
Ares berjalan menuruni tangga dengan pakaian rapi dan lengkap dengan jaket kulitnya. Malam ini adalah hari yang sudah lama dia nantikan, yaitu hari di mana dirinya akan melakukan pertandingan balap motor melawan raja jalanan The Bloody Rose yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kayden—wali kelasnya.
"Kau mau ke mana, Kak?" Tanya Aphrodite yang duduk di sofa depan televisi bersama dengan kembarannya.
"Aku akan mengalahkannya. Kalian berdua harus memberiku selamat nanti." Jawab Ares tanpa menghentikan langkahnya menuju pintu keluar.
Kedua kembar saling tatap mendengar jawaban kakak laki-lakinya karena tidak mengerti maksud dari perkataannya.
"Semoga dia kalah." Ujar Athena meski tidak tahu apa yang akan dilakukan Ares.
Perkataannya itu membuat Aphrodite tertawa kecil.
"Ah iya, seharusnya tadi kita bilang padanya kalau kita bertemu dengan Kak Tania saat di mall." Seru Aphrodite. "Aku jadi memikirkan cinta segitiga di antara mereka. Kira-kira Kak Ares akan bersama dengan siapa ya nanti?"
"Jika jadi mereka berdua, aku akan mencari pria yang jauh lebih baik darinya." Sahut Athena.
...***...
Tania sedang berada di depan kamarnya. Duduk seorang diri di luar sambil mendengarkan musik yang gadis itu putar dari ponsel miliknya.
Mencoba untuk menikmati malam setelah lelah mengerjakan semua hal hari ini.
Kayden keluar dari rumahnya untuk melakukan pertandingan yang terakhir kalinya dengan Ares. Pria itu melihat pada Tania yang juga langsung menoleh pada dirinya.
"Kau akan pergi bermain lagi?" Tanya Tania saat melihat Kayden keluar dengan membawa tas besar yang selalu disandangkan ke punggungnya ketika hendak pergi berubah menjadi The Bloody Rose.
Kayden hanya mengangguk menjawab pertanyaan Tania tersebut.
"Tumben sekali kau berada di luar? Bukannya kau paling tidak suka duduk di sini karena banyak nyamuk?" Tanya Kayden merasa heran.
"Aku hanya sedang mencari udara karena merasa suntuk di dalam." Jawab Tania. "Sebentar aku juga akan masuk."
"Pergilah bermain dengan teman-temanmu agar menikmati kehidupanmu sebagai anak SMA. Kau akan menyesal nanti ketika tidak menikmatinya." Seru Kayden.
"Apa seperti itu?" Tania memastikan. "Apa kau juga menyesal? Kau sering duduk sendirian di sini, apa itu berarti dulu kau tidak menikmati masa SMA mu?"
Kayden menghela napas sambil kembali berjalan ke arah luar pekarangan. "Justru sebaliknya, aku sangat menikmati masa SMA-ku dulu."
Tania mendengus mendengar jawaban Kayden saat pria itu sudah pergi dari sana.
"Lalu kenapa dia sering duduk sendiri di sini kalau dia sangat menikmatinya?" Gumam Tania.
Tiba-tiba ponselnya masuk sebuah panggilan. Telepon yang merupakan dari pamannya—Wisnu yang juga tinggal di kota tersebut.
"Tania, apa kau sudah mendengar mengenai ibumu?" Tanya pamannya di ujung telepon.
__ADS_1
"Ibu? Ada apa dengannya? Ibu tidak memberitahuku apapun." Jawab Tania dengan raut wajah bingung dan menjadi panik mendengar ucapan pamannya.
"Sejak kemarin ibumu dirawat di rumah sakit karena asam lambungnya." Jawab Wisnu.
Mendengarnya, Tania langsung terkejut dengan rasa kekhawatiran menyelimuti dirinya seketika.
...***...
Ares dan Kayden sudah bersiap-siap di atas motor mereka, sedang menunggu aba-aba pertandingan dimulai akan diberikan.
"Kau yakin bisa mengalahkanku?" Tanya Kayden menoleh pada Ares di sampingnya.
"Diamlah! Aku pasti akan mengalahkanmu!" Seru Ares dengan kesal dan tetap memfokuskan dirinya menunggu aba-aba di mulai.
Pertandingan di mulai saat aba-aba diberikan, Ares langsung melesat dengan sangat cepatnya mengungguli Kayden yang berjalan lebih lambat.
Namun, Lagi-lagi ketika berada di tikungan dengan mudahnya Kayden menikung Ares dan unggul hingga akhir.
Untuk ketiga kalinya, Ares tetap tidak bisa mengalahkan Kayden, dan ini adalah pertandingan yang terakhir untuk mereka.
"Sialan!!" Geram Ares dengan sangat kesal hingga membanting helm-nya.
Kayden hanya menyunggingkan senyum dan tertawa kecil melihat rasa kesal dari muridnya itu.
"Pertandingan kali ini sama seperti pertandingan pertama. Kau benar-benar tidak belajar apapun, dasar bodoh!" Cerca Kayden.
Kayden terdiam sesaat, pria itu tampak berpikir terlebih dahulu, namun setelahnya memakai kembali helm-nya.
