
"Kak Ares," ucap Dyara saat melihat Ares datang menahan lengannya yang ingin memukul Tania.
Ares melihat pada Tania sesaat, lalu setelahnya mengarahkan tatapannya pada Dyara.
"Apa yang kalian berdua bicara kan? Kenapa kau sampai ingin memukulnya?" Tanya Ares.
Dyara menarik lengannya dari Ares dan terlihat bingung. Namun gadis itu tidak ingin terlihat tampak menyedihkan di depan para murid lainnya dengan mengubah raut wajahnya, dan menunjukkan air matanya.
"Kak, maafkan aku... Seharusnya dari awal aku tidak berhubungan denganmu. Sekarang seperti aku yang menjadi penghalang hubungan kalian berdua." Ujar Dyara dengan derai air mata dan langsung melangkah pergi dari sana.
Ares yang kebingungan melihat pada Tania yang langsung mengalihkan tatapannya dari pemuda itu. Gadis itu masih bersikap biasa saja seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi dengannya.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi.
"Kalian membuat masalah di pagi hari. Seharusnya kalian tahu kalau ada larangan mencampur adukkan masalah pribadi ke sekolah." Seru Tyaga yang ternyata dari tadi juga berada di sana.
"Diamlah, aku tidak ada kaitannya dengan semua yang terjadi barusan." Jawab Tania sambil berjalan melewati Tyaga untuk masuk ke dalam kelasnya.
Banyak dari murid perempuan yang masih menyimak mereka berbisik-bisik kesal melihat sikap dingin Tania. Mereka merasa kasihan pada Dyara dan memberikan simpati mereka padanya.
Ketika jam istirahat, Tania yang berada di dalam toilet baru saja akan keluar dari WC setelah buang air kecil. Namun langkahnya tertahan ketika mendengar beberapa murid perempuan yang sedang mencuci tangan meraka terdengar sedang membicarakan dirinya.
"Sikap Tania benar-benar membuatku muak melihatnya. Dia memang dekat dengan Ares sebelum ini, tapi bagaimana pun Dyara ada kekasihnya, seharusnya dia tidak mendekati Ares lagi." Seru seorang gadis yang merupakan satu angkatan dengannya Tania.
"Kau benar sekali. Dyara jadi tampak sangat menyedihkan. Padahal jika dilihatpun, Dyara yang lebih cocok dengan Ares." Tambah yang lainnya. "Padahal aku kira kalau Tania dan Tyaga sudah berhubungan."
"Jika jadi Dyara, aku akan melakukan hal yang lebih dari tadi pagi dia lakukan pada Tania."
__ADS_1
Saat mendengar itu semua, Tania hanya bisa terdiam dan menunggu di dalam salah satu bilik WC, hingga para murid perempuan tersebut pergi.
Dengan sifatnya, Tania tidak ingin memikirkan apapun yang dikatakan para gadis tersebut mau pun seisi sekolahnya. Tidak ada yang ingin dia lakukan.
Di lain tempat, Ares meminta berbicara dengan Dyara di belakang gedung sekolah. Pemuda itu berinisiatif untuk mengakhiri semuanya dengan Dyara, dan meminta maaf pada gadis itu karena dirinya tidak bisa bersikap seperti sebelum ini dengannya.
"Aku sangat minta maaf, karena sepertinya aku harus menghentikan semuanya. Aku minta maaf kalau aku hanya memanfaatkanmu karena Shane, dan sekarang aku tidak ingin lagi melakukannya." Ujar Ares yang langsung berbicara tanpa basa-basi.
Tatapan Dyara sangat tajam, tersirat rasa kesal bercampur sedih dari mata gadis itu.
"Jadi sekarang kau ingin meninggalkan aku setelah merasa kalau aku tidak dibutuhkan?" Tanya Dyara dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Kau jahat sekali, Kak."
"Ya, aku memang jahat. Karena itu saat menyadarinya aku ingin menghentikan semuanya. Maafkan aku." Ucap Ares dengan kepala yang sedikit tertunduk.
"Apa kau sama sekali tidak menyukaiku? Apa yang kurang dariku?" Tanya Dyara lagi dengan lirih. "Ah, baiklah... Kau hanya ingin fokus belajar karena sebentar lagi ujian kan? Aku akan membiarkanmu belajar. Kita bisa melanjutkannya lagi setelah kau lulus, Kak. Yang penting, aku tidak ingin kita berpisah. Saat kau lulus nanti, kita akan bersama lagi. Kau setuju kan?"
