PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Gunung Aula Pemurnian Senjata


__ADS_3

Rama mengangguk sekali lagi dan tampa mengatakan apapun.


Dua orang yang terlihat saling memahami satu sama lain segera meninggalkan tempat mereka berdiri dan melesat pergi ke arah pegunungan yang berdiri tegak.


Semakin jauh mereka terbang, semakin jelas terlihat tiga gunung mengambang di langit.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai pada salah satu gunung mengambang yang mana adalah aula pemurnian senjata.


Saat rama mendarat, dia bisa melihat di sisi luar pegunungan dengan jelas bahwa tempat itu ramai dengan ratusan murid yang berjalan keluar atau memasuki aula pemurnian senjata.


Rama terus melihat ke segala arah memperhatikan keramaian.


Di beberapa sisi dari gunung pemurnian senjata akan berdiri patung-patung prajurit yang lengkap dengan senjata seperti pedang dan tombak, maupun busur panah.


Semakin jauh dia berjalan, maka rama akan menemukan bahwa aula pemurnian senjata memiliki banyak patung dan beberapa monumem-monumen persenjataan.


Terlebih lagi, tempat ini lebih ramai daripada gedung perpustakaan yang telah rama kunjungi sebelumnya.


Hal ini membuat rama semakin takjub dengan aula pemurnian senjata dan membuatnya semakin tertarik.


Memikirkan bahwa sekuat apapun seorang pendekar, namun adanya senjata selalu menjadi kartu tambahan untuk memperkuat seseorang dalam pertarungan.


Bahkan senjata di bagi dalam beberapa level dari segi kekuatan dari yang rendah sampai yang tertinggi.


Tentu saja rama bisa memahami bahwa aula pemurnian senjata akan selalu menjadi tempat populer bagi semua orang untuk mencari senjata yang cocok maupun yang kuat untuk memperkuat seseorang di setiap pertarungan.


Di dalam fikiranya saat ini, terlintas apakah mungkin baginya untuk menjadi seorang master pemurnian senjata.


Namun pemikiran ini tentu saja hanya sesuatu yang bisa dia abaikan dan tidak menanggapinya terlalu serius.


Karna bagaimanapun juga, rama ingat dengan jelas apa yang kakeknya katakan bahwa dia akan menjalani kehidupan sebagai seorang kultivator yang lebih keras dari pada orang lain.


Dan jika dia akan membagi fikiranya dengan hal lain, maka bisa di pastikan meskipun itu bukan hal yang buruk, namun kakeknya akan menentangya agar rama bisa lebih fokus dalam kultivasinya.

__ADS_1


Memikirkan hal ini, rama menghela nafas di dalam hatinya.


Di sampingnya, saka tidak memperhatikan rama yang tenggelam dalam fikiranya dan hanya terus berjalan lurus ke arah pintu besar di kejauhan.


Area luar di gunung aula pemurnian senjata ini tentu saja sangat luas dan butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyusurinya dan sampai ke arah pintu masuk aula.


Saka menepuk punggung rama dan berbicara.


"Bagaimana menurutmu? Apakah tempat ini cukup menarik untukmu?.." tanya saka.


"Sangat menarik!...aku tidak menyangka bahwa tempat ini akan sangat ramai oleh para murid.." kata rama sambil menganggukan kepalanya.


Saka menyilangkan tanganya di dadanya dan tersenyum berkata.


"Tentu saja, di dunia ini, siapa yang tidak gila dengan sebuah senjata artefak, dengan senjata yang kuat, maka kekuatan bertarung juga bisa meningkat dua kali lipat..."


"Jadi tidak heran jika aula pemurnian senjata akan sangat ramai oleh para murid, dan kamu juga harus tahu, murid-murid di sini tidak akan pernah ragu menghabiskan poin kontribusi mereka hanya untuk menukarnya dengan senjata yang ada di aula ini..." kata saka menjelaskan.


"Hemp..namun, ada juga beberapa senjata kuat yang ada di kelas artefak suci tingkat tinggi yang sangat sulit di dapatkan oleh para murid, bahkan ada senjata spiritual yang hampir mencapai senjata ilahi di aula ini, namun tentu itu tidak akan bisa di tukarkan hanya dengan poin kontribusi..." saka mendesah dengan nada lemah.


Mendegar penjelasan saka, ada keheranan di wajah rama ketika saka menyebutkan senjata di kelas artefak suci dan senjata yang hampir mencapai senjata ilahi.


