
kehadiran kedua adik perempuan Ares yang memergoki Suara, membuat gadis itu menjadi bingung harus menjawab apa.
"Kenapa kau membuka pintu kamar Kak Es?" Tanya Athena menambahkan pertanyaan kembarannya sebelumnya.
"A—aku... Aku ingin meminjam pengisi daya baterai ponsel pada Kak Ares. Ponselku kehabisan baterai dan aku tidak membawa pengisi dayanya, karena itu aku ke sini untuk meminjam tapi Kak Es tidak membuka pintunya setelah aku mengetuknya beberapa saat. Maka dari itu aku langsung membukanya dan kebetulan pintunya tidak terkunci." Jawab Dyara menerangkannya dengan sebuah kebohongan yang gadis itu karang dengan cepat. "Tapi ternyata Kak Ares tidak ada di kamarnya."
Aphrodite dan Athena langsung melongok ke dalam kamar untuk memastikan Ares benar tidak ada di sana.
"Ke mana Kak Es?" Tanya Aphrodite dengan heran.
Kedua kembar itu saling tatap karena tidak tahu kalau kakak laki-laki mereka pergi meninggalkan kamarnya.
"Sepertinya dia pergi menemui Kak Anton." Ujar Athena. "Sudah sering dia pergi tengah malam seperti ini, tapi tidak aku sangka kalau dia akan tetap pergi malam ini, padahal kau ada di sini."
"Ya, aku juga berpikir seperti itu sebelumnya, akan tetapi dia tetap pergi." Timpal Aphrodite menambahkan perkataan kembarannya.
Dyara hanya bisa menahan rasa kecewanya karena rencananya gagal untuk memotret Ares yang sedang tertidur, guna untuk menunjukkan pada siapapun terlebih pada Tania, kalau dirinya dan Ares memiliki hubungan yang spesial.
"Ada apa Kak?" Tanya Aphrodite saat melihat Dyara tampak berpikir.
"Ah tidak ada apa-apa." Sanggah Dyara dengan menutupi dirinya dengan tersenyum.
"Sepertinya pengisi dayaku juga cocok dengan ponselmu. Aku akan meminjamkannya padamu." Ucap Athena dengan berbaik hati.
...***...
Matahari turun dengan cepat, Ares masuk ke dalam pekarangan rumahnya dengan motornya setelah dia kembali dari bertemu dengan teman-temannnya.
Seperti yang dikatakan pemuda itu pada ayahnya, kalau dirinya akan pulang saat pagi dan ikut sarapan bersama dengan keluarganya.
Ares masuk ke dalam rumahnya dan langsung melihat keluarganya sudah bersiap-siap di meja makan untuk sarapan, Dyara juga ada di sana.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian semuanya, kecuali Athos yang tidak ada di sana karena ayahnya itu sudah pergi meninggalkan rumah untuk perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Selamat pagi, Es. Kau sudah pulang?" Sapa Tasya saat melihat putranya hadir. "Duduklah, kami baru saja akan memulai sarapannya."
__ADS_1
Ares langsung duduk di kursi kosong di sebelah kiri Dyara. Gadis itu memberikan senyumnya padanya juga.
"Selamat pagi, Kak. Kau dari mana?" Tanya Dyara menoleh pada Ares.
"Benar, kenapa kau pergi di saat ada temanmu yang menginap di rumah?" Seru Athena.
"Memangnya ada apa? Papa tidak melarangku pergi." Sahut Ares sambil membuka jaket yang dikenakannya.
"Sudahlah, kita sarapan dulu." Ujar Tasya agar mereka semua segera menikmati sarapannya yang berupa roti panggang.
"Kak, minggu depan itu ulang tahunmu. Apa kau tidak ingin merayakannya?" Tatap Aphrodite pada Ares yang duduk dihadapannya.
"Benar, kau harus merayakannya karena ulang tahunmu yang ke tujuh belas tahun Papa dan Mama pergi keluar negeri karena pekerjaan." Athena menimpali. "Mama, Papa akan pulang sebelum minggu depan kan?"
"Tidak, aku bukan anak kecil. Untuk apa merayakannya." Jawab Ares dengan mulut yang dipenuhi dengan makanan.
"Papa akan pulang satu hari sebelum akhir pekan besok." Ucap Tasya. "Itu ide yang bagus, Es. Ulang tahunmu jatuh di akhir pekan minggu depan, kita akan merayakan ulang tahunmu."
"Itu ide yang bagus tante." Seru Dyara terlihat antusias mendengar hal tersebut. "Kau harus membuat pesta meriah, Kak. Pasti akan menyenangkan."
