PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL
098. ALAMAT PALSU


__ADS_3

Tania berjalan masuk ke dalam gerbang sekolah. Sebelum itu, Ares lebih dulu masuk bersama dengan Dyara ke sekolah.


"Kau sudah datang?" Tegur Tyaga yang sejak awal berada di dekat gerbang sekolah untuk melakukan tugasnya. "Aku pikir kau akan tidak masuk hari ini. Ah, sepertinya aku lupa... Kau pun tidak ingin melewatkan satu haripun tanpa belajar di sekolah ini."


Tania mendengus mendengar ocehan Tyaga yang menggodanya.


"Baru saja dia masuk, tapi dia datang—"


"Sudahlah, hentikan ucapanmu dan lanjutkan pekerjaanmu. Kau jadi semakin cerewet saja." Seru Tania setelah itu berjalan mengarah ke gedung sekolah.


Tiba-tiba Dyara berjalan keluar dari area parkiran dan Ares mengejar gadis itu. Hingga akhirnya Ares menghentikan langkah Dyara dengan memegang lengannya.


Tania melihat kejadian itu dan Ares yang tersadar menoleh padanya. Akan tetapi, Tania melanjutkan langkahnya dan berjalan masuk karena tidak ingin terlihat ikut campur dengan masalah mereka. Meski pun begitu, gadis itu sebenarnya tahu apa yang hendak Ares katakan pada Dyara.


Dyara melihat Tania yang berjalan masuk dengan santainya dan itu membuatnya menjadi tidak bisa menerima lagi dengan perlakukan gadis itu padanya.


Dia tidak ingin terlihat menyedihkan di saat banyak murid melihat padanya.


"Kak, aku mengerti apa yang ingin kau jelaskan, tapi aku sedang terburu-buru karena harus sesuatu. Sebaiknya untuk sekarang ini kita menjaga jarak dulu." Seru Dyara yang membalikkan apa yang ingin dikatakan Ares padanya.


Ares tertegun dengan bingung mendengar perkataan Dyara tersebut. Dan membiarkan gadis itu langsung pergi meninggalkannya dalam kebingungan.


Dia melihat kesekeliling di mana semua murid yang berada di sana memperhatikan dirinya tanpa kata.


Tyaga berjalan mendekati Ares untuk mengatakan sesuatu pada pemuda itu.


"Ikutlah denganku, aku ingin berbicara denganmu." Tanpa menghentikan langkahnya, Tyaga berkata begitu pada Ares.


Kedua pemuda itu berdiri saling berhadapan di tempat parkir. Ares bingung mengenai hal yang ingin dikatakan Tyaga padanya hingga memintanya secara khusus untuk berbicara berdua.


"Dengarlah, apa yang kau ketahui mengenai gadis itu?" Tanya Tyaga yang berdiri di jarak kurang dari tiga meter berhadapan dengan Ares.


"Gadis itu? Maksudmu, siapa?" Ares balik bertanya karena bingung.


Tyaga berdecak kesal karena pemuda bodoh dihadapannya. Bahkan Ares tidak tahu siapa yang dimaksudnya dengan mengatakan gadis itu.


"Kau ini benar-benar bodoh, pantas saja kau seperti ini." Seru Tyaga.


"Apa maksudmu? Apa yang kau katakan? Kau sedang membahas siapa?" Tanya Ares semakin bingung.


"Dyara. Apa yang kau ketahui mengenai dirinya?" Tanya Tyaga memperjelas subyek yang dibicarakannya.


"Astaga, kau ingin bergosip tentangnya sepagi ini?" Ujar Ares namun karena Tyaga tidak berkata apapun lagi dengan gurauannya, pemuda itu kembali melihat dengan serius pada Tyaga. "Memangnya ada apa dengannya? Aku rasa aku tahu mengenai apapun tentang dirinya."


"Benarkah seperti itu?" Tanya Tyaga memastikan.


