
Dua hari telah berlalu semenjak kamal dan rama meninggalkan kota bintang roh, saat ini kamal sengaja mengajak rama menuju hutan rimbun yang di penuhi binatang buas.
Hutan itu cukup jauh dengan kota bintang roh, namun dengan kemampuan kamal membuat array spasial untuk berteleportasi, perjalanan mereka menuju kota dapat di persingkat menjadi dua hari.
Bulan bersinar terang menyelimuti hutan di malam yang gelap.
Ada asap dengan bau harum dari daging rusa panggang yang membuat perut kecil rama berbunyi, seolah meminta pertolongan bahwa tong kosong harus segera di isi agar berfungsi dengan baik.
"emm...paman..baunya sangat harum..." sambil mengendus daging bakar, rama mengusap kedua tanganya seolah tidak sabar.
"hemm..dasar bocah!..kau hanya tau cara makan saja, lain kali kamu harus menangkap rusa sendiri untuk mengisi perutmu yang tidak pernah penuh ini.." timpal kamal.
"huhh..tidak masalah!...lagipula hanya rusa saja..apa susahnya, bahkan jika itu srigala atau harimau, rama bisa menangkapnya.." rama mendengus dan mengangkat bahu dengan bangga.
Mendengar ucapan rama, kamal terdiam sejenak dan dia berfikir bahwa ucapan rama sedikit masuk akal, dan dia segera memikirkan sesuatu yang membuatnya tersenyum licik.
"hehe...srigala dan harimau kah?..itu tidak buruk!.." ucap kamal tersenyum misterius.
Rama menjadi terkejut dengan kata-kata yang di ucapkan oleh kamal, seketika rama menjadi merinding.
Dia sama sekali tidak berfikir bahwa kata-kata spontan yang dia ucapkan justru akan membuat pamanya memikirkan sesuatu yang buruk untuknya.
"ohh..ii..itu paman, aku rasa rusa lebih baik.." ucap rama segera menarik kata-kata sombongnya dan berharap kamal tidak merencanakan sesuatu yang aneh untuknya.
"hehehe...tenanglah, bukankah kamu bilang ingin menjadi kuat!.." ucap kamal tersenyum menggoda.
"kuat?..tentu saja!..rama akan jadi kuat!..." balas rama dengan lantang dan sombong.
"ohh..benarkah?.." tanya kamal.
"tentu!.." balas rama dengan yakin.
"jika kamu ingin menjadi kuat, maka kamu harus terlebih dahulu mengalahkan binatang iblis di tingkat ke tiga.." ucap kamal dengan santai.
__ADS_1
Mendengar kamal menyebut binatang iblis di tingkat ke tiga, tubuh kamal sedikit bergetar dan wajahnya berkeringat dingin.
Meski dia percaya diri, namun untuk mengalahkan binatang iblis di tingkat ke tiga masih terlalu sulit untuknya.
Bagaimanapun binatang iblis di tingkat ke tiga memiliki kekuatan setara dengan pendekar di alam emas tingkat kedua, dan rama tidak yakin bisa mengalahkanya mengingat binatang iblis memiliki tubuh besar dan pertahanan yang lebih kuat dari manusia.
"hehehe..binatang iblis memiliki inti kristal yang dapat meningkatkan kekuatan jika dapat di serap, semakin tinggi tingkatanya, semakin kuat juga efeknya..." ucap kamal tersenyum menggoda.
Mendengar itu, segera rama merubah ekspresi ragu-ragunya menjadi berbinar dan bersemangat.
"benarkah!...paman ayo dimana aku bisa menemukan binatang iblis!..." ucap rama berdiri tegak penub semangat.
Melihat perubahan sikap rama, kamal tidak bisa menahan senyum.
Mengenai meningkatkan kekuatan, keponakan kecilnya ini selalu bersemangat dan tidak kenal takut, dan hal inilah yang membuat kamal sangat menyukai rama.
"hemm..baiklah..besok kamu bisa melakukanya, mari kita makan dulu dan beristirahat untuk saat ini..." ucap kamal tersenyum dan membuat rama duduk kembali di dekat api unggun.
