PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
072. RASA CEMBURU


__ADS_3

Tania berjalan memasuki gedung sekolah sambil memikirkan apa saja yang tadi Ares lakukan padanya. Gadis itu merasa sangat heran akan perubahan sikap Ares padanya, meski begitu dirinya tidak ingin memikirkan hal-hal yang aneh pada pemuda itu.


"Dia memang bodoh, karena itu semua yang dilakukannya hanyalah hal yang aneh." Gumam Tania sambil membuka pintu ruang OSIS.


"Aku harap lain kali ketuk pintunya terlebih dahulu." Seru Tyaga yang menatap dingin pada Tania.


"Maafkan aku, tanpa sadar aku membukanya karena sudah terbiasa." Jawab Tania sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Tyaga.


"Sepertinya ada hal yang kau pikirkan? Ah, tunggu dulu. Aku lihat kau datang ke sekolah dengan Ares. Jangan bilang kalau kau menginap di rumahnya." Seru Tyaga dengan tatapan penuh selidik pada Tania.


Perkataan Tyaga membuat Tania tampak terkejut.


"Sepertinya benar, apa karena itu juga kau berjalan dengan memikirkannya hingga tanpa sadar membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu? Apa sesuatu terjadi di antara kalian?" Tanya Tyaga semakin penasaran.


"Kenapa kau jadi penasaran? Tidak ada yang terjadi antara aku dengannya." Jawab Tania.


"Ya itu bagus, bagaimanapun kau adalah mantan ketua OSIS, jadi jangan bertindak yang macam-macam apalagi hingga merusak reputasi sekolah." Imbau Tyaga setelahnya mengarahkan tatapannya pada layar laptop.


Tania hanya menghela napas panjang mendengar ocehan Tyaga. Tanpa diberitahu seperti itu pun, dia juga berpikir untuk tidak melakukan apapun yang bisa mencoreng reputasi sekolah.


Ketika jam istirahat tiba, saat Tania keluar dari kelas, Dyara langsung masuk ke dalam kelas tersebut di mana Ares masih berada di kursinya.


Semua mata langsung melihat pada kehadiran gadis tersebut. Sedangkan Ares melihat heran pada Dyara. Dia tidak mengerti kenapa gadis itu masih saja datang menemuinya.


"Kak, aku ingin bicara." Seru Dyara pada Ares.


Pada akhirnya, mereka berdua menuju tangga untuk berbicara berdua di sana. Beberapa murid yang berlalu lalang memperhatikan mereka berdua.


"Ada apa? Apa Shane menyakitimu lagi?" Tanya Ares.


"Bukan itu." Jawab Dyara. "Aku hanya ingin memastikan kalau alasan kau memintaku untuk tidak mendekatimu memang karena kau ingin fokus belajar, bukan karena hal lainnya."


Ares terdiam sesaat dan mengingat kembali kalau kemarin dirinya menolak gadis itu dengan alasan kalau dia hanya ingin fokus belajar dulu saat ini.

__ADS_1


"Ya, itu benar." Jawab Ares sedikit berbohong.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Dyara dan membuat Ares tampak heran.


"Memangnya ada apa?" Selidik Ares dengan mengernyitkan dahinya.


"Tadi pagi aku melihatmu dengan mantan ketua OSIS datang bersama ke sekolah. Aku pikir kalau kalian mungkin saja berpacaran karena itu kau menolakku, dan alasan yang kau bilang padaku itu hanyalah karangan."


Ares tidak menjawab, pemuda itu hanya menelan salivanya, karena pada dasarnya alasan yang dibuatnya itu memanglah sebuah karangan belaka.


"Kalau begitu seharusnya aku tidak perlu memberi tahumu mengenai sesuatu hal." Ujar Dyara.


"Mengetahui sesuatu? Sesuatu apa?" Tanya Ares penasaran.


Dyara membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah gambar di galeri foto miliknya.


Foto tersebut adalah foto di mana Tania dan Tyaga duduk bersama di depan minimarket kemarin sebelum mereka pergi bersama ke rumah Ares.


"Baru saja foto ini beredar di forum website dan grup chat. Mereka terlihat sangat akrab. Ya, aku juga berpikir seperti itu, bagaimanapun mereka sama-sama mantan ketua OSIS dan ketua OSIS yang baru. Tapi banyak yang mengira kalau sebenarnya mereka saling menyukai atau pun sudah berpacaran. Apalagi sejak Tyaga menjabat sebagai ketua OSIS, mereka selalu bersama di ruang OSIS." Ujar Dyara panjang lebar.


"Benarkah seperti itu, Kak? Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Dyara. "Saat ini mereka berdua juga berada di dalam ruangan OSIS dan hanya berdua saja. Bisa saja mereka bukannya mengerjakan tugas OSIS tapi melakukan hal yang lainnya."


