
Langit begitu cerah hari ini. Tania memutuskan pergi ke mall untuk membeli buku pelajaran yang akan dirinya gunakan untuk mengajar anak-anak yang les privat dengannya nanti.
Dengan langkah ringan gadis itu berjalan masuk ke dalam mall dan berniat langsung menuju toko buku. Sejak dirinya menjejakan kaki ke mall tersebut, gadis itu menjadi ingin mendatangi tempat itu selalu. Ditambah apa yang dirinya butuhkan saat ini, sepertinya hanya bisa dia dapat di toko buku di dalam mall tersebut.
Sambil memperhatikan ke sekeliling, Tania berjalan dengan mencari petunjuk di mana toko buku berada. Meski sebelumnya, dirinya melihatnya namun, dia tidak bisa mengingat di lantai berapa toko buku itu.
"Kalau tidak salah di lantai tiga." Gumam Tania sambil mencari-cari dengan menengadahkan kepalanya melihat ke atas.
"Kak Tania!"
Langkah Tania langsung terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya dari arah belakang.
Segera gadis itu membalikkan badannya untuk mencari tahu siapa yang memanggilnya seperti itu.
Tatapannya langsung mengarah pada kedua adik kembar Ares dan Dyara yang berjalan ke arahnya. Hal itu membuat Tania bertanya-tanya mengenai keberadaan Dyara bersama si kembar.
"Kau di sini juga, Kak?" Tanya Aphrodite saat berada dekat Tania.
"Ya, ada sesuatu yang ingin aku cari." Jawab Tania.
"Apa yang kau cari?" Kali ini Athena yang bertanya.
"Aku mencari beberapa buku. Saat ini aku ingin ke toko buku." Jawab Tania lagi.
"Toko buku? Kami juga ingin ke sana. Bagaimana kalau kita pergi bersama, Kak?" Ujar Athena.
"Benar, kita berempat ke sana bersama. Kami ingin membeli buku juga." Timpal Aphrodite.
Tania melihat pada Dyara yang hanya diam memandangnya. Dari tatapan gadis itu, dirinya tahu kalau keberadaannya tidak disukai olehnya.
"Ngomong-ngomong, kau kenal dengan Kak Dyara kan?" Tanya Athena pada Tania. "Semalam dia menginap di rumah kami."
Dyara tersenyum saat mendengar hal itu diucapkan oleh adik dari Ares. Dia merasa kalau dirinya lebih maju dari langkah Tania.
"Ya, kami kenal." Jawab Tania menyunggingkan bibirnya.
Di dalam toko buku, Tania memfokuskan dirinya dengan tujuannya semula ke tempat itu. Gadis itu mencari buku yang ingin dibelinya tanpa mau memikirkan hal lainnya yang menurutnya tidaklah penting.
"Tania..." Panggil Dyara yang mendekati Tania ketika kedua si kembar sedang menuju deretan buku yang dicarinya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tania menoleh pada Dyara.
"Semalam kau melihat unggahanku? Setelah memberikan suka kenapa kau membatalkannya?" Tanya Dyara dengan tujuan ingin membuat Tania merasa buruk.
"Ah itu, aku tanpa sengaja memberikan suka. Lalu aku berpikir kalau seharusnya aku tidak memberikan suka, makanya aku membatalkannya." Jawab Tania.
"Kenapa begitu?"
"Aneh saja rasanya. Tadinya aku ingin mengikuti akunmu tapi ketika aku buka aku merasa sebaiknya aku bertanya dulu padamu, apakah aku boleh mengikuti akunmu atau tidak." Terang Tania. "Tapi tanpa sadar aku memberikan suka itu—"
"Kau tidak perlu bertanya padaku untuk mengikutiku, semua pengikutku tidak ada yang bertanya sebelumnya padaku." Sambar Dyara.
"Jadi begitu, baiklah, aku akan mengikuti akun media sosialmu sekarang." Ujar Tania sambil mengambil ponselnya dan melakukan apa yang dikatakannya.
Dyara tetap menatap Tania dengan tatapan penuh selidik, karena gadis itu tidak mempercayai semua perkataan Tania.
"Apa benar hanya karena itu? Kau tidak sedang memata-matai kan?" Selidik Dyara. "Jangan bilang kau ingin tahu apa yang terjadi padamu dan Kak Ares."
"Sejujurnya memang begitu." Jawab Tania kembali melihat pada Dyara. "Aku ingin tahu juga ada apa dengan luka di wajahmu. Itu sesuatu hal yang buruk, jika seseorang menyakitimu, kau harus melaporkannya."
Mendengarnya, Dyara menjadi menghindari tatapan Tania.
"Apa kau tidak ingin melaporkan orang yang menyakitimu?" Tatap Tania.
"Apa kakak sudah menemukan bukunya?" Kehadiran Aphrodite bersama dengan Athena menghentikan percakapan Tania dan Dyara.
