PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
100. PERSETERUAN


__ADS_3

"Apa yang kau katakan?" Tania melihat Ares dengan tatapan heran setelah mendengar perkataan pemuda itu. "Apa maksudnya dengan tidak perlu merahasiakan hubungan kita? Memangnya hubungan apa?"


Tahu dirinya salah bicara, Ares langsung memutar matanya, menghindari tatapan Tania.


"A—aku salah bicara. Maksudku, semua orang di sekolah jadi salah paham karena hubungan aku dengan Dyara kemarin ini." Ujar Ares mencoba mencari perkataan dirinya untuk menjelaskan maksud dari kata sebelumnya. "Banyak yang mengatakan kalau kita berselingkuh, tapi itu tidaklah be—"


"Tidak perlu membahas hal yang tidak penting." Sambar Tania menghentikan perkataan Ares dan langsung memfokuskan dirinya ke buku pelajaran. "Sebaiknya kita mulai belajar. Aku harus segera pulang sebelum jam sepuluh malam. Aku ingin istirahat."


"Ah iya, kau baru saja sembuh. Kau harus banyak istirahat." Jawab Ares langsung menuruti perkataan Tania.


Mereka berdua menyelesaikan sesi belajar bersama mereka hingga sekitar satu jam berlalu. Setelahnya, Ares mengantar Tania untuk pulang.


Ketika sampai di depan rumah Kayden, Ares menoleh pada Tania yang sepanjang perjalanan tertidur. Pemuda itu berniat untuk membangunkannya.


"Bangunlah, kita sudah sampai." Seru Ares berharap Tania segera terbangun.


Akan tetapi karena merasa lelah, Tania tidak langsung terbangun dan masih saja terlelap.


"Sepertinya dia terlalu lelah." Ucap Ares dengan tatapan mengarah pada Tania.


Melihat Tania yang tertidur, matanya mengarah pada gadis tersebut, dan membuatnya ingin melakukan sesuatu padanya. Tentu saja Ares langsung berniat untuk mencium gadis itu.


Segera Ares membuka sabuk pengaman yang masih melingkar di tubuhnya dengan perlahan dan sedikit memutar duduknya ke arah Tania. Setelah itu, dicondongkan tubuhnya ke arah Tania dengan wajah yang mendekati wajah gadis yang masih tertidur.


TIINN TIIINN


Suara klakson mobil dari belakang mobil Ares membuat Tania membuka matanya sebelum sempat pemuda itu menciumnya.


Mata Tania yang tidak memakai kacamata langsung melihat pada Ares yang wajahnya tepat di depan mukanya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Tania. "Jangan bilang kau ingin menciumku?"

__ADS_1


Segera Ares menarik tubuhnya menjauh dari Tania dengan sikap kikuk karena dirinya terpergok oleh gadis itu.


"A—aku hanya ingin membangunkanmu." Jawab Ares dengan bingung.


Suara klakson terdengar lagi, Ares menoleh dan melihat kalau Kayden yang berada di mobil belakang mobilnya.


Kayden menyuruh Ares untuk menyingkirkan dari depan rumahnya agar pria itu bisa masuk ke dalam dengan mobil miliknya.


"Cepatlah turun! Pak Guru sudah tidak sabar." Seru Ares tanpa melihat pada Tania yang sedang memasang kembali kacamatanya.


Tania melihat ke belakang, setelahnya hendak membuka pintu mobil, namun gadis itu menoleh kembali pada Ares.


"Mengenai foto dan kabar yang tersebar di sekolah. Aku tidak memedulikannya, tapi memang sebaiknya kau yang menyelesaikannya. Tapi ingatlah, bukan berarti aku memintamu untuk berpisah dengan Dyara. Aku tidak ingin menjadi alasan kau memutuskan hubunganmu dengannya, itu malah akan membuat mereka semua berpikiran yang tidak-tidak padaku." Ujar Tania setelahnya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah Kayden.


Ares tertegun mendengar perkataan Tania, pemuda itu tidak mengerti sepenuhnya maksud dari gadis tersebut.


"Apa maksud dari perkataannya?" Gumam Ares sambil berpikir.


TIINN TIIINN


...***...


Tania masuk ke dalam gerbang sekolah dengan berjalan kaki. Semua mata masih mengarah padanya hari ini. Dia langsung berjalan masuk ke arah gedung sekolah tanpa berhenti ketika melihat Tyaga di depan gerbang sekolah.


Ketika gadis itu melangkah masuk, Dyara menghampirinya dengan banyak mata mengarah padanya. Gadis itu berdiri di hadapan Tania sehingga membuat langkahnya terhenti.


"Aku ingin bicara denganmu." Ujar Dyara dengan wajah kecut menatap Tania.