Bagi rama, ini adalah sebuah hal yang sangat sulit untuk dia cerna, karena bagaimanapun juga, rama mengetahui dengan jelas betapa sulitnya mendapatkan artepak di kelas suci bahkan senjata ilahi bagaikan sebuah mitos baginya.


Jika itu di luar, bahkan senjata di kelas bumi akan menyebabkan pertarungan berdarah antara para pendekar, namun saat ini, rama mengetahui betapa tingginya sebuah status dan level yang di miliki sebuah sekte super.


Di seluruh benua timur ini, seseorang yang memiliki senjata ilahi hanya bisa di hitung dengan jari, adapun keberadaan seseorang yang memilikinya, bahkan tidak akan ada yang bisa mengetahuinya dengan jelas.


Orang-orang hanya akan berfikir bahwa seseorang yang memiliki harta seperti itu selain kuat, maka latar belakangnya juga tentu tidak akan biasa.


Rama diam-diam mendecakan lidahnya setelah mengetahui bagaimana berpengaruhnya sesuatu seperti sekte besar.


Bahkan senjata suci dan senjata ilahi meskipun sulit di dapatkan untuk para murid, namun itu bukanlah hal yang tidak mungkin untuk di miliki bagi para murid.

__ADS_1


Hal ini rama simpulkan berdasarkan apa yang telah saka jelaskan sebelumnya.


Dari apa yang saka katakan, senjata suci dan senjata ilahi tidak bisa di tukarkan dengan poin kontribusi, namun tentu akan memiliki persyaratan yang lain.


Menyimpulkan begitu banyak pemikiranya tentang hal ini, rama semakin penasaran dan tidak menahan diri untuk bertanya lagi kepada saka.


"Saudara saka, jika untuk mendapatkan senjata suci dan senjata yang setengah langkah menjadi senjata ilahi tidak bisa di tukarkan dengan poin kontribusi, lalu apakah tidak ada cara lain untuk mendapatkanya?.." tanya rama penasaran.


"Bukanya tidak ada cara..namun, itu bukanlah hal yang mudah, sekte telah menempatkan beberapa syarat ataupun kualifikasi bagi para murid untuk benar-benar mendapatkanya.." saka menghentikan kalimatnya dan terdiam seolah sedang memikirkan seauatu.


Saka menunggu jawaban saka selanjutnya dan menatap penasaran.


Perlahan, saka menggelengkan kepalanya dan berkata.


"Aku juga tertarik untuk memiliki senjata yang kuat, namun dengan kultivasiku ini, bahkan aku belum bisa membayangkanya.." kata saka.


"Ohh...apa hubunganya dengan kultivasi, apakah yang memenuhi syarat memiliki senjata yang bagus akan tergantung berdasarkan kultivasi?.." tanya rama, nadanya sedikit di tinggikan dan rama merasakan keanehan dari kata-kata saka.


Saka menggelengkan kepalanya dan kembali menjawab.


"Bukan itu masalahnya, namun kamu harus mengerti, betapa berharganya senjata di kelas suci dan senjata setengah langkah menjadi senjata ilahi.."


"Dimana ada tempat yang benar-benar bisa dengan mudah mendapatkanya..di sekte, sudah ada platform batu besar yang memunculkan sebuah misi bagi para murid.."


"Di platform batu, akan ada misi yang di bagi menjadi tiga level, yaitu misi tingkat bumi, langit dan surgawi, di setiap level akan di tandai dengan seberapa sulit misi itu, dan akan ada pula seberapa banyak poin kontribusi yang bisa kita dapatkan jika dapat menyelesaikan misi.."


"Bahkan misi tingkat bumi masih terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu rendah, menengah, dan atas..tentu hal ini di dasarkan atas kesulitanya.."


"Ohh...platform batu?..." rama sangat terkejut mendengar hal ini, dan dia baru kali ini mengetahui bahwa para murid sekte bisa mengambil misi dari berbagai level yang bisa di lihat dari platform batu..namun yang membuat rama menjadi keheranan bahwa dia baru kali ini mengetahui hal ini..."


Mendengar segala hal yang telah saka beritahukan hanya dalam beberapa jam kebersamaan mereka di sepanjang jalan, kini rama mengetahui bahwa dia benar-benar tidak banyak mengetahui tentang sekte yang ia jadikan rumah dengan cukup baik.


Karena hal ini pula rama menjadi malu pada dirinya sendiri karena batapa dangkalnya pemikiranya dan terlalu banyak ketidak tahuanya.

__ADS_1


__ADS_2