itu.
tiba-tiba laki-laki itu merasa pelukan wanitanya semakin erat sehingga membuat dadanya merasakan gunung kembar milik istrinya. khawatir tidak bisa mengontrol nafsunya karena si pisang Sudak terasa berdiri tegak disana, ia segera menarik tubuh wanita itu yang tampak masih menikmati pelukan pertamanya dengan lawan jenis.
"Dek... ada apa? apa ada masalah?"
__ADS_1
tanya Gus Ali yang tampak masih keheranan dengan sikap istrinya.
wajar kalau laki-laki itu tampak shock dan kaget mendapat sambutan dan pelukan hangat dari wanita yang selama bini tak mau di sentuhnya.
"Bimbing aku menjadi istri seutuhnya untukmu, Gus"
kata Sabrina yang sudah bersemu merah di pipinya.
"Allohumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad.. Hamdan lillah ya Robb.."
Gus Ali tampak senang dan langsung sujud syukur di hadapan wanita itu.
sedang Sabrina yang menyaksikan pemandangan itu seketika bekata dalam batinnya..
' Sebahagia itukah suamiku ya Robb.. ampuni hamba yang sudah melalaikan kewajiban sebagai seorang istri yang Robb'
Ketika Gus Ali kembali berdiri, ia menatap lekat wajah cantik istrinya.
"Terimakasih,dek.. aku janji akan menjadi imam yang baik buat kamu sayang"
kata Gus Ali sembari memegang kedua tangan wanitanya.
Siang itu telah berlalu. hingga sang Dewi malam kembali menampakkan dirinya.
ku lihat wajah gus Ali yang tak berhenti mengukir senyum tampannya.
"Ada apa dek Ali.. senyum-senyum terus dari tadi?"
tanya bang Alwi penuh selidik. membuatku malu dengan pertanyaan itu.
"gpp, mas.. "
jawab suamiku dengan tegasnya.
"eh,dek bina.. Abang tuh tanya ke suamimu.. kok kamu yang malu-malu"
goda bang Alwi karena melihat keduanya tampak salting.
"apa sih,bang.. biasa deh goda bina "
protesku yang geram pada bang Ali membuat yang lainnya menahan tawa.
setelah selesai makan, kami kembali ke kamar masing-masing.
__ADS_1
DI KAMAR SABRINA...
Alwi tampak sibuk dengan lap topnya. ia mengurusi sistem kerja online nya.
"Mau kemana,dek?"
tanya laki-laki itu yang seketika menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya.
Sabrina merasa risih dan malu dengan perlakuan suaminya.
"Lepaskan aku,Gus.."
kata wanita itu ketika tangan Gus Ali melingkar di tubuhnya.
"Kenapa,dek.. malu.."
goda Gus Ali yang gemas melihat pipi istrinya tampak memerah karena malu.
"Lepasin,Gus aku mau nganterin ini ke umi' "
kata Sabrina yang tengah menunjukkan hijab milik umi' di tangannya.
Seketika itu suaminya melepas jeratan tangannya dan mempersilahkan istrinya untuk pergi.
Di depan pintu kamar..
"Astaghfirullah.. ada apa dengan hatiku. kenapa aku sangat senang dengan perlakuan Gus Ali barusan.. astaghfirullah"
setelah kembali ke kamar, tampak Gus Ali sudah bersiap untuk tidur dan masih membaca buku.
"Lama banget ngasih hijabnya ke umi' ,dek?"
tanya laki-laki itu sembari mengikuti langkah istrinya ke kamar mandi.
"Aku mampir ke kamar neng Zahwa,Gus"
jawabnya kemudian menutup pintu kamar mandi.
Terdengar jelas bahwa wanita itu sedang mandi.
'Tumben neng bina mandi sebelum tidur'
gumam Gus Ali pelan.
@@@
__ADS_1