
Razaki lalu menuju aula dan mengumpulkan semua orang.
Sedangkan di sisi lain, sekelompok orang misterius mulai berpencar menghitari seluruh kota, dan melakukan pembunuhan kemanapun mereka lewat.
"cepat cari dan temukan siapapun yang memiliki elemen langka dan bawa mereka hidup-hidup!.." ucap karza memerintahkan.
Saat ini perlahan-perlahan para eselon atas yang bertugas di bawah naungan walikota mendatangi aula.
Di aula, razaki duduk di tengah dan menatap serius kepada semua orang yang hadir.
"jelaskan padaku apa yang terjadi?..." ucap razaki menatap tajam semua orang.
"lapor tuan kota...sekelompok orang datang menggunakan binatang terbang tiba-tiba menyerang dan membunuh beberapa orang..." ucap salah satu petugas kota.
Mendengar laporan dari petugas kota, razaki terkejut dan berdiri dari kursinya.
Bang!!!!
Kursi yang baru saja dia duduki seketika berubah menjadi abu.
Jelas dia menjadi marah karena kedatangan kelompok misterius yang tiba-tiba menyerang tampa mengetahui alasanya.
"bajingan!!...orang bodoh mana yang berani menyerang kota damai ini!!.."
Dengan tatapan kebencian, razaki mulai memimpin semua orang untuk menghadapi sekolompok orang misterius.
"siapkan semua pasukan penjaga kota, dan beritahu jendral keamanan untuk menghadapi musuh!..." perintah razaki dengan tergesa-gesa.
Di luar, kota yang tadinya tenang saat ini di penuhi oleh jeritan dan teriakan ngeri dari semua penghuni kota.
Razaki melihat di luar dan keributan yang terjadi di kota seketika membuat matanya memerah, dan kemarahanya semakin memuncak.
Di sisi lain, karza dan sosok misterius masih berdiri dengan tenang, seolah pembataian yang mereka lakukan bukanlah apa-apa bagi mereka.
Salah satu bawahan karza menghampirinya dan melapor.
"tuan...kami sudah mencari di seluruh kota, namun tidak ada seorangpun yang memiliki elemen langka..." lapor bawahan itu dengan hormat.
Mendengar laporan bawahanya, wajah karza menjadi jelek, bahkan sosok misterius di sampingnya menjadi tidak sabar.
"tidak berguna!!..." karza mengerang marah.
Sementara itu, suara kemarahan bergema menyelimuti seluruh kota, dan membuat karza serta sosok misterius mengalihkan perhatianya pada satu arah.
"bajingan mana yang berani-beraninya memasuki kota dan melakukan penyerangan!!...
"cepat!!...tunjukan wajahmu!!!...
__ADS_1
Suara kemarahan itu bergema, dan semua penduduk kota yang mengenali suara itu menangis dan berseru meminta pertolongan.
Ketika suara itu terdengar, semua orang yang tadinya berlarian kesana kemari menghentikan langkahnya, dan mereka yang tadinya pasrah melihat beberapa kerabat mereka di bunuh karena melawan, sekarang mulai merasakan ada harapan yang tersisa.
Semua orang tahu bahwa suara itu berasal dari pemimpin sejati mereka, yaitu penguasa kota razaki.
Tak berselang lama, beberapa prajurit dari kota bintang roh melakukan evakuasi kepada semua penduduk kota dan melakukan penyelamatan.
Setelah melakukan evakuasi, kemarahan dari semua prajurit memenuhi atmosfer di dalam kota.
Kematian dari banyak orang memancing amarah semua orang, dan niat membunuh dab niat bertarung membakar semangat semua prajurit kota.
Karza dan sosok misterius merasakan atmosfer yang berubah menjadi panas, namun sosok misterius itu tidak bergeming.
Sosok misterius itu hanya memperhatikan asal suara yang bergema.
Di samping, karza menunjukan sikap sombong dan membalas suara kemarahan itu dengan nada main-main.
"heh..tidak perlu tahu siapa kami..kemarilah dan serahkan seseorang dengan elemen langka..jika kalian menyerahkanya, maka kami akan pergi dan membiarkan kalian semua hidup!..."
Suara karza bergema dan di dengar oleh seluruh penghuni kota.
Seketika semua orang mengutuk dengan marah.
Razaki mendengarnya dan tampa sadar tanganya terkepal erat, jelas hal ini semakin menaikan emosinya.
Tidak jauh, razaki akhirnya sampai pada asal suara dan melihat dua orang yang berdiri dengan tenang, namun perhatian razaki tertuju pada satu orang yang menutup wajahnya dengan topeng.