"Aku akan memberitahumu besok." Jawab Kayden menghidupkan kembali motornya.
"Apa maksudmu? Lalu apa perintah yang kemarin sudah tidak berlaku lagi?" Tanya Ares dengan cepat sebelum Kayden pergi.
"Sudahku bilang, akan aku beritahu besok." Ujar Kayden setelah itu langsung melesat pergi meninggalkan Ares.
Sekali lagi Ares menggeram dengan sangat kesal. Dirinya tetap tidak mampu mengalahkan raja jalanan The Bloody Rose.
Meskipun sebenarnya dia juga tahu kalau itu akan sulit, karena yang pemuda itu tahu, kemampuan Kayden setara dengan sepupunya Symphony yang merupakan pembalap profesional yang sedang ada di puncak karirnya saat ini.
Ares membuka matanya ketika pagi menjelang. Pemuda itu masih terus merasa kesal jika mengingat kekalahannya semalam dari Kayden.
"Argh! Sialan!! Hari mingguku jadi menjengkelkan seperti ini!!" Geram Ares yang baru saja membuka mata dan segera duduk di dengan rasa kesal di atas tempat tidurnya.
Dengan langkah yang gontai karena rasa mengantuk, pemuda itu berjalan ke meja makan untuk sarapan bersama kedua adiknya yang sudah ada di sana. Kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah saat ini.
"Kenapa kakak terlihat sangat kacau?" Tanya Aphrodite yang melihat tampilan lusuh Ares, bahkan pemuda itu masih belum mencuci mukanya.
__ADS_1
"Itu sudah pasti. Dia pasti kalah. Benar begitu kan, Kak?" Tersungging senyum mengejek Athena pada Ares.
"Diamlah!! Atau aku sumpal mulutmu dengan roti!!" Ares membanting roti yang baru dia ambil ke atas piring.
Athena hanya mendengus mendengar ancaman kakaknya.
"Kak, kemarin saat kami pergi dengan Kak Dyara, kami bertemu dengan Kak Tania di mall." Ucap Aphrodite.
"Benarkah? Mau apa dia ke mall? Dia bilang, tidak pernah ke sana sebelum waktu itu aku membawanya ke sana." Ujar Ares.
"Jadi kau pernah berkencan dengannya ke mall?" Tanya Athena dengan tatapan tidak percaya.
"Jadi siapa yang Kakak suka? Kak Tania atau Kak Dyara?" Kali ini Aphrodite menatap Ares dengan tatapan penasaran.
"Kenapa kalian ingin tahu? Tidak ada yang aku suka!!" Jawab Ares setelah itu menggigit roti miliknya.
"Tapi waktu itu kau mencium Kak Tania, dan kau menolak pelukan Kak Dyara." Seru Athena.
"Apa itu berarti kau menyukai Kak Tania?" Aphrodite langsung menimpali dengan cepat.
Ares tersedak mendengar perkataan kedua adiknya yang mengingatkan dirinya mengenai waktu itu saat dia mencium Tania saat belajar di kamarnya.
Secepatnya Ares minum untuk menghilangkan roti yang menyangkut di tenggorokannya.
"Sepertinya benar kau menyukai Kak Tania." Athena memicingkan matanya pada Ares.
"Aku rasa itu pilihan yang tepat. Tapi sebaiknya kau bilang dengan Kak Dyara dengan tegas kalau kau tidak menyukainya. Kau juga pasti tahu kalau dia sangat menyukaimu, kan?" Imbau Aphrodite dengan serius pada Ares.
"Kau juga harus mengatakan pada Kak Tania kalau kau menyukainya, sebelum semuanya terlambat." Tambah Athena.
Ares tidak berkata apapun mendengar perkataan itu, akan tetapi dalam benaknya, apa yang dikatakan padanya itu ada benarnya juga dan dirinya harus melakukan seperti yang dikatakan kedua adiknya.
Sehabis sarapan, Ares yang berada di kamar menghubungi ponsel Tania, akan tetapi gadis itu tidak menjawabnya. Beberapa kali Ares meneleponnya namun sayang tetap tidak ada jawaban.
"Kenapa sering sekali dia tidak menjawab telepon atau teleponnya tidak aktif." Decak Ares dengan kesal.
Terbersit pikiran dirinya untuk menghubungi Kayden, dengan cepat dan tanpa berpikir apapun lagi, Ares menelepon gurunya itu.
"Kebetulan sekali kau menelepon. Barusan juga aku ingin menghubungimu." Ujar Kayden yang menjawab telepon dari Ares. "Datanglah ke rumahku, aku akan memberitahumu sesuatu mengenai kekalahanmu tadi malam."
"Baiklah, aku akan ke sana." Jawab Ares. "Tapi tolong bilang pada si kacamata agar dia mengangkat telepon dariku."
"Tania? Sayang sekali dia tidak ada. Kemarin dia pulang ke kampung halamannya karena ibunya sakit dan sepertinya dia meninggalkan ponselnya di kamarnya." Jawab Kayden.
"Apa? Kapan dia akan kembali?" Ares terkejut saat mendengar perkataan Kayden.
__ADS_1
...–NATZSIMO–...