
Kumandang adzan subuh membuat lelaki itu terbangun dari tidurnya. perlahan ia membuka mata dan tersenyum seketika mengingat moment bahagianya tadi malam.
wanita cantik itu masih terlelap dalam tidurnya. sementara sang suami kembali menikmati pemandangan indah di depan matanya.
ia tampak menatap lekat istrinya yang begitu cantik. rambut panjangnya seolah menjadi mahkota kecantikannya.
kulit putih yang sangat mulus adalah menjadi penyempurna di tubuhnya.
tapi bukan itu yang membuat lelaki itu sangat bahagia, melainkan karena akhirnya sang istri benar-benar menjadikannya suami seutuhnya.
ketika melihat sang istri menggeliat kecil dalam tidurnya, bukan membangunkannya.. malah ia menarik wanitanya ke dalam pelukannya.
membuat wanita itu membuka mata seketika.
"Selamat pagi, bidadariku.."
sapa lelaki itu yang kemudian mengecup kening sang istri.
kecupan manis itu membuat sang istri reflek memejamkan mata karena nikmatnya.
"Pagi,Gus.."
balasnya dengan senyum sangat manis.
membuat lelaki itu sontak menarik tangan sang istri dan mengarahkannya pada senjata lelakinya yang sudah sangat tegang disana.
Seketika wanita itu menarik tangannya. ia kaget dan merasa malu. degup jantungnya kembali berdetak kencang seperti tadi malam.
"Maaf,Gus.."
ucap gadis itu yang tiba-tiba menarik tubuhnya untuk duduk di sebelah suaminya.
hal itu membuat Gus Ali juga ikut duduk di sampingnya.
"Kenapa, sayang.. boleh kita melakukannya sekali lagi, sayang?"
pinta lelaki itu yang kemudian menatap lekat wajah cantik istrinya. berharap wanita cantik itu mengizinkan permintaannya.
"Maafkan aku, Gus.. tapi rasanya masih sedikit perih "
pengakuan polos wanitanya membuat lelaki itu tersenyum dan sontak mengecup lembut bibir merah alami sang istri.
beberapa detik setelah mereka saling berpandangan dan mengukir senyum, tiba-tiba mereka di kaget kan oleh ketukan pintu dari luar kamarnya.
Tanpa sadar Gus Ali berjalan menuju pintu itu dan ternyata neng Zahwa yang datang.
"ada apa ,neng?"
tanya Gus Ali santai.
"Astaghfirullah,Gus.."
kalimat itu seketika menyadarkannya bahwa ia hanya memakai sarung dan telanjang dada tanpa sehelai baju yang menutupinya.
Gus Ali yang sangat malu langsung bersembunyi di belakang pintu.
"Maaf, neng.. aku gak sadar"
kata Gus Ali yang sangat malu pada kakak iparnya.
"iya,gpp dek.. itu tadi Abi sama ummi' tanya kenapa kalian tidak ikut sholat subuh berjama'ah di masjid santri?"
kata neng Zahwa yang tidak tahan untuk menahan senyumnya.
__ADS_1
"eeeh.. itu, neng. kita baru bangun"
kata Gus Ali dengan kalimat yang terbata-bata membuat neng Zahwa mengerti apa yang usai mereka lakukan hingga membuat keduanya tidak ikut sholat berjama'ah.
"ya sudah kalo gitu neng balik ke kamar dulu ya.."
Gus Ali langsung menutup pintu setelah neng Zahwa pergi dari sana. ketika berbalik badan, Gus Ali begitu gemas melihat sang istri bersembunyi di balik selimutnya.
"Dek.. bangun yuk, mandi dulu terus kita sholat subuh berjama'ah"
kalimat itu membuat istrinya membuka selimut yang menutupi wajahnya.
"Neng Zahwa sudah pergi,Gus?"
"sudah.."
jawab lelaki itu yang langsung mengecup bibir cantik istrinya. membuat Sabrina merasa geli dan langsung duduk berhadapan dengan suaminya.
"Permisi.."
kata Sabrina yang beranjak berdiri dari duduknya.