"siapa kalian!...apa tujuanmu menyerang kota ini?..kami yang berasal dari kita bintang roh tidak pernah merasa menyinggung siapapun..." ucap razaki bertanya dengan marah.
"heh..bukankah sudah aku katakan...serahkan orang yang memiliki elemen langka!.." balas karza masih dengan nada sombong.
Razaki menyipitkan matanya, namun dia tidak bisa mengerti mengapa orang di depanya ingin mencari seseorang dengan elemen langka.
"tidak ada orang dengan elemen langka di kota ini!..apa sebenarnya tujuan kalian!!
"pergilah sebelum kami semua mengambil tindakan!..." ucap razaki menatap kebencian kepada karza dan sosok misterius.
Karza mendengus dingin melihat sikap razaki yang sama sekali tidak memberinya wajah.
Dia berfikir bahwa razaki akan takut, namun setelah mereka bertemu, apa yang dia fikirkan justru tidak terjadi.
Hal itu membuat karza menjadi marah, dia adalah seorang pemimpin devisi dan kekuatanya cukup kuat di dalam jajaran kelompok organisasi.
Dengan kekuatanya, dia bisa membunuh seseorang di alam suci dengan mudah, namun orang yang berada di depanya sama sekali tidak takut pada auranya.
Dia mulai berfikir, mungkin kekuatan razaki tidak cukup untuk melihat kultivasinya sehingga orang itu buta dan berani tidak sopan.
__ADS_1
"kami tidak akan pergi dan terus membunuh jika apa yang kami inginkan tidak segera kalian serahkan!!!.
"hahaha...seseorang dengan elemen langka akan kami bawa dan kalian bisa hidup setelahnya!.." karza berbicara dengan tegas dan ada tatapan mengejek di wajahnya.
Mendengarkan perkataan karza, tiba-tiba razaki teringat sesuatu, dan seketika wajahnya menjadi jelek.
Dia ingat bahwa satu-satunya orang yang memiliki elemen langka adalah putranya sendiri.
Memikirkan bahwa putranya di jadikan target oleh orang-orang kejam itu, kemarahan di mata razaki semakin tersulut dan berteriak marah.
Segera dia mengeluarkan aura mengerikan dari tubuhnya, kultivasi razaki telah berada di alam inti suci puncak, setengah langkah alam ilahi.
Semua orang yang berada di dekatnya perlahan menyingkir dan tidak tahan terhadap tekanan.
"lancang!!!!!..." suara razaki sekali lagi bergema dan membuat semua orang terguncang.
Karza merasakan aura di dalam tubuh razaki, dan segera dia menyadari bahwa kultivasinya lebih tinggi di bandingkan dirinya sendiri.
"sial!!!...aku tidak berfikir bahwa akan ada orang kuat di kota ini..." ucap karza mengepalkan tanganya.
Di sampingnya, sosok misterius itu akhirnya mengubah ekspresi tenangnya menjadi serius, jelas dia juga tidak berfikir bahwa kota kecil akan menghasilkan seseorang yang sangat kuat.
Dari aura yang di tampilkan oleh razaki sebelumnya, sosok misterius itu bisa merasakan bahwa kekuatanya tidak lebih lemah dari dirinya.
"semua prajurit kota!!...serang dan usir musuh!!!..." razaki berteriak dan memerintahkan semua prajuritnya untuk mulai menyerang.
Akhirnya, kondisi yang tadinya hanya berisi suara di antara dua pihak berubah menjadi keributan dan baku hantam.
Kedua belah pihak mulai saling menyerang satu sama lain.
Sementara itu di dalam aula, mayangsari mendengar suara kemarahan dari suaminya membuat tubuhnya bergetar.
Akhirnya dia mengerti bahwa asal kegelisahanya telah terjawab oleh kejadian yang tiba-tiba ini.
Karena merasakan sesak di hatinya, mayangsari berlari keluar dari kediaman walikota dan mencari razaki.
Semua pelayan yang bersemanya berseru kaget karna mayang sari yang tiba-tiba berlari meninggalkan aula.
Para penjaga yang bertugas melindungi kediaman walikota terkejut dan segera menghentikan langkah mayangsari.
"nyonya...anda tidak di izinkan keluar oleh tuan...dan kami tidak bisa melanggar peraturan..." ucap petugas itu dengan tergesa-gesa.
"tidak!!...jangan halangi aku!!!...
Mayangsari berteriak dan melambaikan tanganya kepada petugas.
Energi angin menghempas petugas dan tersungkur..pada akhirnya mayangsari berhasil pergi dan menuju medan pertempuran
__ADS_1