Tania hanya menghela napas setelahnya mengikuti gadis itu berjalan ke arah tangga dan berdiri agak masuk ke dalam agar tidak ada siapapun yang mendengar percakapan mereka.


Tania hanya diam saja menunggu apa yang hendak di katakan Dyara padanya. Meski sebenarnya gadis itu sudah tahu apa yang akan dikatakan Dyara padanya, karena hal ini bukanlah yang pertama kalinya.

__ADS_1


"Kau tahu kan mengenai hubunganku dengan Kak Ares? Dan sepertinya aku juga sudah sering mengatakannya padamu kemarin ini. Jujur saja, sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya lagi padamu, tapi banyak murid yang memintaku untuk melakukannya. Mereka semua yang ingin agar aku memperingatimu agar tidak mendekati Kak Ares." Ujar Dyara panjang lebar.


Tania hanya diam saja, tidak menjawab.


"Kau mendengarku kan? Kenapa kau diam saja?" Tanya Dyara dengan wajah yang semakin kesal karena lawan bicaranya hanya diam dengan tatapan dingin padanya. "Apa yang harus aku lakukan agar kau mengerti? Kau pun juga tahu kalau kemarin ini aku dan Kak Ares sudah berpacaran, kan? Satu sekolah sudah tahu akan hal itu, karena itu lebih baik kau tidak mengganggu hubungan kami... Ya, meski aku tahu kalau sebelum ini kau dan Kak Ares memiliki hubungan yang dekat. Tapi hubungan kalian tidak lebih dari seorang sahabat, kan?"


"Kau salah, bahkan kami tidak berteman... Kami bukan sahabat." Sahut Tania yang akhirnya membuka mulutnya.


"Karena itu sebaiknya kau tidak mendekatinya!!" Nada suara Dyara semakin meninggi.


"Dengarlah Dyara, aku juga tidak mengerti apa yang terjadi di antara kita bertiga. Aku juga tidak ingin mengganggu hubungan siapapun apalagi sampai merusak namaku sendiri." Ujar Tania. "Tapi apa kau tahu kalau yang terjadi padamu itu sebenarnya bukanlah suatu hubungan yang sesungguhnya? Ya, aku rasa kau pun tahu kalau kemarin itu Ares hanya memanfaatkanmu karena Shane. Ah tidak, kau yang menawarkan hal itu padanya, jadi kau yang memanfaatkan keadaannya agar kau bisa bersama dengannya."


Mendengar perkataan Tania, Dyara semakin marah. Wajahnya bertambah kesal karena semua yang diucapkan Tania memang benar adanya. Walaupun begitu, dia sama sekali tidak ingin mengakui hal tersebut dan tetap ingin agar hubungannya dengan Ares terus berjalan, apalagi dirinya mendapatkan dukungan dari murid lainnya yang tahu kalau sejak awal gadis itu memang berpacaran dengan Ares.


"Aku rasa pembicaraan kita sudah selesai." Ujar Tania ingin melangkah pergi.


Tiba-tiba Dyara memegang pundak Tania dengan kasar untuk menghentikan langkah gadis itu, lalu agak sedikit mendorongnya agar Tania kembali berdiri di tempatnya tadi.


"Tetap saja, kau harus menjauh darinya!! Aku tidak ingin kau mendekatinya lagi. Kak Ares itu adalah pacarku, kami masih berhubungan apapun alasannya. Apa kau mengerti?!" Seru Dyara dengan suara yang membuat beberapa murid yang sejak awal penasaran dengan percakapan mereka menjadi bisa mendengarnya. "Kau sama sekali tidak pantas dengan Kak Ares, semua orang tahu itu. Seharusnya kau mendengarkan aku, dan tetaplah bersama dengan Ketua OSIS yang baru!!"


"Apa maksudmu tidak pantas?" Tanya Tania.


"Semua orang juga tahu kalau kau gadis miskin. Seharusnya kau sudah cukup mendekati Tyaga dan jangan mengganggu hubunganku dengan Kak Ares?!" Ujar Dyara semakin terlihat kesal.


"Jangan berkata seperti itu!! Jangan menghina status sosial seseorang. Kau akan terdengar sangat buruk untuk siapapun." Seru Tania dengan santainya.


Perkataan Tania membuat Dyara semakin kesal, gadis itu mengangkat tangannya dan berniat untuk menampar Tania, namun sebelumnya seseorang datang menahan lengan gadis itu.


Kedua gadis itu terkejut melihat pemuda yang menahan lengan Dyara, datang menghentikan perbuatan gadis itu.


"Apa yang kau lakukan?" Seru pemuda tersebut.

__ADS_1


...@cacing_al.aska...


__ADS_2