Gus Ali yang melihat istrinya berjalan sedikit pelan dan menyeret kakinya perlahan, seolah mengerti bahwa sang istri benar-benar dibuat lemas karena kelakuannya tadi malam. ia merasa bersalah.
setelah mereka selesai melaksanakan sholat subuh, Sabrina kembali ke kasur untuk sekedar merenggangkan otot-otot yang ada di kakinya.
Gus Ali duduk di sebelahnya dan hendak memijat kaki istrinya.
"Jangan,Gus.."
kata Sabrina menolak untuk di pijet Karena merasa sungkan pada suaminya.
kata Gus Ali membuat wanita itu tersipu malu.
"Udah gk terlalu, Gus tapi kakiku masih sedikit lemas"
pengakuan itu membuat suaminya kembali merasa bersalah.
"Maafkan aku,sayang.. aku gk bisa mengontrol nafsuku tadi malam sehingga membuat tubuhmu tersiksa"
kata Gus Ali yang kemudian memeluk tubuh istrinya.
"Maaf..."
ucapnya lagi.
"iya gpp, Gus.. aku maklum kok"
kata Sabrina sembari membalas pelukan hangat sang suami.
tiba-tiba iya terperanjat kaget ketika melihat sesuatu yang ada di kasur tepat di sebelah tubuhnya.
"Ada apa ,Dek..?"
tanya Gus Ali panik melihat istrinya kaget.
kembali wanita itu menunjuk sesuai yang ada di sana.
"itu darah darimana,Gus?"
tanya Sabrina keheranan.
__ADS_1
tapi Gus Ali malah kembali memeluk tubuhnya dan berbisik ditelinga sang istri.
"Itu darah keperawanan mu,sayang ... sudah ku rebut darimu "
bisiknya membuat Sabrina menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.
ia sangat malu akan ucapan suaminya.
"Tunggu di sini aku akan ambilkan sarapan untukmu"
kata Gus Ali yang sudah berdiri di sampingnya.
"Gpp, gus.. aku bisa jalan kok. aku ingin sarapan bareng sama ummi' dan Abi"
"Jangan dulu, dek.. aku khawatir dengan keadaan kamu. sebentar ya.."
kata lelaki itu yang sudah pergi untuk mengambil sarapan.
DIRUANG MAKAN...
"Assalamualaikum, ummi' Abi.."
sapa Gus Ali dengan sopan kepada mertuanya.
" Wa'alaikum salam, mana Sabrina, nak?"
tanya ummi'
"Dek bina ingin sarapan di kamar mi' karena capek katanya"
kalimat itu membuat gus Alwi sontak menggodanya.
"Memangnya berapa ronde yang kalian mainkan Sampek bina lemas gitu.. hhahah"
Gus Alwi tertawa puas menggoda adik iparnya itu. membuat adik iparnya salting dan malu di hadapan semuanya. terlebih lagi ummi' dan neng Zahwa yang sedari tadi tidak kuasa menahan senyum.
"Eeh.. enggak kok, mas.."
kata Gus Ali menutupi rasa malunya.
Setelah lelaki itu berjalan meninggalkan ruang makan..
"Apa benar mereka sudah benar-benar melakukan ibadah itu, Alwi?"
tanya ummi' nya penasaran.
"benar, ummi'.. tadi istriku yang bercerita bahwa mereka sedang tidak memakai baju layaknya baru saja melakukannya".
kalimat itu membuat semuanya lega dan bahagia. itu artinya bahwa Sabrina sudah benar-benar siap menjadi seorang istri yang seutuhnya untuk Gus Ali yang sangat baik dan sabar menunggu cinta dari wanita itu.
SESAMPAINYA DI KAMAR...
Sabrina menatap lekat pada laki-laki yang baru saja masuk ke kamarnya. kembali ia terpesona melihat lelaki itu tampak semakin tampan walau berpakaian sederhana.
hanya memakai sarung dan kaos warna hitam. lelaki itu tidak memakai kopyah sehingga memamerkan rambut basahnya yang tampak sangat fresh.
'Ya Allah.. dia suamiku'
batin Sabrina penuh kebahagiaan.
"Sarapan dulu,dek.."
"iya,Gus.."
Akhirnya mereka sarapan bersama.
__ADS_1
hanya berdua sembari saling menebarkan rasa yang ada di antara keduanya.
@@@