
Ares amat sangat terkejut mendengar pengakuan dari Tania yang mengatakan kalau gadis itu mulai menyukai dirinya. Dirinya sama sekali tidak mengira kalau Tania akan mengakuinya dengan sangat mudahnya.
Perasaan pemuda itu menjadi senang. Meski begitu, dia menahan rasa senangnya dengan tidak tersenyum atau pun melakukan hal lain yang menujukkan rasa senangnya.
"Semua itu karena kau akan membayarku." Lanjut Tania.
Rasa senang Ares hancur seketika. Dugaannya salah, rasa suka yang dimaksudkan Tania bukanlah rasa suka seorang wanita ke pria. Kekecewaan langsung menghinggapi pemuda itu hingga ditariknya tatapan lekat yang sebelumnya mengarah pada gadis yang baru saja mematahkan semangatnya.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat seperti kecewa?" Tanya Tania heran melihat perubahan sikap dari Ares yang langsung membuka buku pelajarannya.
"Tidak ada yang kecewa, aku hanya ingin belajar sekarang. Aku harus memiliki nilai yang bagus agar aku tidak dikeluarkan dari sekolah." Jawab Ares tanpa menoleh pada Tania.
Tania segera menuju kursi yang tadi di duduki oleh Kayden, dan melihat minuman soda kaleng yang dibawa Ares berada di atas meja.
"Apa minuman ini kau yang membelinya? Kau datang menjenguk dengan membawa minuman ini?" Tatap Tania heran.
"Ya, aku membelinya untuk diriku sendiri bukan untuk ku berikan pada Pak Guru." Sahut Ares masih terlihat tidak semangat karena rasa kecewanya.
Tania berdecak namun setelahnya memperhatikan kembali sikap Ares yang tampak aneh. Ares sama sekali tidak menatapnya, dan terlihat sengaja tidak ingin melihat ke arahnya.
"Semalam aku tidak sengaja tertidur, apa kau sudah mengerjakan semua soalnya?" Tanya Tania masih menatap Ares dengan lekat.
Ares hanya menggeser bukunya mengarah pada Tania untuk memperlihatkan latihan soal yang semalam sudah dirinya kerjakan, tatapannya masih mengarah ke buku lainnya.
"Masih ada satu soal yang belum benar." Ujar Tania memeriksa soal yang dikerjakan Ares. "Kau menggunakan rumus yang salah, bukannya semalam juga sudah aku beritahu? Kenapa kau tidak mengingatnya?"
"Baiklah, akan aku perbaiki." Jawab Ares menarik buku yang ada dihadapan Tania.
Akan tetapi tanpa dia duga, Tania menahan buku tersebut sehingga membuat Ares melihat pada gadis tersebut.
"Aku dengar sabtu ini kau akan mengadakan pesta ulang tahun. Apa kau mengundangku?" Tanya Tania. "Ya, tidak masalah kalau kau tidak mengundangku, lagi pula aku juga kurang suka datang ke acara seperti itu. Lebih baik aku beristirahat saja. Sehabis mengajar pasti akan lelah, karena itu aku akan istirahat saja setelah itu."
"Ya, kau tidak perlu datang, tidak ada yang mengundangmu!" Seru Ares memperlihatkan rasa kesalnya.
Mendengarnya Tania menjadi tertawa kecil, dan itu membuat Ares heran. Bisa dibilang untuk pertama kalinya, pemuda itu melihat Tania tertawa seperti itu.
Namun melihat Tania seperti itu, membuat rasa kesalnya menambah pada gadis tersebut.
__ADS_1
"Apa ada yang lucu sampai kau tertawa seperti itu?" Ares memperlihatkan wajah masamnya pada Tania.
"Maafkan aku, aku hanya teringat perkataan seseorang. Seseorang yang menyukai orang yang sangat bodoh." Jawab Tania yang menyinggung Dyara. "Hah, aku heran kenapa dia sampai bisa menyukainya."
Tania menggeser buku ke arah Ares agar pemuda itu mengerjakan soal yang salah.
Saat menunggu Ares mengerjakannya, Tania mengarahkan pandangannya ke layar ponsel. Gadis itu sedang melihat akun sosial media milik Dyara.
Sebuah postingan baru saja diunggah Dyara. Postingan sebuah foto di mana gadis itu berfoto dengan Ares. Foto yang sama saat Dyara dan Ares pergi makan es krim namun dengan sudut yang berbeda.
Tidak ada keterangan dalam foto tersebut. Akan tetapi foto itu langsung mendapatkan banyak sekali komentar yang membandingkan Dyara dengan Ares dan foto Tania dengan Tyaga.
Ares melihat pada Tania yang tampak melamun. Rasa kesalnya pada gadis itu sedikit demi sedikit pudar, bahkan terselip keinginannya untuk meminta Tania datang ke acara ulang tahunnya.
Ares berdehem untuk mempersiapkan dirinya mengatakan tujuannya. Mendengarnya, Tania langsung menoleh pada pemuda tersebut.
