PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
068. SINGKIRKAN DARI SEKOLAH


__ADS_3

Perkataan Tyaga yang mengatakan akan menyingkirkan murid yang berpotensi merusak nama sekolah, membuat Tania semakin yakin kalau Ares dalam bahaya. Ditambah dengan perkataan terus terang pemuda itu yang bilang kalau Ares ada di urutan pertama yang akan dikeluarkan dari sekolah olehnya.


"Apa kau tidak setuju denganku?" Tanya Tyaga. "Seharusnya kau pun juga tahu kalau apa yang aku katakan memang benar. Selama enam bulan dia tidak masuk ke sekolah, bahkan dia tidak mengikuti ujian semester ganjil. Seharusnya sekolah sudah mengeluarkannya sejak dulu. Setelah dia pindah ke sekolah kita, dia menjadi contoh yang buruk untuk semua murid lainnya."


"Tapi itu dulu. Sekarang dia sudah berubah. Maksudku, saat ini dia sudah selalu masuk ke sekolah dan mengikuti pelajaran dengan baik. Bahkan nilainya pun juga lumayan baik." Sahut Tania mencoba membela Ares.


"Tapi bukan berarti dia tidak akan mendapatkan sanksi dari pelanggaran yang sebelumnya dia lakukan. Dan juga aku tidak benar-benar yakin kalau dia berubah dan tidak akan pernah melakukan pelanggaran lagi." Pungkas Tyaga.


"Aku akan memastikan itu. Dia tidak akan melakukan pelanggaran apapun lagi hingga lulus nanti." Ujar Tania dengan penuh keyakinan.


Tyaga mendengus mendengar perkataan Tania. Tidak dirinya sangka kalau ketua OSIS sebelumnya yang dia tahu sangat tidak mentolerir pelanggaran, menjadi membela seseorang yang merupakan biang perusak sekolah.


"Sudahlah, sekarang aku harus pergi. Dia pasti sudah menungguku dengan kesal." Seru Tania setelah itu menghabiskan susu kotak yang dibelinya.


"Siapa? Kau ingin ke mana? Siapa yang akan kau temui?" Tanya Tyaga penasaran.


"Ares. Aku berjanji padanya untuk membantunya belajar. Aku juga sudah memintanya untuk mengikuti semua perkataanku jika dia ingin lulus, karena itu aku yakin sekali kalau dia sudah berubah." Jawab Tania sambil merapikan barang bawaannya.


"Benarkah? Kenapa kau seyakin itu?"


"Ikutlah denganku, aku rasa tidak masalah kalau kau juga melihat perubahannya." Seru Tania.


Tyaga menyetujuinya dan pergi bersama dengan Tania menuju rumah Ares.


Setelah menempuh waktu lima belas menit, mereka berdua tiba di rumah Ares. Segera mereka masuk sesudah petugas keamanan membukakan pintu gerbang.


Tidak lama setelah Tania menelan bel, pintu rumah tersebut terbuka. Tidak gadis itu kira kalau Ares sendiri yang membuka pintu rumahnya.


Semula bisa Tania lihat kalau Ares terlihat senang namun setelah melihat ke arah Tyaga yang berdiri di samping kanannya, ekspresi itu menghilang dan wajahnya kembali tertekuk seperti biasanya.


Ares tidak menanggapi perkataan Tyaga saat dirinya membuka pintu untuk mereka. Pemuda itu melirik kesal pada Tania.


"Masuklah." Seru Ares langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Tania beserta Tyga mengikuti langkah Ares untuk masuk ke dalam rumah.


Kedua adik Ares yang sedang menonton langsung menoleh ke arah mereka bertiga, begitu juga dengan Tasya yang langsung berjalan mendekati.


"Selamat malam nyonya, aku minta maaf karena datang lagi ke rumah ini." Ujar Tania.

__ADS_1


"Justru aku menunggu-nunggu kehadiranmu di rumah ini lagi." Jawab Tasya memulas senyum ramah. "Siapa pemuda tampan ini?" Tasya melihat pada Tyaga yang berdiri di samping Tania.


Ares terlihat semakin kesal saat mendengar Ibunya mengatakan kalimat tersebut pada orang yang membuatnya kesal sejak kemarin.


"Dia adalah ketua OSIS baru di sekolah kami, nyonya."


"Namaku Tyaga Zeza Jayantaka. Maaf, aku datang dengan tiba-tiba ke rumah anda." Ucap Tyaga menimpali perkataan Tania.


"Dia sangat tampan. Pantas saja ada yang terlihat kesal." Oceh Athena dengan maksud menyindir Ares.


"Wah, inisial nama mereka sama, itu membuat mereka terlihat seperti pasangan serasi." Tambah Aphrodite.


Mata Ares mendelik dengan kesal melihat kedua adiknya yang mengoceh dengan sangat jelas, dan siapa pun bisa mendengarnya.


"Ayahmu Zeno Royce Jayantaka? Kebetulan sekali, dia juga teman keluarga kami." Ujar Tasya. "Sebaiknya kita makan malam dulu sekarang. Kalian ingin belajar bersama kan? Oh iya, kau bilang kau adalah ketua OSIS yang baru, kalau begitu itu berarti kau tidak seangkatan dengan Es dan Tania?"