"Ya, dia seorang selebgram, pengikutnya di media sosial sangat banyak. Dia terkenal di dunia maya, banyak orang yang menyukainya." Jawab Ares.


"Apa hanya itu?" Tanya Tyaga lagi.

__ADS_1


Ares mengernyitkan dahinya karena semakin bingung dengan pertanyaan Tyaga.


"Memangnya apa lagi?" Tatap Ares dengan penasaran.


Tyaga tertawa sarkastis pada Ares dan setelah itu melangkahkan kakinya.


Ares menoleh pada Tyaga dengan heran karena rasa penasarannya tersebut.


"Katakan padaku, memangnya ada apa dengannya?" Tanya Ares namun tidak digubris oleh Tyaga.


Ares tidak ingin memikirkan perkataan Tyaga tersebut dan langsung bergegas masuk ke dalam kelasnya.


Saat jam istirahat, seperti biasanya Tania berada di Perpustakaan sedang belajar. Gadis itu mengejar ketertinggalannya selama beberapa hari karena tidak mengikuti pelajaran saat dirawat di rumah sakit.


Ares masuk ke dalam Perpustakaan untuk menemui gadis itu, tentu saja pemuda itu akan beralasan jika dirinya ingin belajar.


Segera Ares duduk di kursi yang berada di samping Tania, dengan membuka buku yang baru saja di ambilnya.


Di tempat itu memang selalu sepi dan jarang ada murid lainnya, apalagi ketika jam istirahat tiba. Sehingga Ares merasa kalau tidak masalah dirinya menemui Tania di Perpustakaan.


"Sebaiknya kau tidak di sini." Ujar Tania yang tetap merasa keberatan dengan kehadiran Ares di sana, meski tidak ada siapapun berada di tempat itu.


"Aku hanya ingin belajar, memangnya ada apa?" Ares balik bertanya dengan santainya.


Tania menolah pada pemuda itu untuk mengatakan sesuatu padanya.


"Lalu ada apa dengan itu? Semua orang juga tahu kalau kita selalu belajar bersama sebelum itu. Apalagi tadi pagi gadis itu memintaku untuk menjaga jarak dulu. Jadi tidak ada masalah apapun." Jawab Ares dengan mudahnya.


"Kau memang bodoh!" Seru Tania langsung menutup bukunya dan berjalan keluar dari Perpustakaan.


Ares tampak bingung sikap Tania tersebut. Dia tidak mengerti apa yang dimaksudkan olehnya.


Ketika jam pelajaran berlangsung, ketika pergantian jam mata pelajaran, Wanda yang duduk di samping Tania mendekati gadis itu.


"Tania, lihatlah ini." Seru Wanda memperlihatkan layar ponselnya.


Tania menyimak apa yang diperlihatkan Wanda padanya. Foto yang diambil dari belakang dirinya dan Ares ketika berada di Perpustakaan sewaktu jam istirahat tadi.


"Ini kau dengan Ares kan?" Tanya Wanda memastikan dengan suara berbisik. "Foto ini menjadi perbincangan yang hangat sekarang. Beberapa murid terlihat seperti memanas-manasi Dyara untuk melakukan sesuatu padamu. Mereka berasumsi kalau Dyara meminta jaga jarak dengan Ares tadi pagi karena dia tahu kalau dia berselingkuh denganmu."


Tania tidak menanggapi perkataan Wanda tersebut, gadis itu hanya berpikir sesuatu saat ini.


"Semua orang jadi tidak menyukaimu karena foto ini. Aku tahu kalau kalian berdua memang dekat, sebaiknya kalian tidak menunjukkannya di depan siapapun saat di sekolah." Lanjut Wanda.


Tania mengirim pesan pada Ares kalau dia akan pulang dulu sebelum dirinya akan datang ke rumah pemuda itu untuk belajar bersama seperti sebelumnya.


Semua mata menatap padanya ketika Tania keluar dari kelasnya dan menyusuri area sekolah, hingga keluar dari sekolahnya itu.