Melihat Dyara dan mendengar perkataan gadis itu, Ares menjadi bingung harus berkata seperti apa padanya. Dia tidak ingin mengikuti perkataan Dyara karena alasan yang sebenarnya memang bukanlah karena dirinya yang ingin fokus belajar.
"Aku menyukai Tania." Sambar Ares yang pada akhirnya mengatakan kalimat yang sudah tertahan sejak awal diujung lidahnya. "Alasanku sejak awal karena itu. Aku menyukainya."
"Tidak mungkin kak, kau pasti berbohong. Kau mengatakannya agar aku mau menghentikan semuanya kan? Agar aku tidak mendekatimu lagi? Aku tidak percaya pria sepertimu bisa menyukai gadis dengan tampilan biasa sepertinya." Ujar Dyara. "Kau pasti berbohong."
"Tidak, aku tidak berbohong. Sejujurnya, sejak awal aku menyukainya, hanya saja aku baru menyadarinya baru-baru ini." Jawab Ares dengan tatapan sangat serius, berharap Dyara mau mengerti perkataannya. "Karena itu aku tidak ingin melanjutkan hubungan palsu denganmu. Aku ingin bersama dengannya."
Dyara menghapus air matanya, gadis itu benar-benar terlihat sangat marah saat ini. Semua itu karena pengakuan Ares yang sangat menyakitkan untuknya.
"Kau benar-benar jahat, Kak!! Aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Gadis licik sepertinya pasti sudah mempengaruhimu." Seru Dyara dengan sangat marah setelahnya berjalan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Melihat amarah yang terpancar dari wajah Dyara, Ares mengikuti gadis tersebut karena takut gadis itu melakukan hal-hal yang buruk.
Benar saja, Dyara yang berjalan sangat cepat mengarah ke kelas Tania.
Tania yang baru saja kembali dari toilet berjalan ingin memasuki kelasnya, akan tetapi Dyara yang datang langsung menghardik gadis itu dengan kasar.
Dyara menariknya serta mendorongnya hingga hampir terjatuh, beruntung keseimbangan Tania bagus dan mampu menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Keadaan sekitar langsung menjadi ramai. Tindakan Dyara pada Tania menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.
"Kau memang gadis sialan! Kenapa kau mempengaruhi dan menggoda pacarku?!" Seru Dyara yang langsung mendaratkan tamparan tangan kanannya ke pipi Tania.
Ares yang tiba langsung menahan gadis itu, sedangkan Tania hanya menatap Dyara masih dengan tatapan biasanya, meski pipinya memerah karena rasa sakit.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan?" Seru Ares menarik Dyara agar menjauh dari Tania.
Namun Dyara berusaha lepas dari leraian Ares dan mencengkram kerah baju Tania dengan kasar.
"Seharusnya kau tidak mendekatinya!! Kau sangat tidak pantas beraslda bersama dengannya!! Apa yang kau inginkan? Jangan karena kau mantan Ketua OSIS hingga merasa kalau kau bisa mendekati semua pria?!" Geram Dyara yang mengguncangkan tubuh Tania.
"Hentikan! Jangan seperti ini, Dya!!" Seru Ares mencoba menghentikan apa yang dilakukan Dyara pada Tania namun tidak berhasil karena rasa kemarahan Dyara sangat besar.
"Seharusnya kau tidak mengganggu hubunganku dengannya! Seharusnya kau tahu, siapa dirimu!! Kak Ares hanya pantas dengan wanita yang setara dengannya!! Kau sama sekali tidak pantas dengannya!!" Dyara terus mengguncang-guncangkan tubuh Tania dengan menarik seragam gadis itu.
Merasa terganggu dengan perlakuan Dyara, Tania menepis kedua tangan Dyara dengan kuat, hingga tangan kanan gadis itu yang memang masih sakit, keduanya melepaskan cengkramannya dari Tania.
"Sudah ku katakan, jangan menghina status sosial seseorang. Kau akan terdengar sangat buruk untuk siapapun." Ucap Tania mengulang perkataannya tadi pagi. "Lagi pula bukankah kita berdua sama saja? Maksudku, aku dan kau bukankah sama-sama memiliki latar belakang biasa saja?"
__ADS_1
Perkataan Tania langsung membuat Dyara mematung karena terkejut dengan ucapan tersebut.
...@cacing_al.aska...