Sambil menyerahkan paha rusa yang besar, kamal menatap rama dengan hangat.
Itu terlihat sangat lucu, dan terlihat seperti kucing kecil yang mencoba menggigit harimau besar yang sangat kontras dengan ukuranya.
Kamal tertawa lucu melihat tingkah rama.
...****************...
Meninggalkan kamal dan rama yang berada di hutan gelap.
Di sebuah gua yang gelap, terdapat sekelompok orang yang memakai jubah hitam, setiap orang memiliki simbol ukiran seperti sisik ular pada pakaianya.
Di tempat itu adalah tempat berkumpulnya organisasi sisik hitam.
Di dalam gua saat ini terdapat seratus orang yang berkumpul yang terlihat seperti pasukan pembunuh, dan di pimpin oleh dua orang misterius yang memiliki lencana sisik ular hitam.
__ADS_1
"tuan...mengenai informasi tentang elemen langka itu, kami telah menemukan bahwa itu berada di kota bintang roh, namun kita dapat mengetahui secara pasti siapa pemilik elemen langka itu..." ucap salah satu orang yang berpakaian serba hitam dengan hormat.
Orang yang berpakaian serba hitam adalah karza yang memimpin kelompok organisasi sisik hitam yang ada di dalam gua.
Karza sangat hormat kepada seseorang yang dia panggil tuan, dia menutupi wajahnya dengan topeng besi hitam dan membuat penampilanya mendominasi dan misterius , hal itu menunjukan bahwa identitas orang tersebut lebih tinggi darinya.
"ohh..kota bintang roh?..hemm tidak masalah, kita tidak perlu melakukan hal yang membosankan"
"hancurkan saja kota itu, dengan begitu kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari..." balas orang misterius itu dengan nada acuh.
Karza tertegun sejenak dengan ucapan tuanya, namun dia segera mengerti dan mengangguk setuju.
"anda benar..tuan bijaksana, saya tidak bisa memikirkanya dengan benar.." ucap karza dengan lemah, dia seperti memiliki rasa takut terhadap tuanya, sehingga dia tidak berani menolak dan hanya mengikuti perintah.
"em..besok kita akan menuju kota itu, bawa semua bawahanmu untuk menyerang kota"
"jika kita berhasil, kamu tahu bahwa hal ini dapat membuatmu berkontribusi banyak kepada organisasi, dan mungkin statusmu dapat di naikan.." ucap orang misterius dengan acuh, namun ada keseriusan dalam kata-katanya.
"baik tuan, saya mengerti!.." ucap karza dengan hormat dan bersemangat.
Dalam organisasi sisik hitam, beberapa orang membentuk kelompok dan di kualifikasikan menurut kontribusi dan kekuatanya.
Karza termasuk dalam kelompok kecil, dan statusnya masih sangat rendah di bandingkan dengan beberapa pemimpin kelompok di beberapa markas organisasi yang tersebar di seluruh benua.
Untuk menaikan statusnya, karza harus menyelesaikan tugas yang di perintahkan oleh atasanya, dan ada perintah khusus yang mengharuskan mereka untuk menangkap seseorang yang memiliki elemen langka.
Dengan menangkap seseorang yang memiliki elemen langka, maka pemimpin kelompok kecil seperti karza akan mendapat kontribusi besar di dalam organisasi sisik hitam.
Dengan kontribusi yang ia kumpulkan, semakin banyak sumber daya yang ia dapatkan untuk meningkatkan kekuatanya.
Jika karza semakin kuat, bukan hanya kelompoknya menjadi lebih kuat dan pasukanya bertambah, namun di pastikan statusnya dapat di naikan berdasarkan kekuatan dan kontribusi.
Hal semacam ini yang membuat karza menjadi bersemangat dan terlihat kejam, demi mendapatkan apa yang dia inginkan, dia tidak ragu untuk membunuh dan bermandikan darah.
__ADS_1
Namun untuk melakukanya tentu tidaklah mudah, itu karena kelompok kecil sepertinya juga melakukan hal yang sama, dan tampa sadar itu terlihat seperti persaigan berdarah di antara pemimpin kelompok kecil di dalam organisasi sisik hitam.