"Aku sudah yakin, kalau akan seperti ini." Gumam Tania.

__ADS_1


Akan tetapi, bukannya kembali ke tempat tinggalnya, Tania malah menghentikan sebuah taksi karena berniat untuk pergi ke suatu tempat.


Ares yang keluar dari kelasnya lebih lama dari Tania, merasa ada yang aneh ketika para murid lainnya memperhatikan dirinya. Karena merasa ada yang aneh, Ares berniat bertanya langsung pada salah satu dari mereka.


"Ada apa? Kenapa kalian melihat padaku seperti itu?" Tanya Ares penasaran setelah mendekati tiga orang murid perempuan yang terdengar membicarakan dirinya dengan melihat padanya. "Katakan saja ada apa?"


Ketiga murid perempuan itu tampak ketakutan saat Ares bertanya langsung pada mereka.


"Maaf Kak, tadi foto ini beredar di forum sekolah dan grup chat. Apa benar kalau kau selingkuh dari Dyara dengan Mantan Ketua OSIS?" Tanya salah satu dari ketiga murid perempuan btersebut menujukkan foto yang di maksud.


Ares langsung mengambil ponsel gadis itu untuk melihatnya lebih jelas. Dia sangat terkejut ketika melihat gambar yang terdapat di dalam ponsel itu.


"Apa benar kau selingkuh?" Tanya yang lainnya dengan penasaran.


...***...


Tania yang pergi menaiki taksi menghentikan kendaraan yang di tumpanginya tersebut di depan sebuah rumah yang sangat mewah.


Rumah tersebut memiliki pagar hitam yang menjulang tinggi dan tampak tertutup dari luar. Rumah yang berada di kawasan elit yang dia tahu kalau perumahan tersebut merupakan perumahan sekelas perumahan Ares.


Dia memastikan alamat yang tertulis di sebuah gambar yang dia foto melalui kamera ponselnya.


Sebenarnya sejak lama dirinya ingin ke rumah tersebut untuk memastikan suatu hal, namun sebelum ini dia merasa tidak perlu melakukan hal tersebut karena baginya itu bukanlah sesuatu yang penting.


Akan tetapi rasa penasaran dirinya muncul kembali setelah tadi siang Tyaga memberikan alamat rumahnya. Itu membuatnya menjadi ingin datang memastikan hal yang sebelumnya membuat dirinya penasaran.


Ditekannya bel rumah mewah tersebut untuk segera mengetahui sesuatu hal yang ingin dirinya pastikan.


Seorang pria yang merupakan petugas keamanan membuka sedikit dari celah di pagar rumah tersebut.


"Selamat siang, Pak. Apa benar kalau ini rumah Bapak Roy Adiswara?" Tanya Tania pada si petugas keamanan tersebut.


"Ya, benar. Ada perlu apa dan ingin bertemu dengan siapa?" Ujar si petugas keamanan tersebut.


"Kalau begitu, apa Dyara Rosalina sudah berada di rumah atau dia masih belum pulang?" Tanya Tania.


Wajah si petugas keamanan tampak bingung saat mendengar nama yang disebutkan Tania.


"Maaf di sini tidak ada yang namanya itu." Jawabnya.


"Tidak mungkin, bukankah dia anak dari Bapak Roy Adiswara?" Tanya Tania lagi memastikan.


"Tidak, tidak ada nama itu, apalagi nama ketiga anak Pak Roy. Bukan itu. Mungkin salah alamat."


Tania sangat terkejut mendengar pernyataan petugas keamanan itu padanya. Dilihatnya lagi alamat yang tertera di layar ponselnya, alamat yang dia pernah foto dari formulir pencalonan Dyara menjadi Ketua OSIS lalu.


"Apa-apaan ini?" Gumam Tania merasa heran sekaligus bingung. "Dia menulis alamat palsu?"


...@cacing_al.aska...

__ADS_1


__ADS_2