PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
034. KEHILANGAN KESADARAN


__ADS_3

Jam pelajaran berlangsung, Ares yang duduk di belakang Tania memperhatikan gadis itu yang beberapa kali mengubah posisi duduknya.


Hal itu membuatnya sadar kalau punggung gadis itu masih belum sembuh benar, sehingga Tania tidak bisa duduk dengan nyaman.


"Apa punggungmu masih sakit?" Tanya Ares sedikit berbisik dengan mencondongkan tubuhnya mendekat Tania.


Akan tetapi karena saat ini suasana kelas sedang sepi sehingga suara bisikan Ares masih saja terdengar. Hal itu membuat semua murid langsung menatap padanya, begitu juga dengan guru yang sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas.


Ares melihat ke sekitar dan semua mata menatapnya. Sedangkan Tania yang juga menyadari hal tersebut tidak bereaksi apapun dan mencoba untuk bersikap biasa saja.


Hingga jam istirahat, Tania merapikan bukunya dan berencana untuk ke ruang OSIS. Pulang sekolah nanti gadis itu ingin membahas mengenai wacana merubah atau pun mengembalikan peraturan dulu di sekolah tersebut.


Langkahnya perlahan karena rasa nyeri di punggungnya terasa. Sesungguhnya gadis tersebut belum meminum obat pereda nyeri hari ini, itu semua karena Tania tidak sarapan saat pagi tadi. Karena itu pula dirinya terus merasa tidak nyaman saat pelajaran berlangsung.


Tania merasa semakin sakit saat di tengah koridor sekolah, sehingga gadis itu berhenti melangkah dan berpegangan pada tembok untuk mengambil napas dalam-dalam.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ares yang melihat kondisi Tania saat keluar kelas dan langsung menghampirinya.


Tania melihat pada Ares dan langsung mencoba berdiri tegak tanpa bertumpu pada tembok. Gadis itu tahu kalau saat ini mereka pun menjadi bahan tatapan para murid lainnya.


"Sejak tadi aku perhatikan kau duduk dengan tidak nyaman. Apa kau meminum obatmu tadi pagi?" Tanya Ares curiga.


Tania tidak menjawab, gadis itu lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya menuju ruang OSIS.


Ares mengerti pada sikap Tania karena saat ini semua mata mengarah pada dirinya. Itu membuatnya menjadi kesal juga, sehingga pemuda itu melihat pada mereka yang menatapnya.


"Apa yang kalian lihat?" Tanya Ares dengan tatapan tajam pada mereka yang melihat padanya. "Jangan berpikiran yang tidak-tidak, kami tidak memiliki hubungan apapun!! Aku hanya merasa harus bertanggung jawab pada kondisinya, karena semua yang terjadi padanya adalah kesalahanku!!"


Siapapun tak ada yang berani menjawab perkataan pemuda itu, bahkan mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain karena takut pada Ares.


Bruk!


Suara sesuatu terjatuh langsung mencuri perhatian Ares. Pemuda itu tersentak kaget saat melihat Tania sudah berada di bawah dengan kesadaran yang hilang.


Secepatnya Ares berlari padanya untuk melihat keadaan Tania. Pemuda itu mendesak masuk pada beberapa murid perempuan yang tengah melihat kondisi gadis itu.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja?" Ares langsung mengambil alih tubuh Tania untuk menanyakan keadaan Tania namun tak ada jawaban darinya.


Segera Ares membawa gadis itu dengan mengangkat tubuhnya dengan kedua tangan untuk membawanya ke ruang Unit Kesehatan Sekolah.


Ares memperhatikan ketika perawat sekolah sedang berusaha membuat Tania tersadar. Beberapa kali pemuda itu berdecak kesal melihat Tania yang masih tidak terbangun, semua itu karena rasa khawatir bercampur kemarahannya. Dia tahu kalau Tania pasti tidak meminum obatnya hari ini karena itu gadis itu seperti sekarang.


Tidak berapa lama Tania membuka matanya. Melihatnya membuat Ares bernapas lega. Segera pemuda itu menghampirinya dengan mendekati ranjang di mana gadis itu masih berusaha membenarkan pandangannya.


"Katakan, apa kau meminum obatmu tadi pagi?" Tanya Ares dengan wajah yang tertekuk karena rasa khawatirnya saat perawat sekolah keluar dari ruangan itu.


Tania tidak menjawab, gadis itu memijat keningnya karena rasa pusing yang dirasakan olehnya.


"Apanya yang bukan anak kecil? Kau melarangku untuk tidak menghubungimu untuk sekedar memastikan kau meminum obat, tapi yang terjadi seperti apa?!" Kesal Ares dengan bersungut-sungut.


"Sudahlah, itu bukan urusanmu." Tania terlalu malas menanggapi perkataan Ares. "Kau tidak perlu terlalu merasa bersalah pada apa yang—"


"Sudah berapa kali aku bilang, itu semua kesalahanku!! Karena itu aku ingin bertanggung jawab hingga kau benar-benar sembuh!! Apa aku harus mengatakannya jutaan kali padamu, hah?" Ares berbicara penuh dengan emosi karena rasa kesal yang tidak bisa dirinya tahan.


