NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH

NENG SABRINA THE PERFECT MUSLIMAH
Episode 48. PAKET SURAT UNTUK ARSYA


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 00.30 dini hari. Arsya baru sampai di rumah. rumah tampak sepi karena orang-orang rumah sudah istirahat semua.


Arsya langsung menuju dapur untuk mengambil air dingin di lemari es. setelah itu ia langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.


setelah berganti pakaian dengan kaos tidurnya, Arsya membaringkan tubuhnya di atas kasur Karena sudah lelah bekerja seharian.


tiba-tiba ia baru ingat kalau hp nya belum di charger sejak tadi. ketika ia melihat layar hp nya.. ia kaget mendapati nomer WhatsApp baru di hp nya.


seketika ia buka pesan dari nomor tak di kenal itu.


(Assalamualaikum,kak Arsya.. maaf lancang. aku Indira. mama kakak yang memberi nomer ini)


Chat WhatsApp itu membuat Arsya kaget dan seketika membalasnya.


(Waalaikum salam.. iya,Dira.. santai saja. aku save nomer kamu ya?")


(iya, silahkan kak.. Dira save juga nomer kakak ya)


(iya,gpp.. kenapa belum tidur?)


(Masih nulis,kak..)


(Emangnya lagi nulis apa kalo boleh tau?)


(Nulis novel buat di publish kak)


(ooh.. jadi kamu seorang penulis)


(iya,kak.. kalo kakak kenapa belum tidur?)


(ini baru mau tidur.. aku baru saja pulang dari rumah sakit)


(Ooh.. maaf kalo Dira ganggu waktu istirahat kakak. y udah kalo gitu kakak istirahat saja ya.. Dira masih mau lanjut nulis tinggal dikit lagi)


(iya gpp.. kalo gitu aku tidur dulu ya.. kamu juga jangan terlalu malam kalo tidur)


(iya kak.. terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membalas chat dariku)


(iya sama-sama.. assalamualaikum)


(Waalaikum salam kak*)


setelah Arsya mengakhiri obrolan mereka lewat WhatsApp, arsya langsung save nomer itu dengan nama 'INDIRA'


Tiba-tiba muncul foto wanita cantik itu di foto profil WhatsApp milik Indira.


Arsya memperbesar foto itu dan mengamatinya..



Indira..


gadis cantik yang membuat Arsya penasaran akan kepribadiannya.


"mirip wanita Korea"


gumam Arsya seketika.


ia terus menatap wajah cantik wanita itu karena tadi ketika berkenalan sekaligus tunangan endadak, arsya tidak terlalu memperhatikan detail wajah cantik calon istrinya yang bak wanita Korea.

__ADS_1


tentang perasaan...


Arsya merasa biasa saja saat pertama kali ia di perkenalkan sekaligus di pertemukan dengan Indira tadi.


tidak ada gejolak cinta atau sedikitpun getaran hati saat menatap wanita cantik itu.


terasa sangat jauh berbeda saat ia melihat Sabrina walau dari jauh saja.


hatinya terasa meleleh dan degup jantungnya tak karuan.


tapi Arsya sudah bertekad dan memantapkan hatinya untuk memulai hidup barunya. membuka hati untuk wanita selain Sabrina. apalagi sekarang dia sudah mendapat calon istri dari orang tuanya.


semaksimal mungkin...


laki-laki itu akan berusaha menerima dan memberikan hatinya pada dia..


sang calon istrinya..


Indira..


@@@


pagi itu Arsya sedang libur kerja. ia bertugas malam saja.


"nenek sedang apa?"


tanya Arsya melihat neneknya seorang diri di dapur.


"eeh.. cucu nenek, ini lagi buat jamu tradisional"


"jamu untuk apa, nek?"


"ah tidak terima kasih,nek.. Arsya paling anti minum jamu"


kata Arsya sembari minum segelas air putih di depannya.


Arsya terus mengamati apa yang di lakukan neneknya, mengupas bahan-bahan jamu tradisional.


hingga akhirnya..


"oh iya, nak... nenek hampir lupa lagi, kemarin ada tukang kirim hadiah datang kerumah.."


kata neneknya


"tukang kirim paket?? maksud nenek kurir?"


tanya Arsya memastikan.


"eemm... iya mungkin ya..!!"


kata neneknya tersenyum simpul semakin menunjukkan wajah keriputnya yang sudah terkikis oleh faktor usia.


"hahhahah.... lalu untuk siapa hadiah paket itu, nek..? untuk nenek? hhaahah"


kata Arsya tertawa gemas menggoda neneknya.


"Dasar kamu ya.. hadiah paketnya untuk kamu. nenek letakkan di laci kamar kamu. tapi lupa mau mau memberitahumu.. "


kata nenek.

__ADS_1


"oh, iya gpp nek.. Arsya lihat dulu paketnya ya.. terimakasih,nek"


kata Arsya yang kemudian pergi meninggalkan neneknya yang masih sibuk dengan ramuan jamu tradisional nya.


Arsya penasaran paket itu dari siapa. ia mengira mungkin dari teman-teman di rumah sakit.


sesampainya di kamar..


araya langsung membuka laci kamar yang tepat berada di sebelah tempat tidurnya.


benar, disitu ada sebuah paket..


lebih tepatnya sebuah amplop surat berwarna coklat.


raya semakin penasaran dari siapa surat itu. tanpa berlama-lama lagi, Arsya membuk dan membaca surat itu..


*Assalamualaikum wr.wb.


bagaimana kabar kamu ,sya?


aku harap kabar kamu baik-baik saja.


maaf aku lancang mengirim surat ini padamu. karena aku khawatir Gus Ali membuka hp ku.


kamu mengerti maksudku kan?


sya..


jika kau ada waktu..


bolehkah kita bertemu untuk yang terakhir kalinya?


aku tau kamu sangat sibuk.


jika tidak ada waktu, tak apalah.. jangan di paksa. tapi kapan pun jika kau bisa meluangkan waktu untuk bertemu..


hubungi saja nomerku.


terimakasih dan maaf dariku..


Sabrina*


Surat itu berakhir meninggalkan tanda tanya pada Arsya.


'pertemuan terakhir? apa maksudnya?'


batin Arsya.


tanpa pikir panjang.. lelaki itu langsung mencari kontak Sabrina dan mulai menelponnya.


"Assalamualaikum,neng.. mau ketemu dimana.. oh baiklah.."


kata Arsya setelah mengakhiri telponnya.


Arsya langsung bersiap dan mengganti pakaiannya. mumpung ia sedang libur kerja lagi pula ia sudah tidak sabar ingin menemui Sabrina.


menyebut namanya saja..


ia merasa sangat bahagia dan kini, ia kembali merindu...

__ADS_1


@@@


__ADS_2