
malam sangat terang di temani sinar bulan dan ribuan bintang yang bekerlap kerlip di langit, menemani empat orang yang sedang duduk dengan serius melihat ujung permainan catur yang tertata di atas meja.
"Saudara kamal..kamu telah kalah!!...hahhaha..aku tidak menyangka selama beberapa tahun ini otakmu menjadi sedikit bergeser.."
Suara tawa ini menyelimuti suasana malam di antara empat orang.
Dengan penuh rasa puas dan bangga, penatua falaz mengangkat bahu dan tidak bisa tidak mengolok olok seseorang yang telah kalah dalam permainan.
Di depanya, kamal tampak tersenyum dan dengan malas berkata.
"Hemp...sungguh menyenangkan menang untuk pertama kalinya setelah ribuan kali mengalami kekalahan.." kamal tersenyum mengejek.
Dari kata-katanya, kekalahan kamal kali ini seolah bukan apa-apa di bandingkan kemenanganya selama ini.
Penatua falaz merubah raut wajah puasnya menjadi suram dan mendengus dingin.
"Huhh...ini adalah awal dari kekalahanmu yang berikutnya!!.." penatua falaz mendengus.
Di samping, penatua kazam dan penatua chakra menyaksikan sikap dua orang tua yang terlihat kekanak kanakan.
Mereka berdua menggelengkan kepala dan tidak berdaya lalu merangkul dua orang yang duduk.
"Kalian berdua selalu saja seperti ini...benar-benar tidak cocok dengan usia tua kalian!.." kata penatua chakra menyela dua orang.
"hehehe...siapa yang ingin menjadi tua dengan wajah tampanku ini!!..sungguh menyia nyiakan anugrah tuhan!..." kata kamal memuji diri sendiri.
Kata-kata kamal segera membuat tiga orang merasa konyol, mulut mereka bergerak-gerak dan tidak tahu harus dengan kata apa untuk mendeskripsikan sikap kamal yang terlalu percaya diri akan wajahnya.
"Hemmp...sudahlah!..memang tidak akan ada habisnya jika berurusan dengan orang yang belum terikat pernikahan.." kata penatua kazam dengan malas.
dua orang lainya segera mengangguk setuju dengan apa yang di katakan penatua kazam dan tertawa kecil.
"Pernikahan...pernikahan...akan ada saatnya jika aku sudah menemukan peri itu.." kata kamal santai.
"Yahh...di luar sana selalu banyak peri cantik, tapi percayalah...peri itu juga tidak akan mau bersama tulang tua sepertimu!...hahahhaha...." kata penatua falaz mengejek.
Penatua kazam dan chakra ikut tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka, lelucon ini terasa sangat menggelikan bagi mereka.
__ADS_1
Wajah kamal menjadi jelek karena ejekan tiga sahabatnya, namun kali ini dia bahkan tidak bisa membalas.
Setiap kali kata-kata pernikahan terlintas di setiap pembahasan, kamal selalu kalah dan tidak tahu cara menangani ejekan ini.
Memang wanita dan pernikahan masih terlalu jauh dan sulit bagi kamal yang masih berjiwa bebas di usianya yang tidak lagi muda.
"Baiklah..baiklah...aku rasa aku sudah cukup menghibur kalian dengan kata pernikahan ini.." kata kamal cemberut.
Tiga orang segera menutup mulut dan tidak berani mengeluarkan suara tawa.
"Hahahaha...hanya dengan cara ini maka mulut besarmu itu bisa sedikit di perbaiki...saudara kamal, tidakah kamu ingin memberitahu kami tentang keponakanmu itu..." kata penatua chakra tiba-tiba bertanya.
Wajah dua orang lainya menunjukan tatapan serius menatap kamal dan mendekatinya dengan tatapan tajam.
Kamal menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang dan akhirnya menceritakan tentang rama.
Setelah beberapa menit berlalu, kamal telah menceritakan segala hal tentang rama, dan dia juga memberihu tiga sahabatnya tentang kondisi rama yang sangat menyedihkan ketika kehilangan kedua orang tuanya.
Wajah tiga penatua itu nampak suram dan memiliki rasa empaty kepada rama.
Di samping, penatua kazam dan falaz juga mengangguk dan menepuk pundak kamal yang terlihat murung di wajahnya.
"Saudara kamal...percayalah, karena monster kecil ini adalah keponakanmu, maka kami akan membantunya agar bisa menjadi lebih hebat lagi di masa depan...dan mungkin saja setelah beberapa saat dia tinggal di sekte, mungkin saja keperibadianya dapat kembali seperti dulu..