"Tentu saja, mama akan membuat pesta yang meriah untukmu, Es." Ucap Tasya yang duduk di kursi tunggal yang biasa di duduki suaminya. "Kau bisa mengundang semua teman-temanmu."
Tidak ada yang dikatakan Ares selanjutnya. Pemuda itu membiarkan ibunya melakukan apapun yang diinginkannya, meski dirinya pada dasarnya tidak ingin merayakan ulang tahunnya namun tak ada yang bisa dia lakukan karena tidak ingin membuat ibunya kecewa sehingga dia hanya bisa menurut saja.
"Aku sangat mengantuk, dan ingin tidur seharian." Ujar Ares setelah menghabiskan sarapannya. "Maaf ya, aku tidak bisa mengantarmu pulang." Ares berbicara pada Dyara.
"Kak—"
"Kami berdua akan pergi mencari buku, kau bisa pergi bersama kami dulu, Kak Dyara." Seru Aphrodite menyela apa yang ingin dikatakan Dyara pada Ares.
"Itu bagus." Jawab Ares sambil beranjak dari tempat duduknya.
Dyara hanya bisa melihat Ares yang berjalan pergi meninggalkan meja makan dan naik ke lantai dua untuk masuk ke dalam kamarnya.
Tasya memperhatikan Ares dan Dyara. Bisa dia lihat kalau putranya tampak tidak terlalu memedulikan Dyara yang berada di sana.
__ADS_1
"Pasti dia belum tidur karena itu saat ini dia akan pergi tidur karena sangat mengantuk." Ucap Tasya pada Dyara yang masih menoleh memperhatikan kepergiaan Ares. "Jika kau mau, aku bisa mengantarmu pulang, Dyara."
"Tidak Tante. Aku akan ikut ke mall dulu dengan Aphrodite dan Athena sebelum pulang nanti." Jawab Dyara dengan memulas senyuman.
Kedua kembar Aphrodite dan Athena bersama dengan Dyara pergi ke mall.
Dyara menemani kedua adik Ares tersebut yang ingin pergi membeli buku di toko buku yang ada di mall.
"Jadi Kak Ares akan berulang tahun sabtu depan?" Tanya Dyara saat dirinya bersama dengan si kembar berada dalam mobil, di perjalanan menuju mall. "Kalau begitu, apa yang harus aku belikan untuknya? Apa yang dia suka?" Dyara menoleh pada kedua kembar yang duduk berjajar di samping kirinya.
"Apa ya?" Aphrodite yang duduk di tengah-tengah antara Dyara dan kembarannya tampak berpikir. "Kenapa kakak tidak menanyakannya langsung saja padanya?"
"Ya, itu lebih bagus. Dengan begitu kau bisa memberikan apa yang benar diinginkan olehnya." Athena menambahi.
"Aku ingin memberikan kejutan padanya. Apa kalian berdua tidak bisa membantuku untuk mencari tahu apa yang kakak kalian inginkan?" Tanya Dyara dengan tatapan sedikit memohon.
"Aku tidak yakin karena Kak Es selalu sering berubah-ubah. Hari ini dia suka hal ini, hari esok dia suka yang lainnya, karena itu kami tidak tahu apa yang paling dia suka." Jawab Aphrodite. "Tapi aku dan Thena akan mencoba mencari tahu, nanti kami akan memberitahumu, Kak."
Dyara tersenyum mendengar jawaban Aphrodite. Dia bersyukur karena merasa semuanya menyukai dirinya.
Tidak berapa lama mereka semua sampai di mall. Segera ketiga gadis itu keluar dari mobil yang mengantar mereka dan masuk ke dalam mall yang ukurany sangat besar tersebut.
"Kita akan langsung ke toko buku, setelah itu kita bisa melihat-lihat yang lainnya." Ujar Athena saat mereka bertiga melangkah masuk ke dalam mall.
"Bu—bukannya itu adalah Kak Tania?" Tanya Aphrodite menunjuk seorang gadis yang berjalan di depan mereka dengan jarak tidak terlalu jauh.
"Aku pikir itu juga dia." Jawab Athena. "Kak Tania!" Panggil gadis itu secara spontan.
Mereka bertiga melihat ketika gadis yang dipanggil tersebut menoleh pada mereka.
"Ternyata benar." Ucap Aphrodite tersenyum.
Dyara langsung merasa tidak enak saat melihat sosok Tania, gadis yang dirinya anggap sebagai saingannya dalam merebut hati Ares.
...–NATZSIMO–...
__ADS_1