
Sementara di depan ruang bersalin..
"Zahwa, sepertinya ummi' tidak asing dengan wajah dokter muda itu"
kata ummi'tampak berpikir mengingat-ingat wajah Arsya.
"Dia adalah orang yang dulu ke rumah kita untuk melamar dek bina ummi'... ummi' masih ingat?"
kata Zahwa mencoba mengingatkan.
"MasyaAllah... iya..iya.. ummi' ingat sekarang"
tiba-tiba...
Krieeekkk...
suara pintu membuat dua wanita berhijab itu langsung berdiri dari duduknya.
"Bagaimana dokter?"
tanya ummi' Sabrina dengan wajah panik.
"Alhamdulillah.. ummi' jangan khawatir, neng bina dan bayinya baik-baik saja"
kata Arsya dengan penuh hormat pada wanita paruh baya itu.
"Alhamdulillah ya Allah..."
kata kedua wanita itu.
"Boleh kami masuk sekarang,sya?"
tanya neng Zahwa yang sedari tadi memperhatikan arsya.
"Silahkan,neng.. "
kata Arsya mempersilahkan mereka masuk.
"Terimakasih... "
kata keduanya yang sudah menuju pintu.
sejenak Arsya terdiam dan pergi meninggalkan ruang itu. setengah perjalanan menuju pintu keluar, Arsya memanggil perawat untuk membimbing Sabrina dalam mengurus dan menyusui bayinya.
setelah itu ia pulang karena hatinya sedang kacau. antara sedih dan bahagia melihat Sabrina yang sudah benar-benar menjadi seorang ibu dari anak Gus Ali.
@@@
Di dalam ruang bersalin...
"Assalamualaikum.. "
kata ummi' yang sudah tidak sabar melihat cucunya.
"Waalaikum salam, ummi'... "
jawab Sabrina yang sudah menggendong bayi cantiknya.
"Bagaimana keadaan kamu,sayang?"
tanya ummi'
"Alhamdulillah aku baik-baik saja ummi'"
jawab Sabrina dengan senyum bahagianya.
__ADS_1
"Abi dan yang lain masih belum sampai ummi' ?"
tanya sabrina kemudian.
"Mereka sudah perjalanan kesini, nak.. mungkin sebentar lagi"
kata ummi' menjelaskan dengan mengambil alih si kecil untuk menggendongnya.
"Selamat ya dek.. kamu sudah menjadi seorang ibu sekarang"
kata neng Zahwa memegang tangan adik iparnya.
"Alhamdulillah.. terimakasih,neng"
"Oh iya.. bayi kamu belum di adzani ya?"
kata neng bina yang kaget baru mengingat hal itu.
"Sudah,neng..."
jawaban itu membuat ummi' dan neng Zahwa saling bertatapan keheranan.
"Maksud kamu,dek?"
tanya Zahwa memastikan.
"Dokter Arsya membantu untuk meng azdani bayiku"
kata Sabrina dengan senyum bahagianya membuat ummi'nya memuji dokter muda itu.
"Subhanallah... baik sekali dokter Arsya itu ya..."
kata ummi' sambil menatap lekat wajah cucunya.
ia tampak keheranan dengan ucapan Sabrina.
"Permisi..."
datang seorang perawat untuk memeriksa si kecil. ummi' langsung menyerahkan bayi kecil itu pada suster.
di saat ummi' nya sibuk menemani dokter..
Zahwa mendekati adik iparnya itu.
"Dek, kenapa kamu membiarkan Arsya melakukan tugas suamimu untuk meng adzani bayi kalian?"
tanya neng Zahwa keheranan.
"Aku juga gk tau, neng.. entah mengapa tanpa sadar aku mengizinkan Arsya untuk melakukannya.."
jawab Sabrina yang juga bingung pada dirinya sendiri.
"Astaghfirullah,dek..."
ucap Sabrina tak habis pikir.
".. bukan hanya itu,neng.. arsya langsung sujud syukur ketika bayiku lahir. tepat di tempat neng Zahwa berdiri sekarang. di sanalah aku melihat Arsya melakukan sujud syukur dengan meneteskan air mata"
kata Sabrina penuh haru menjelaskan apa yang terjadi.
Mendengar semua ucapan adik iparnya membuat neng Zahwa terharu sekaligus sedih melihat betapa besar cinta Arsya dan sabrina. waktu dan keadaan benar-benar tidak bisa menyatukan cinta mereka berdua.
"Istighfar dek.. sadar... bahwa apa yang kamu lakukan itu salah"
kata neng Zahwa memegang lembut tangan adik iparnya.
__ADS_1
"Aku tahu ini salah,neng.. tapi aku tidak bisa melawan takdir yang selalu saja mempertemukan kita kembali. sekitar satu bulan yang lalu aku dan Arsya sudah berjanji untuk saling menjauh dan saling melupakan. tapi apa daya kita.. jika Allah berkehendak lain"
kata Sabrina yang sudah menyeka air mata yang hampir menetes itu.
kini neng Zahwa benar-benar tidak bisa menahan perasaan iba nya. ia memeluk dan menenangkan adik iparnya yang menahan tangis.
'sekarang aku mengerti.. betapa tersiksanya mereka berdua selama ini'
batin neng Zahwa sembari memeluk Sabrina.
"Ada apa,sayang?"
pertanyaan ummi' membuat kedua wanita itu sontak saling melepas pelukan.
"tidak apa-apa ummi'.. Zahwa hanya terharu dan senang melihat dek bina sudah menjadi seorang ibu sekarang"
kata neng Zahwa berbohong agar ummi'nya tidak curiga.
"Subhanallah.. "
ucap ummi' Sabrina yang sudah berdiri di samping wanita itu.
kemudian suster tadi membimbing Sabrina cara menyusui bayinya sebagaimana perintah dari Arsya.
beberapa menit kemudian...
Abi,Gus Alwi dan Gus Ali sudah datang.
mereka tak henti ucap syukur atas kelahiran si kecil.
terlebih lagi Gus Ali yang merupakan ayah dari bayi cantik itu.
"Boleh Ali gendong, mi' ?"
tanya Gus Ali meminta izin untuk menggendong bayinya.
"Tentu saja, nak.."
kata ummi'yang sudah memberikan bayi itu pada ayahnya.
"MasyaAllah.. tabarokalloh.. Alhamdulillah.."
segala bentuk syukur Gus Ali ucapkan. tanpa henti lelaki itu mencium bayinya.
"Dek.. ini anak kita sayang"
ucap Gus Ali lembut pada istrinya.
"iya,Gus.."
kata Sabrina tersenyum.
"Terimakasih sudah melahirkan bayi lucu untukku,dek"
kata Gus Ali kemudian membuat istrinya tetap tersenyum bahagia.
mendengar setiap ucapan dan melihat betapa bahagianya Gus Ali membuat Sabrina menggenggam erat tangan neng Zahwa yang ada di sebelahnya.
neng Zahwa hanya diam melihat adik iparnya seolah menahan tangisnya.
'neng Zahwa tau dek.. kamu pasti bingung di hadapkan dengan dua lelaki yang sama-sama sangat mencintaimu. sementara hatimu tetap bertahan pada cinta yang tak bisa kau miliki'
batin neng Zahwa membalas genggaman adik iparnya.
@@@
__ADS_1