"Lagipula sekte tidak pernah kekurangan murid, meskipun tidak mungkin menemukan anak yang seusia denganya..." kata penatua falaz menghibur.
Kamal mendesah pelan mendengar kata-kata hiburan dari penatua falaz, namun jauh di lubuk hatinya, dia yang paling tahu betapa dalam luka yang telah tertanam di hati rama, dan sangat jelas dia menyadari sangat tidak mungkin bagi rama untuk kembali di masa-masa cerianya.
Saat ini dia ingat dengan jelas bahwa hanya ada satu orang yang bisa membuat senyuman di wajah rama kembali.
Dia adalah gadis kecil dengan wajah murni di dalam hutan yang dia temui bersama rama terakhir kali.
Kali ini kamal merasa menyesal karena sebelumnya tidak menanyakan tempat tinggal dan latar belakang gadis kecil itu.
Jika saja dia dapat mengidentifikasi secara pasti keberadaanya, sangat mungkin bagi kamal untuk membawanya bergabung di sekte.
Mengingat sekte langit cerah adalah salah satu sekte super di benua timur ini, sangat pasti bahwa tidaklah sulit untuk merekrutnya menjadi murid.
__ADS_1
Kamal tahu pasti bahwa tidak mungkin seseorang dapat menolak keberadaan sekte super, terlepas dari keluarga bangsawan manapun dia berasal, tetap saja sekte super adalah faksi terkuat yang tidak akan tolak oleh siapapun.
Kamal hanya bisa menyesalinya dan mendesah pelan, lalu menanggapi kata-kata hiburan penatua falaz.
"Hemp..aku harap juga begitu..."..kata kamal dengan lemah.
Di samping penatua chakra merangkul kamal dan berbicara dengan santai.
"Hehehe...murid langsung kami bertiga usianya tidak terlalu jauh dari rama, mungkin anak-anak nakal itu bisa menemani dan membantunya..." kata penatua chakra sambil tersenyum.
"Ohh...aku hampir melupakan anak-anak ini, sepertinya aku benar-benar terlalu sibuk kali ini..." kata penatua falaz tiba-tiba berseru.
"Yahh...saudara kamal, kami belum memberitahumu bahwa masing-masing dari kami telah menerima murid langsung, dan mereka bisa di anggap generasi muda paling jenius di sekte kami saat ini,...hehehe meskipun itu masih agak jauh jika di bandingkan dengan monster kecil itu.." kata penatua kazam.
Kamal tampak terkejut dan terdiam sejenak, namun wajahnya segera menampakan kegembiraan.
"Benarkah!!...kalau begitu ini bagus!...setidaknya ada harapan bagi anak itu memiliki seorang teman!.." kata kamal dengan semangat.
Tiga orang lainya segera mengangguk dan ikut senang atas kegembiraan kamal, di samping penatua falaz kembali menambahkan.
"Saudara kamal...kali ini sekte kami benar-benar di berkati, kami menemukan jenius muda yang usianya bahkan belum sampai tujuh belas tahun , namun mereka benar-benar memiliki bakat surgawi.."
"Satu lagi...saudara far juga telah membawa seorang murid dari kekaisaran roh matahari..yang mengejutkan kami bahwa dalam satu tahun ini kecepatanya kultivasinya sangat mengerikan, dia baru berusia tujuh belas tahun namun telah berada di alam suci tingkat ke dua!!...sungguh generasi muda yang jenius..."kata penatua falaz dengan takjub.
Mendengar cerita ini, kamal tampak terkejut lalu mengangguk setuju.
"Ini benar-benar bagus!...memang generasi muda pada akhirnya akan menggantikan kami yang tua..." kata kamal tersenyum tipis.
"Hehehe...apa sekarang kamu menyadari bahwa kamu sudah tua.." kata penatua falaz tersenyum menggoda.
Wajah kamal membeku sejenak dan menatap tiga sahabatnya dengan tatapan konyol.
Wajah tiga orang yang menatapnya bahkan tidak bisa sedikitpun menyembunyikan tawanya, namun kamal tak berdaya lalu dia akhirnya ikut tertawa.
Suasana malam sekali lagi di penuhi oleh tawa empat orang yang masih bersenda gurau, entah berapa lama waktu yang telah di habiskan oleh empat orang tersebut.
Beberapa botol minuman anggur segera memenuhi meja dan berangsur-angsur membuat mereka kehilangan kesadaran karena mabuk semalaman.
__ADS_1