"Sebaiknya kita cepat ke kasir sebelum mengantri panjang." Seru Athena yang memperhatikan meja pembayaran.
Sehabis mereka membayar buku yang mereka beli, Tania merasa ingin langsung pulang karena sebentar lagi waktunya mengajar.
"Maafkan aku, aku harus segera kembali karena sebentar lagi waktuku mengajar." Ujar Tania ketika dirinya diajak untuk ikut makan siang bersama dengan mereka bertiga.
"Sayang sekali ya, Kak. Tapi mau bagaimana lagi, baiklah kalau begitu." Jawab Aphrodite. "Lain kali kita harus pergi bersama lagi seperti ini."
"Itu benar. Lain kali kita semua harus pergi berempat lagi." Tambah Athena.
"Maafkan aku, sepertinya aku tidak punya waktu dalam waktu dekat ini. Banyak hal yang harus aku lakukan dan sebentar lagi ujian kelulusan." Ucap Tania tanpa basa-basi.
Akhirnya Tania memisahkan diri dari si kembar dan Dyara. Gadis itu berjalan seorang diri keluar dari mall tersebut.
__ADS_1
Pikirannya menjadi memikirkan mengenai kebenaran Dyara yang memang menginap di rumah Ares, dan sekarang hal itu mengganggu dirinya.
"Ada apa denganku?" Gumam Tania karena merasa perasaannya menjadi tidak nyaman. "Akhir-akhir ini perasaanku menjadi terasa aneh."
Kedua kembar dan Dyara berada di tempat makan menikmati menu makan siang mereka di restoran Masakan Italia.
"Kak Tania itu sangat keren, dia hidup seorang diri di kota sebesar ini. Bahkan dia mencukupi hidupnya sendiri dan malah mengirimkan sejumlah uang untuk ibunya juga." Ujar Athena sambil mengunyah makanannya. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi dirinya."
"Itu benar sekali. Kita bertiga beruntung karena dilahirkan di keluarga yang sangat berkecukupan. Kita tidak perlu mencari uang untuk kebutuhan kita dan malah kita bisa menggunakan uang dengan bebas. Bukan begitu Kak Dyara?" Aphrodite melihat pada Dyara.
Dyara tampan terkejut dengan pertanyaan Aphrodite tersebut karena sebelumnya gadis itu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ya, kau benar. Aku sangat beruntung mempunyai kedua orang tua yang sangat kaya." Jawab Dyara terlihat memberikan senyumnya dengan terpaksa.
Waktu menunjukkan lewat dari jam satu siang. Aphrodite dan Athena bersama dengan Dyara meninggalkan mall untuk kembali ke rumah mereka.
Sebelumnya, kedua kembar tersebut mengantar Dyara terlebih dahulu pulang ke rumahnya.
"Rumah kakak sangat jauh dari sekolahmu. Pasti sangat melelahkan setiap harinya karena harus berangkat lebih pagi." Ujar Athena yang melihat ke luar jendela mobil.
"Tidak masalah, aku selalu bersemangat pergi sekolah setelah pindah ke sekolah yang sama dengan Kak Ares." Jawab Dyara memulas senyum simpul. "Sebaiknya aku turun di sini saja, aku ingin membeli sesuatu dulu."
"Ingin membeli apa, Kak? Kami akan temani dan setelahnya kami juga akan mengantar kakak pulang ke rumah." Imbau Aphrodite yang duduk di antara Dyara dan Athena.
"Kalau begitu tidak usah. Nanti saja aku meminta pelayan membelinya. Aku ingin segera beristirahat sekarang." Ucap Dyara dengan memberikan senyum dengan sedikit tawa.
Tidak berapa lama mereka tiba di depan rumah mewah. Dyara segera turun dari mobil.
"Terimakasih ya, karena sudah mengantarku. Maaf, aku sangat lelah dan ingin beristirahat. Lain kali kalian bisa masuk ke rumahku." Ujar Dyara saat turun dari mobil.
"Tidak masalah, Kak. Kakak istirahat saja, kami juga ingin segera pulang." Jawab Aphrodite dengan tersenyum.
Mobil yang ditumpangi si kembar kembali melaju meninggalkan Dyara yang memberikan lambaiannya untuk mengantar kepergian mereka berdua.
"Rumahnya lebih besar dari rumah kita." Ucap Athena dan setelahnya menoleh ke arah belakang mobil untuk kembali melihat pada Dyara. "Ke—kenapa dia berjalan pergi?"
Athena merasa aneh ketika melihat Dyara tidak masuk ke dalam pagar rumah yang menjulang tinggi dan malah berjalan pergi dari sana.
Aphrodite langsung menoleh melihat ke belakang untuk melihat apa yang dikatakan kembarannya.
__ADS_1
"Apa dia ingin pergi membeli hal yang tadi ingin dia beli?" Tanya Aphrodite sambil berpikir karena merasa heran juga.
...–NATZSIMO–...