
Akhirnya pedang di tingkat bumi jatuh kepada tifraz dan sekaligus menutup acara lelang.
Di dalam ruangan yang tenang, kamal tersenyum dengan puas karna dalam sekejap kekayaanya telah bertambah dengan melelang pedang di tingkat bumi.
"hehe..bagus!...jumlahnya tidak terlalu mengecewakan.." gumam kamal membelai dagu.
Sementara itu, rama duduk di samping kamal dengan ekspresi tidak sabar, dia terus-menerus menghentekkan kakinya dengan girang.
Mengingat buah spiritual yang telah kamal dapatkan, rama terus membayangkan dirinya akan menjadi kuat, jadi dia tidak bisa menahan bahagia dan ingin segera mengambil buah spiritual.
" paman...ayo kita keluar mengambil harta yang telah kita dapatkan.." ucap rama tidak sabar.
"tenang saja...kita akan menunggu disini terlebih dahulu..."ucap kamal dengan santai.
Melihat kamal masih tidak bergerak dari tempat duduknya, rama menjadi kesal dan mengerucutkan bibirnya dengan tidak senang.
Setelah beberapa saat, petugas yang telah melayani kamal sebelumnya datang menyapa kamal dan membawa kamal menuju ruangan khusus yang di tempati oleh manager paviliun.
"tuan...manager meminta kami untuk membawa anda menuju ke ruangan manager kami, dan anda bisa sekaligus mengambil barang anda disana.." ucap petugas dengan hormat.
Ketika petugas itu datang..wajah rama menjadi bersemangat dan dia segera berdiri menatap kamal mengisyaratkan kamal untuk segera mengikuti petugas.
"baik.."ucap kamal dengan singkat.
Kamal dan rama lalu mengikuti petugas menuju ruangan khusus untuk menemui manager paviliun.
Tidak lama mereka kemudian telah sampai di depan pintu ruangan khusus, namun mereka tidak segera masuk, hal itu di karenakan petugas itu telah mengisyaratkan untuk menunggu terlebih dahulu.
Kamal tidak bertanya lebih jauh dan hanya mengikuti, bagaimanapun dia berfikir mungkin ada suatu hal yang perlu di lakukan oleh pak tua zam sehingga dia tidak bisa menemuinya secara langsung.
Beberapa menit kemudian, suara pintu terbuka, namun yang keluar dari balik pintu bukanlah pak tua zam, melainkan seorang wanita bercadar yang menggunakan gaun putih.
Wajah kamal sedikit berubah, dan dia sedikit terkejut karna kedatangan seorang wanita dari ruangan pak tua zam.
Kamal mencoba merasakan kekuatan wanita bercadar, dan dia menemukan wanita itu telah berada di alam inti suci tingkat lima.
Alam suci terbagi menjadi dua tingkat, yaitu alam suci dan inti suci.
__ADS_1
Setelah seseorang membentuk inti emas, maka seorang pendekar akan dengan mudah menerobos ke tingkat alam suci.
Di tingkat alam suci, untuk bisa menerobos ke ranah alam ilahi, seseorang harus membentuk inti kristal elemen yang di sebut inti suci untuk dapat memungkinkan seorang pendekar dapat menyentuh ranah ilahi.
Kekuatan wanita itu tidak buruk, dan penampilanya cukup mengagumkan, meski wanita itu menutupi wajahnya dengan cadar, itu tidak bisa menyembunyikan wajah cantiknya.
Meski begitu, kamal segera menyingkirkan tatapanya dari wanita itu, bagaimanapun saat ini dia tidak punya waktu untuk tertarik kepada wanita cantik, mengingat dia memiliki urusan dengan pak tua zam, dan dia harus segera membawa rama pulang ke kota bintang roh secepatnya.
Di sisi lain, wanita bercadar merasakan tatapan kamal, dan dia merasa bahwa seseorang yang berada di depanya telah melihat semua rahasianya hanya dengan tatapan.
Wanita bercadar itu menjadi sangat terkejut, dia tidak menyangka hanya dengan tatapan, seseorang akan melihat segalanya darinya, namun dia berusaha untuk menyembunyikan keterkejutanya dan terus melangkah melewati kamal tampa menoleh ke belakang.
"aneh...dari mana asal orang itu?...wajahnya tidak asing dan aku merasa pernah melihatnya sebelumnya.." gumam wanita bercadar itu dengan bingung.
Kembali kepada kamal dan rama, akhirnya mereka telah memasuki ruangan dan pak tua zam segera menyapa kamal dengan hormat.
"tuan kamal..mohon maaf karna membuat anda menunggu..."ucap pak tua zam dengan nada minta maaf.
"tidak apa-apa...apa wanita tadi adalah salah satu tamu yang berada di ruangan khusus?..." tanya kamal.
