PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
051. RUANG OSIS


__ADS_3

Keesokan harinya, Tania yang berangkat ke sekolah mampir ke minimarket yang tidak jauh dari sekolahnya.


Waktu masih menunjukkan kurang dari jam enam pagi ketika gadis itu memilih-milih roti berserta susu kotak yang menjadi sarapannya.


Minimarket masih sangat sepi saat dia datangi. Ketika dirinya hendak membayar di kasir, tatapannya mengarah ke luar minimarket.


Dyara muncul dan hendak berjalan masuk ke dalam minimarket. Tatapan gadis itu berubah saat melihat Tania memandang kehadirannya.


Terlihat wajah terkejut Dyara, dan Tania menyadarinya.


"Kau ada di sini?" Sapa Dyara yang langsung merubah wajahnya dan memberikan sebuah senyuman seperti biasanya. "Membeli sarapan?"


"Ya, seperti biasa aku membeli sarapan di sini. Tapi untuk beberapa hari ini aku tidak ke sini karena datang siang ke sekolah." Jawab Tania sambil menerima uang kembalian yang diberikan kasir padanya dan mengucapkan terimakasih.


"Jadi seperti itu..." Ucap Dyara dengan nada suara yang tidak terlalu terdengar oleh Tania.


"Lalu apa kau juga ingin membeli sarapan?" Tanya Tania.


"Y—ya, aku ke sini juga ingin membeli sarapan." Jawab Dyara dengan memulas sebuah senyuman.


"Kenapa kau tidak sarapan di rumah? Itu lebih sehat."


"Ka—kadang aku bosan dengan makanan di rumahku." Jawab Dyara.


"Tapi ini masih terlalu pagi ke sekolah, dan kenapa kau berjalan kaki? Apa kau tidak diantar? Untuk gadis kaya sepertimu, kau sangat aneh." Tanya Tania lagi.


Dyara tidak langsung menjawab. Gadis itu tampak bingung dilihat dari raut wajahnya.


"Jangan-jangan kau sedang bertengkar dengan orang tuamu?" Tatap Tania penuh tanya. "Sebaiknya kau tidak bertengkar dengan mereka, apalagi sampai kau marah dan pergi. Orang tuamu pasti sangat bersedih."


Dyara terlihat serius mendengar perkataan Tania, bahkan tak sedikitpun gadis itu berkedip.


"Baiklah, aku duluan ya. Aku harus mengurus sesuatu untuk rapat OSIS nanti." Ujar Tania setelahnya berjalan keluar dari minimarket tersebut.


Wajah Dyara terlihat tidak senang saat melihat kepergian Tania. Semua itu karena perkataan Tania tadi.


"Kau tidak tahu apapun, seharusnya kau diam saja." Dyara bergumam tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung Tania yang sudah berada di luar minimarket.


Tania berada di depan gerbang sekolah untuk memperhatikan seragam para murid yang baru saja hadir ke sekolah, bersama dengan anggota OSIS lainnya.

__ADS_1


Gadis itu heran ketika Ares berjalan masuk ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak biasanya pemuda itu datang ke sekolah tanpa motornya.


Motor Ares sedang dibawa ke bengkel sehingga pemuda tersebut menumpang di mobil yang mengantar kedua adik kembarnya ke sekolah. Semua demi mempersiapkan pertandingannya dengan Kayden.


"Berhenti!" Hadang Tania saat Ares melewati dirinya.


Dengan santai Ares berhenti dan berbalik melihat pada Tania.


"Masukan seragammu!" Seru Tania setelah gadis itu mendekatinya.


"Bagaimana kalau aku tidak mau? Apa kau akan memasukkannya untukku?" Tanya Ares memperlihatkan wajahnya yang menantang.


Tersungging senyuman skeptis di wajahnya.


"Benny, bantu dia memasukkan seragamnya." Tania memanggil salah seorang anggota OSIS yang berjenis kelamin laki-laki.


"Ba—baiklah, akan aku masukkan sendiri." Ujar Ares segera memasukkan seragamnya. "Sudah kan?"


Melihatnya, Tania langsung berjalan menjauh dari Ares dan kembali ke tempatnya tadi untuk menertibkan murid lainnya yang baru saja masuk ke sekolah.


Ares kesal karena Tania tidak terlalu meladeninya. Pemuda itu berbalik dengan mendesis melampiaskan kekesalannya sambil berjalan mengarah ke gedung sekolah.


"Kak Ares." Panggil Dyara yang muncul dari dalam gedung sekolah memanggil Ares.


"Hari ini apa kita akan pergi bersama lagi? Kemarin itu sangat menyenangkan. Aku sangat suka es krimnya." Ujar Dyara.


