PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
046. CERITA YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Ares keluar dari kelas dan berencana untuk pergi menemui teman-temannya. Pemuda itu berjalan di koridor sekolah sambil mengarahkan pandangannya ke layar ponsel karena sedang berbalas pesan dengan sahabatnya.


"Kak Ares." Panggil Dyara melambaikan tangannya pada Ares yang berjalan menuju ke arah gadis itu.


Helaan napas ringan keluar dari mulut pemuda itu saat Dyara berjalan mendekatinya. Dia melihat semua mata murid di sana menatap pada dirinya dan juga Dyara.


"Kakak akan pulang?" Tanya Dyara yang mengikuti langkah cepat Ares. "Atau kakak akan ke suatu tempat? Bagaimana kalau—"


Perkataan Dyara tertahan saat seorang murid laki-laki berbadan tambun berjalan dari arah berlawanan sambil mengobrol dengan temannya. Murid itu hampir saja menabrak Dyara, yang juga tidak melihat jalannya karena terus menoleh pada Ares.


Beruntung Ares merangkul pundak gadis itu dengan sedikit menariknya hingga masuk ke dalam pelukannya.


Beberapa orang dengan sengaja merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke forum sekolah. Seketika hal itu menjadi perbincangan hangat di kalangan para murid.


"Maafkan aku." Ucap murid laki-laki berbadan tambun dengan wajah yang ketakutan karena melihat Ares.


"Astaga, untung saja kakak menarikku." Ujar Dyara yang masih bersandar ke tubuh Ares.


"Kalau berjalan lihatlah ke depan." Seru Ares dengan agak mendorong tubuh gadis itu agar sedikit menjauh darinya.


"Maafkan aku, Kak." Dyara tersenyum seperti biasanya. "Jadi apa kita akan pulang bersama?"


"Apa?" Tanya Ares heran karena tiba-tiba Dyara mengatakan hal tersebut.


"Kita bisa pulang bersama, kan?"


"Maafkan aku, lebih baik kau pulang sendiri karena aku akan menemui teman-temanku." Jawab Ares dengan sedikit bingung.


"Ya, baiklah. Aku tidak masalah kalau Kakak menemui teman-teman Kakak. Itu sesuatu yang bagus, kan. Aku akan pulang sendiri kalau begitu." Ujar Dyara dengan tersenyum.


Mendengarnya Ares menjadi bingung dan heran pada gadis itu, akan tetapi tanpa kata Ares segera berjalan pergi meninggalkan Dyara. Pemuda itu menoleh pada gadis yang membuatnya tidak mengerti dengan sikapnya itu.


Dyara melambaikan tangannya pada Ares yang menoleh padanya. Wajahnya memulas sebuah senyuman bahagia.


Ya, semua murid yang melihat mereka berdua langsung beranggapan kalau kedua orang tersebut adalah sepasang kekasih. Semua itu karena sikap dan ucapan yang dikatakan Dyara pada Ares.


Kabar tersebut langsung tersiar dengan sangat cepat seperti sebuah sambaran api. Itu menjadi pembahasan semua murid saat ini.


...***...

__ADS_1


Sehabis dari sekolah dan menyelesaikan kewajibannya sebagai ketua OSIS, Tania langsung duduk di meja belajarnya untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Gadis itu sempat merasakan kekesalan pada dirinya karena tidak bisa menghilangkan pikirannya yang terus memikirkan Ares dan Dyara. Apalagi dirinya juga sudah membaca forum sekolah dan melihat apa yang tadi terjadi di koridor sekolah saat pulang sekolah.


Mengingatnya membuat Tania jadi membuka kembali forum sekolah yang di mana banyak murid saling berbalas pesan atau chat.


Mereka pasti sudah berpacaran, karena itu mereka terlihat sangat dekat seperti di foto-foto itu.


Benar sekali. Dyara bahkan memeluk Ares di depan ruang OSIS tadi.


Itu tidak heran, mereka berdua memang tampak serasi.


Kalian benar. Kak Ares bilang padaku kalau dia sudah memiliki gadis yang disukanya. Ciri-ciri yang disebutkan sangat sesuai dengan Dyara. Aku jadi merasa sedih saat ini.


Membaca pesan tersebut membuat Tania tahu kalau itu adalah Sonia, gadis yang cintanya ditolak Ares saat jam istirahat hari ini.


Tania melihat beberapa foto Ares dan Dyara yang tampak sangat dekat. Foto-foto yang di upload adalah foto saat Dyara memeluk Ares di depan ruang OSIS dan yang lainnya adalah foto di saat Ares terlihat seperti memeluk Dyara karena lengan pemuda itu melingkar di pundak gadis yang tubuhnya menempel padanya.


"Kenapa mereka berdua berpelukkan di sekolah? Sepertinya aku harus segera membuat peraturan sekolah agar di tahun ajaran selanjutnya, tidak ada lagi yang berani bermesraan di sekolah." Gumam Tania tanpa sadar merasa kesal.


Saat dirinya mengetahui akan rasa kesal dirinya saat melihat kedekatan Ares dab Dyara, gadis itu menggelengkan kepala sambil menepuk-nepuk perlahan pipinya.