"tidak..aku melihat kekuatanya berada di alam inti suci dan itu mungkin di tingkat ke lima.." ucap kamal dengan santai.
Pak tua zam sedikit terkejut dengan ucapan kamal, dia telah mencoba melihat kekuatan wanita bercadar sebelumnya, namun dia sama sekali tidak bisa melihatnya dengan jelas, namun kamal bisa mengetahuinya dengan jelas.
Hal ini membuat pak tua zam semakin melihat kamal dengan tatapan berbeda, bagaimanapun pak tua zam tahu dengan jelas bahwa kamal baru pertama kali melihat wanita bercadar, dan mereka hanya berpapasan, namun kamal bisa melihat kekuatan wanita bercadar dengan waktu yang cukup singkat.
Menurut analisisnya, kamal di pastikan berada di alam suci, namun setelah melihat kamal yang dengan mudah mengetahui wanita bercadar di alam inti suci, dia merasa bahwa analisisnya telah salah menilai kamal, dan pastinya kekuatan kamal berada di atas wanita bercadar.
Pak tua zam merasa bahwa orang dengan wajah tenang ini tidak terukur, dan seperti ada kabut yang menutupi pengelihatanya ketika melihat kamal.
Tampa sadar, ada rasa hormat dan kekaguman yang tidak dapat di jelaskan yang tertanam di hati pak tua zam.
Bagaimanapun tidak bisa di pungkiri bahwa kekuatan akan selalu di hormati.
"tuan kamal...saya bisa memberi tahu anda bahwa wanita itu adalah pemilik mayat binatang sebelumnya, selain itu, saya tidak bisa memberi tahu anda mengenai informasi lainya.
Bagaimanapun..itu adalah aturan kami untuk menjaga identitas dari tamu kami..." ucap pak tua zam menjelaskan.
__ADS_1
"ohh...jadi wanita itu adalah pemiliki mayat itu.." ekspresi kamal sedikit terkejut, namun dia tidak menanyakan lebih jauh lagi kepada pak tua zam.
"baiklah pak tua zam..aku hanya sedikit penasaran..dan aku tidak tertarik dengan identitasnya..." ucap kamal.
"kalau begitu, mari kita bicarakan bisnis kita.." ucap pak tua zam tersenyum ramah.
Pak tua zam berfikir di dalam hatinya bahwa seseorang sekuat kamal pastinya tidak akan mudah tertarik dengan wanita yang biasa-biasa saja.
Kamal hanya mengangguk setuju dan mengikuti.
"tuan kamal...seperti kesepakatan kita sebelumnya, kami hanya akan mengambil dua puluh persen keuntungan dari hasil lelang, dan ini adalah batu roh dari hasil lelang pil dan pedang sebelumnya.."
"Dan juga, dari hasil pelelangan kami telah memotong harga dari barang lelang yang anda beli sebelumnya..."
"Ini adalah buah roh emas spiritual dan dan juga mayat binatang iblis harimau" ucap pak tua zam dan memberikan dua cincin penyimpanan yang berisi binatang iblis dan batu roh dari hasil lelang.
"baik...terima kasih pak tua zam.." ucap kamal dengan hormat.
"tuan kamal tidak perlu berterima kasih..bagaimanapun kita adalah mitra yang saling menguntungkan.." balas pak tua zam tersenyum.
Di sisi lain, rama yang melihat buah roh emas tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya, dan tampa berfikir panjang, dia langsung mengambil buah roh emas dengan tangan kecilnya.
Seketika pak tua zam melihat rama dengan aneh, dia terlalu sibuk memperhatikan kamal sebelumnya, jadi dia tidak menyadari bahwa di sisi kamal ada seorang anak yang mengikuti di belakangnya.
"tuan kamal...apa ini adalah putra anda..." ucap pak tua zam dengan heran.
"oh..putra...?.." ucap kamal bingung, namun segera dia mengerti bahwa yang di maksud adalah rama yang mengikuti di sampingnya.
"oh..ini adalah keponakanku.." ucap kamal singkat.
"oh..keponakan tuan..anak ini sudah berada di alam pembangunan fondasi puncak di usia yang begitu muda..." wajah pak tua sedikit terkejut menatap rama.
Dengan kekuatanya, dia bisa dengan jelas melihat rama sudah membentuk kekuatan di alam pembangunan fondasi.
Pak tua zam menjadi sangat tertarik kepada rama, dan hal ini membuat pak tua zam berfikir bahwa identitas kamal tidaklah biasa.
Dengan usia rama, sangat tidak mungkin bagi anak seusianya telah membentuk kekuatan, jadi dia menyimpulkan bahwa kamal dan rama berasal dari keluarga besar atau dari sekte besar, sehingga tidak sulit untuk membentuk kekuatan di usia muda dengan mengandalkan sumber daya, fikir pak tua zam.
__ADS_1