"Apa maksudmu? Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. Mereka berdua tidak memiliki hubungan dan tidak ada yang akan mereka lakukan kecuali mengerjakan tugas OSIS." Sanggah Ares dengan wajah kesal.


"Kenapa jadi kau yang kesal? Bukannya itu tidak ada kaitannya dengamu, Kak?" Tanya Dyara melihat heran. "Oh iya, sabtu ini adalah ulang tahunmu, kan? Apa aku bisa mengajukan diri sebagai pendampingmu? Kau belum punya pendampingkan? Akan aneh jika tidak ada yang berdiri di sampingmu saat acara itu."


"Tidak masalah, aku tidak berpikir seperti itu. Aku tidak membutuhkan pendamping di acaraku sendiri." Jawab Ares. "Sudahlah, sepertinya apa yang kau bicarakan semuanya memang tidak ada kaitannya denganku karena itu kau tidak perlu repot-repot mengatakannya padaku."


"Baiklah Kak, kalau begitu aku akan kembali ke kelasku. Oh iya, sebaiknya pikirkan lagi tawaran tadi." Ucap Dyara setelahnya berjalan pergi meninggalkan Ares.


Ares masih menatap heran pada kepergian Dyara. Dia masih tidak habis pikir kenapa gadis itu masih saja berusaha mendekatinya dengan ingin menjadi pendampingnya di acara ulang tahun dirinya sabtu ini.


"Seharusnya aku tidak mengadakan acara itu, benar-benar memalukan. Aku ini kan bukan anak kecil. Siapa yang akan mendampingiku di acara itu? Tidak mungkin aku meminta si kacamata." Gumam Ares sambil melangkah menaiki tangga.

__ADS_1


Pemuda itu berniat untuk menemui Kayden yang biasa berada di atap sekolah saat sedang jam istirahat. Dia ingin memberitahukan kabar mengenai sepupunya yang tidak bisa hadir di acara ulang tahunnya sabtu ini.


Namun ketika dia masuk, tidak ada siapapun di sana. Kayden yang biasanya merokok, tidak ada di tempat tersebut.


"Kemana dia? Hari ini aku juga belum melihatnya." Tanya Ares menghela napas saat berada di atap gedung sekolah.


Sambil menuruni tangga, Ares membuka forum sekolah untuk melihat kabar mengenai foto yang tadi diperlihatkan Dyara padanya.


Banyak sekali komentar yang mengatakan kalau Tania sangat serasi jika bersama dengan Tyaga, semua itu karena sifat mereka berdua yang hampir serupa.


Membacanya, Ares menjadi kesal. Dengan menggunakan Anonymous, pemuda itu memberikan komentarnya.


Mereka berdua sama sekali tidak serasi. Akan selalu terjadi pertengkaran kalau mereka berdua menjadi sepasang kekasih.


Setelah memberikan komentar seperti itu, Ares tersenyum senang dan memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.


"Aku merasa mereka berdua memang serasi. Ya meski ketua OSIS yang baru lebih muda tapi sifatnya lebih terlihat dewasa." Ujar seorang murid perempuan yang melintasi bawah tangga di mana Ares sedang berada di anak tangga terakhir.


"Kau benar sekali, mereka sangat cocok." Timpal temannya yang berjalan di samping murid perempuan yang pertama.


Mendengarnya Ares menjadi kesal namun pemuda itu tidak ingin memikirkannya lebih lanjut dan memilih untuk kembali ke kelasnya saja.


Ketika dia masuk ke dalam kelas, semua murid di kelas sedang bergosip mengenai Tania dan Tyaga, mendengarnya membuat Ares menjadi memanas.


Segera pemuda itu kembali berjalan keluar kelas dan melebarkan langkahnya mengarah ke ruang OSIS.


Tanpa basa-basi, dia langsung membuka pintu ruangan tersebut dan membuat kedua orang yang berada di dalam menjadi terkejut, begitu juga dengan beberapa murid yang berada di luar ruangan. Mereka memperhatikan apa yang terjadi di dalam.


"Kenapa kau masuk ke sini? Sudah ku katakan kalau kau tidak boleh sembarangan masuk—"


"Apa anggota OSIS hanya kalian berdua?" Potong Ares dengan kesal. "Kenapa hanya kalian berdua yang selalu bertemu di pagi hari, dan di jam istirahat seperti ini? Semua murid sampai salah sangka dan berpikiran yang tidak-tidak mengenai kalian berdua!!"


"Lalu apa hubungannya denganmu? Kenapa kau yang terlihat kesal dengan semua kabar yang beredar itu?" Tanya Tyaga dengan tatapan dingin pada Ares.

__ADS_1


...@cacing_al.aska...


__ADS_2