"Ya ampun, kenapa aku jadi seperti ini." Keluh Tania. "Tidak seharusnya aku kesal karena mereka berdua berpacaran, karena itu berita yang tidak benar."


"Kenapa aku jadi mengurusi hal-hal yang tidak penting untuk diriku? Aku tidak peduli pada mereka!!" Seru Tania dengan tatapan dingin melihat kembali ke layar laptop.


Gadis itu kembali membaca beberapa chat yang ada di forum sekolah. Kali ini gadis itu melihat dirinya dibawa-bawa oleh mereka yang sedang saling berkicau.


Jadi sebenarnya bagaimana hubungan ketua OSIS dan Ares? Apa mereka sebenarnya tidak berpacaran?


Ya, itu sudah pasti kan?! Jika dibanding dengan Dyara penampilan ketua OSIS tidak ada apa-apanya.


Benar sekali. Sepertinya Ketua OSIS hanya menjalankan tugasnya agar Ares kembali ke sekolah. Dan karena usahanya itu sekarang Ares kembali ke sekolah.


Tania berhenti membaca pesan-pesan yang terpampang di forum tersebut. Dia merasa sudah cukup membaca itu semua.


Pendapat orang yang terakhir membuat dirinya menjadi tersadar akan tujuan utamanya sejak awal pada Ares.


"Ya, aku hanya melakukan tugasku sebagai ketua OSIS" Seru Tania sambil menutup laptop dan mengambil buku pelajarannya.

__ADS_1


...***...


Di lain tempat, Ares melajukan motornya dengan sangat cepat dan berhenti di dekat sahabatnya yang sedang sibuk bersandar di motor miliknya.


Baru saja Ares melakukan beberapa putaran dengan motornya untuk berlatih sebelum dirinya menantang Kayden di pertandingan terakhir mereka.


Mereka berada di kawasan danau yang masuk ke dalam daerah perkantoran yang selalu sepi. Tempat itu juga yang sering dijadikan tempat balap liar karena sangat jarang di lalui oleh orang.


Sudah berjam-jam sejak pulang dari sekolah, Ares berada di sana bersama dengan teman-temannya. Dan sekarang hari sudah gelap dan waktu menunjukan pukul tujuh malam.


"Bagaimana? Apa aku sudah lebih cepat?" Tanya Ares membuka helmnya dan bertanya pada Anton yang belum melihat pada dirinya. "Bensinku sampai habis sekarang."


"Es, kau kenal dengan Dyara Rosalin?" Tanya Anton yang malah membahas hal lainnya. "Kau berpacaran dengannya? Kenapa kau tidak bercerita padaku? Aku pikir kau menyukai si kacamata itu."


"Sialan kau! Sudah ku bilang aku tidak menyukai gadis itu! Dia sama sekali bukan tipeku." Sahut Ares dengan tampang kesal.


"Kalau begitu benar kau berpacaran dengan selebgram ini?" Tanya Anton sambil menunjukkan foto Ares saat Dyara memeluknya.


Beberapa temannya yang lain langsung ikutan melihat pada layar ponsel Anton karena penasaran dengan foto yang ditunjukkan pemuda itu.


"Tidak, itu juga tidak benar!" Sanggah Ares semakin terlihat kesal.


"Gadis ini satu sekolah denganku sebelumnya. Dan dia mantan kekasihnya Shane?" Ujar Brodie, salah seorang dari teman Ares yang lain.


"Siapa Shane?" Ares mengernyitkan dahinya.


"Astaga, kau lupa dengan musuhmu? Dia itu pimpinan dari Red Zone yang kemarin memukuli Brodie." Jawab Anton heran.


"Benarkah? Apa gadis itu kekasihnya?" Tanya Ares memastikan sambil menatap Brodie.


"Ya, aku tidak salah melihatnya. Bahkan alasan Red Zone memukuliku karena aku ikut campur pada sesuatu." Ucap Brodie.


"Ikut campur urusan apa?" Ares semakin ingin tahu.


"Satu hari sebelumnya aku melihat Shane menarik lengan gadis itu di sebuah karaoke milik keluarga Shane. Bahkan dia mendorongnya hingga gadis itu terjatuh dari tangga." Terang Brodie. "Aku melihatnya dan langsung mencoba menolong gadis itu. Bahkan aku yang membawanya ke rumah sakit, karena itu Shane marah padaku dan memukuliku waktu itu karena dia menganggap aku terlalu ikut campur."


"Benarkah? Kenapa kau tidak mengatakan semua itu sebelumnya?" Tanya Anton heran pada perkataan Brodie.


"Gadis itu, maksudku... Dyara, dia memintaku merahasiakannya dari siapapun. Karena itu aku juga tidak mengatakannya pada kalian semua." Ujar Brodie.

__ADS_1


Ares terkejut mendengar cerita dari temannya itu. Semua itu tidak diduga olehnya karena yang dirinya tahu Dyara mengalami keretakan pada tangan kanannya karena jatuh dari tangga di rumahnya. Namun ternyata semua itu tidaklah benar.


...–NATZSIMO–...


__ADS_2