"Benar, aku ada di angkatan di bawah mereka berdua." Jawab Tyaga. "Tapi aku datang ke sini juga karena ingin membantu anak anda belajar."


"Benarkah itu? Dia kelas XI tapi ingin membantumu belajar, Kak." Pukau Athena pada Ares.


"Dia keren sekali." Aphrodite tampak terpesona melihat Tyaga. "Baiklah, aku ingin masuk sekolahmu, Kak Es."


"Jangan didengarkan ocehan mereka berdua. Ayo, sebaiknya kita makan malam bersama, setelah itu kalian bisa belajar bersama." Seru Tania mempersilakan dengan gestur tangannya agar mereka semua menuju meja makan.


"Aku sangat berterimakasih sekali, ketua OSIS yang baru bersama ketua OSIS sebelumnya sampai datang ke rumah ini untuk membantu Ares dalam belajar." Ujar Tasya yang duduk di kursi tunggal antara putranya dan Tyaga. "Sekolah kalian memang sekolah terbaik, bahkan ayah Ares juga mantan ketua OSIS di sana dan menjadi lulusan terbaik di negara ini."


"Ya, tentu saja kami sudah mendengarnya. Bahkan pencapaian suami anda belum ada yang bisa menandinginya." Ujar Tyaga.


"Dia keren sekali, Kak." Komen Aphrodite berbisik pada Ares yang duduk di sebelahnya, meskipun begitu semua yang ada di sana mendengar perkataan gadis tersebut.


Ares tidak berkata apapun, pemuda itu hanya memotong kasar daging steak yang menjadi menu makan malam, dengan sebuah tatapan melirik kesal pada Tyaga.


"Apa kalian berdua hanya berteman? Kenapa kalian tidak berpacaran saja?" Tanya Athena terus terang. "Kalian berdua memiliki banyak kesamaan. Kalian pasangan yang serasi."


"Justru karena mereka sama makanya lebih baik mereka tidak berpacaran. Pasti hanya ada pertengkaran di antara mereka."


"Kalian berdua jangan mengoceh hal yang macam-macam." Tegur Tasya.


"Tenang saja Kak, aku akan mendukungmu." Kali ini Aphrodite berkata lebih berbisik hingga hanya Ares yang mendengarnya.

__ADS_1


"Tidak, kami hanya senior dan junior. Bahkan kami bukan teman." Jawab Tyaga menjelaskan.


"Syukurlah kalau begitu." Jawab Athena sambil melirik pada Ares.


Sedangkan Aphrodite menyenggol lengan kakaknya yang hanya diam saja sejak tadi, memberi isyarat kalau dirinya tidak perlu khawatir.


Sehabis makan malam, Ares bersama dengan Tania dan Tyaga masuk ke dalam kamarnya. Mereka berniat untuk belajar bersama saat ini.


"Jadi kalian berdua sering berada bersama di dalam kamar ini?" Tanya Tyga merasa heran mengetahui hal tersebut.


"Ya, kami belajar di sini agar si kembar tidak mengganggu kami." Jawab Ares sambil menggeser kursi yang akan di dudukinya.


Tyaga mendengus mendengarnya. Untuknya sangat berbahaya seorang wanita dan pria berada di dalam kamar bersama.


"Ada apa? Kau berpikir yang macam-macam? Aku bukan pria rendahan seperti itu, apalagi dia sama sekali bukan tipeku." Protes Ares.


"Sudahlah, itu tidak penting. Kita mulai belajarnya agar aku bisa segera pulang." Seru Tania yang duduk di kursi di samping Ares di meja makan.


Tyaga menghela napas sambil berjalan menuju meja belajar untuk bergabung.


"Aku tidak yakin kalau tidak ada hal yang terjadi saat kalian bersama." Gumam Tyaga sambil duduk di kursi kosong yang sedikit jauh dari Tania.


"Kau benar, dia pernah menciumku di si—" Jawab Tania namun perkataannya tidak sampai selesai karena Ares lebih dulu membungkam mulutnya.


Mendengarnya Tyga mendengus heran karena dugaannya benar.


"Kenapa kau menutup mulutku?" Kesal Tania pada Ares.


"Jangan mengatakan hal yang tidak perlu!!" Seru Ares menatap Tania yang wajahnya sangat dekat di pandangannya.


Keduanya langsung mengingat apa yang terjadi tadi saat jam istirahat di ruang OSIS, ketika Ares mencium Tania dengan tidak seperti biasanya.


Ares maupun Tania langsung memalingkan wajah mereka berdua dengan sama-sama memerah.


Tyaga menghela napas melihat tingkah kedua orang itu. Dia tahu kalau sesuatu terjadi pada mereka berdua.


"Sebaiknya kita mulai saja, biar semua ini berakhir dengan cepat." Seru Tyaga. "Dengarlah, aku di sini ingin memastikan sesuatu, dan jujur saja kau adalah orang pertama yang akan aku keluarkan dari sekolah setelah peraturan yang baru itu diterapkan."


"Apa-apaan kau?!" Ares menoleh dengan wajah menjadi sangat kesal mendengar perkataan Tyaga.

__ADS_1


"Karena itu, jangan melakukan apapun yang bisa membuatmu dengan mudah aku singkirkan dari sekolah. Kau mengerti, Panglima Perang?" Seru Tyaga lagi dengan tatapan tajam yang dingin.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2