"Datanglah ke acara ulang tahunku." Ucap Ares.
"Baiklah, aku akan datang." Jawab Tania dengan sangat cepat.
"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Ares.
"Tidak, sejak awal aku memang ingin datang ke ulang tahunmu. Asalkan kau mau berjanji untuk tidak melakukan pelanggaran apapun lagi mulai sekarang." Ujar Tania yang entah kenapa menjadi memiliki perasaan yang tidak enak karena mengingat perkataan Tyaga tadi.
"Sudah aku katakan, aku tidak akan melakukan pelanggaran apapun lagi." Jawab Ares. "Aku juga sudah bilang, kalau aku akan lulus bersama denganmu."
"Ya, itu bagus." Ucap Tania meletakkan ponselnya ke meja.
...***...
Sepulang dari belajar bersama dengan Tania, Ares memasuki rumahnya dengan hati yang senang. Pemuda itu bersiul sambil memainkan kunci motor dengan jarinya.
"Sepertinya hubungannya dengan Kak Tania sudah mengalami kemajuan." Ujar Aphrodite yang berada di sofa di depan televisi.
Ares tidak mau meladeni perkataan adiknya itu dan terus berjalan menaiki tangga.
"Odite, lihatlah ini. Kenapa Dyara mengunggah foto dengan Kak Es?" Seru Athena memberikan ponselnya pada Aphrodite.
__ADS_1
Ares yang mendengarnya langsung bergegas turun dan berjalan ke arah kedua adiknya. Diambilnya ponsel Athena untuk melihat foto yang dimaksudkan adiknya itu.
Pemuda itu tidak percaya kalau Dyara mengunggah foto di saat mereka berdua bersama. Meski di dalam foto tersebut, Ares tampak tidak menyadari kalau Dyara memotret bersama dengannya, namun tetap saja itu mengartikan kalau mereka berdua pernah pergi bersama.
"Kenapa dia mengunggah foto ini, Kak? Apa maksudnya?" Tanya Aphrodite pada Ares.
Ares merasa kesal pada Dyara, walaupun begitu, dirinya tidak ingin ambil pusing dengan mempermasalahkan hal tersebut. Namun, ada niatan pemuda itu untuk menemui Dyara lagi untuk memperingati gadis itu untuk kesekian kalinya.
"Biarkan saja, aku tidak peduli." Jawab Ares mengembalikan ponsel milik Athena.
"Komentar-komentarnya membandingkan kalian berdua dengan Kak Tania dan Tyaga. Memangnya kenapa membandingkan kalian?" Tanya Athena tidak mengerti mengenai foto Tania yang bersama dengan Tyaga yang beredar.
"Sudahlah, kalian tidak perlu tahu. Itu semua bukan urusan kalian." Seru Ares ingin berbalik namun dirinya teringat sesuatu sehingga menahannya. "Kalian berdua, apa kakak kalian yang keren ini bisa meminta bantuan pada kalian?"
"Cih, mendengarnya membuatku mual." Gumam Athena menanggapi ocehan Ares. "Kami akan melakukannya tapi tentunya dengan tidak cuma-cuma."
"Ya, aku setuju." Timpal Aphrodite. "Katakan apa yang bisa kami bantu?"
"Tolong katakan pada Bibi Melody, kalau kalian ingin bertemu dengannya dan semua anggota keluarganya. Bibi sangat menyayangi kalian berdua, dia pasti akan menurutinya. Bilang saja kalau kalian ingin agar mereka semua hadir ke acara ulang tahunku sabtu ini." Ujar Ares berharap kedua adiknya ingin membantunya.
"Memangnya ada apa? Kenapa kau ingin mereka semua datang?" Tanya Athena.
"Aku sangat merindukan Hany, aku ingin dia membantuku dalam sesuatu." Jawab Ares. "Kalian tenang saja, aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan. Kalian kan tahu kalau aku sangat menyayangi kalian berdua."
"Ya, saat ada maunya Kak Es memang sangat menyayangi kami berdua." Senyum Aphrodite. "Tapi berikan dulu nomer ponsel Ketua OSIS sekolahmu, baru aku akan membantumu, Kak."
"Astaga, kenapa permintaanmu hal sepele seperti itu." Ujar Athena. "Aku akan membantumu kalau kau meminta Papa untuk membolehkan aku bergabung bersama para pemain game profesional."
"Ya, aku juga ingin seperti itu." Seru Aphrodite.
"Kalian tenang saja, aku akan meminta Paman Lion untuk mengatakan hal itu pada Papa, karena itu kalian harus membuat mereka semua datang ke acara ulang tahunku. Terlebih Hany. Apa kalian bisa?"
"Ya, aku rasa itu hal yang mudah." Jawab Athena menyunggingkan senyumnya.
"Kau tidak perlu khawatir, Kak. Sekarang berikan dulu nomer ponsel Tyaga padaku." Pinta Aphrodite.
...@cacing_al.aska...
__ADS_1