Tania sedikit tersentak karena suara Ares jauh lebih besar dari biasanya. Wajahnya juga terlihat sangat marah ketika mengatakan semua itu padanya.


"Kau pasti juga belum sarapan tadi pagi, kan?" Tatap Ares merubah raut wajahnya dan menurunkan nada suaranya. "Apa kau membawa obatmu?"


"Aku meninggalkannya." Jawab Tania dengan tatapan datar pada Ares.


Jawaban Ares membuat pemuda itu kembali berdecak tidak percaya, namun dirinya menahan emosinya agar tidak marah seperti sebelumnya.


"Berikan kunci tempat tinggalmu, aku akan mengambil obatmu." Seru Ares. "Apa ada di tasmu? Aku akan mengambil kuncinya dan langsung ke tempatmu. Tidurlah sampai aku datang."


Ares tidak menunggu jawaban Tania, dan langsung bergegas keluar ruangan meninggalkan gadis itu untuk mengambil obat di tempat tinggal Tania.


"Bodoh!" Ucap Tania dengan suara perlahan.


Gadis itu mengatai dirinya sendiri dengan kata itu, karena merasa dirinya harus melakukan sesuatu agar Ares tidak terus menerus menempel padanya. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Karena kesalahannya yang tidak sarapan dan meminum obat dengan benar, pemuda itu malah semakin mengkhawatirkannya.


Kayden membuka tirai di mana ranjang Tania berada di ruang UKS. Pria itu datang untuk melihat apa yang terjadi pada gadis itu selang sekitar dua puluh menit setelah Ares pergi.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Apa kau masih merasa sakit? Apa sebaiknya kita periksakan kembali ke rumah sakit? Seharusnya kau tidak keluar rumah sakit dulu jika belum benar-benar pulih." Ujar Kayden dengan kecemasan terpancar dari wajahnya.


"Tidak apa-apa. Ini semua hanya karena aku tidak meminum obatku hari ini." Jawab Tania sambil mencoba bangun dari posisi berbaring untuk duduk di atas ranjang.


"Kenapa kau tidak meminum obatmu? Itu sesuatu hal yang buruk. Kau harus meminumnya hingga kau benar-benar sembuh." Seru Kayden tidak mengerti dengan Tania. "Apa kau tidak ingin sembuh?"


"Tadinya aku merasa sudah lebih baik saat bangun tidur hari ini, karena itu aku tidak meminum obat-obat itu." Jawab Tania sambil membersihkan kacamata miliknya menggunakan ujung seragam sekolahnya. "Tapi ternyata itu hanya berlangsung sebentar. Rasa sakitnya kembali mulai terasa karena memang belumlah sembuh benar. Semua sama saja seperti perasaan seseorang, Kay."


Tania memakai kacamatanya dan menatap pada Kayden yang berdiri di dekat ranjang.


"Apa maksudmu?" Tanya Kayden tidak mengerti dengan perkataan Tania.


"Harmony Fleecysmith, apa itu nama wanita yang terus kau pikirkan saat sedang bersantai?" Tatap Tania ingin tahu.


Kayden merubah tatapannya saat mendengar nama seorang wanita yang dikatakan Tania.


"Dia adalah ketua OSIS yang tempo hari kau ceritakan. Seseorang yang mengatakan kalau tidak ada murid nakal di dunia ini dan yang ada hanyalah manusia yang tidak bertanggung jawab." Terang Tania dengan sangat serius melihat pada Kayden. "Dan murid nakal yang membuat gadis itu merubah peraturan sekolah adalah kau. Apa aku benar?"


Kayden mendengus dengan sebuah senyuman.


"Ya, kau benar. Aku murid nakal itu dan peraturan itu diubah juga karena aku. Tapi kau salah, aku tidak memikirkannya selama ini." Sanggah Kayden.


"Kau tidak perlu berbohong padaku. Aku selalu melihatmu saat kau sedang bersantai. Meski kau terlihat menikmati kesendirianmu namun sebenarnya ada sesuatu yang kau pikirkan—"


"Aku memikirkanmu." Sela Kayden membuat Tania terdiam. "Wanita yang aku pikirkan adalah kau. Aku menyukaimu, Tania."


Tania tidak merespon apapun. Gadis itu terdiam saat mendengar pengakuan Kayden yang sangat mendadak.


Srekk!


Keheningan yang terjadi sesaat terpecah saat Ares membuka tirai.


"Aku juga membelikanmu makanan. Sebelum minum obat kau harus makan terlebih dahulu." Ujar Ares berjalan lebih mendekat ke arah Tania hingga melewati Kayden. "Kau juga tidak sarapan kan tadi pagi?"


...–NATZSIMO–...

__ADS_1


__ADS_2