Gadis itu dengan sengaja membahas apa yang mereka lakukan kemarin.


Bahkan karena unggahan gadis itu di akun media sosialnya kemarin, kabar kalau dirinya dengan Ares pergi bersama menjadi pembicaraan di sekolah, dan itu membuat kalau dugaan mereka berdua berpacaran adalah benar.


"Bagaimana Kak? Ah, aku lupa. Baiklah, kita tidak usah pergi. Kau harus belajar karena ujian kelulusan semakin dekat." Lanjut Dyara sambil berjalan bersama dengan Ares.


"Ya, kita tidak bisa pergi." Jawab Ares bingung harus menanggapi gadis itu seperti apa.


Jam istirahat tiba, Tania berada di ruang OSIS seperti biasanya.


Tania memakan roti sambil sibuk mengerjakan tugasnya sebagai ketua OSIS. Dia masih berusaha menyusun peraturan sekolah yang baru, agar bisa dibawa ke kepala sekolah secepatnya.


"Sepertinya memang seharusnya aku menambah larangan berpacaran di sekolah." Ucap Tania sambil berpikir.

__ADS_1


Gadis itu kembali teringat saat Dyara menghampiri Ares tadi, namun tidak lama dirinya kembali teringat pertemuannya dengan Dyara di minimarket tadi pagi.


Untuk ukuran gadis sepertinya, sikap Dyara sangat aneh.


Itu membuatnya kembali teringat dengan perkataan Kayden kemarin. Sesuatu mengenai alamat yang tertulis di formulir pendaftaran ketua OSIS, dan berkas kepindahan Dyara, berbeda.


Itu membuat Tania menjadi penasaran. Gadis itu langsung meletakkan roti yang di genggamnya, dan dengan serius mencari salinan formulir pendaftaran yang ada di tumpukan berkas-berkas lainnya, di atas meja.


Diambilnya salinan formulir milik Dyara dan membaca alamat rumah gadis itu. Di sana tertulis alamat yang waktu itu dirinya beserta Kayden mengantar Dyara.


Jika di perhatikan tidak ada yang aneh, karena Dyara memang terkenal sebagai gadis kaya karena orang tuanya merupakan pengusaha besar.


"Lalu kenapa alamat di berkas kepindahannya berbeda? Alamat siapa itu?" Tanya Tania dengan berpikir. "Apa itu alamat rumah lamanya?"


Tania menjadi penasaran mengenai Dyara. Segera diambilnya ponsel yang ada di samping laptop dan membukanya. Gadis itu melihat akun sosial media Dyara untuk mencari tahu sedikit mengenai gadis tersebut.


Semua unggahan gadis itu hanyalah foto dirinya yang sedang berpose dengan berbagai macam gaya dan barang-barang mahal. Hanya postingan terakhir gadis itu yang merupakan foto Dyara bersama Ares kemarin.


Itu membuat Tania menjadi salah fokus. Gadis itu menjadi memperhatikan Ares yang tidak melihat ke kamera saat Dyara mengambil foto berdua dengannya.


Dibukanya komentar dari pengikut Dyara yang semuanya berceloteh mengenai gadis itu yang tampak serasi dengan Ares.


"Apa mereka benar sudah berpacaran?" Pikir Tania.


Akan tetapi, kemarin Ares menampik pertanyaan Kayden kemarin.


"Astaga, kenapa aku jadi memikirkan hal yang tidak penting?" Gumam Tania sambil meletakkan ponselnya dan kembali mengambil roti yang masih sisa setengah.


Gadis itu kembali menikmati rotinya dan tidak ingin memikirkan hal yang sebelumnya dia pikirkan.


Setelah menghabiskan roti miliknya, gadis itu melepaskan kacamatanya lalu meletakan kepala ke atas meja dengan beralaskan kedua lengannya yang terlipat.


"Kenapa aku jadi mengantuk?" Ucap Tania setelah menguap.


Gadis itu merasa sangat mengantuk hingga tanpa sadar tertidur dengan lelap hanya dalam hitungan detik.


Suara getaran ponselnya membuatnya membuka mata. Karena tidak memakai kacamata diusapnya kedua matanya namun dirinya sontak kaget saat melihat wajah Ares langsung memenuhi pandangannya.


Matanya langsung membola, karena Ares yang berdiri di sampingnya terlihat mencondongkan tubuhnya ke arahnya. Ditambah bibir pemuda itu terlihat seperti ingin menciumnya.

__ADS_1


"AAAAAAAA..." Tania sontak berteriak karena sangat terkejut melihat Ares.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2