PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Sekte Langit Cerah


__ADS_3

"Proses seleksi itu juga sangat ketat, dan tempat kita berada sekarang ini adalah area terluar dari pelataran luar.."


"Untuk menjadi murid di sekte langit cerah, setidaknya tingkat kultivasi harus di alam emas langkah ke sembilan..meski begitu, itu masih tidak cukup untuk menjadi murid sekte.."


"Semua orang harus melalui perang antar generasi muda di seluruh benua timur untuk membuktikan kemampuanya"


"Prosesnya pemilihan murid baru akan di laksanakan setiap lima tahun sekali, dan itu akan di adakan oleh enam sekte super"


"Para generasi muda akan melalui banyak persaingan dan pertarungan berdarah untuk menunjukan kemampuanya untuk menarik perhatian ke enam sekte.." kata kamal menjelaskan.


Setelah mendengarnya, rama menjadi tertegun dan tidak menyangka bahwa kualifikasi untuk menjadi murid sekte langit cerah sangat tinggi.


Rama tidak pernah berfikir bahwa kekuatan di balik punggung kamal akan sekuat itu..meski selama ini tidak jarang kamal menyebutkan tentang sektenya, namun dia tidak pernah sekalipun mengetahui secara rinci tentang sekte langit cerah.


Kini rama berfikir bahwa murid luar setidaknya harus memiliki tingkat kultivasi di alam emas puncak, lalu bagaimana dengan murid di pelataran dalam.


Semakin jauh dia berfikir, semakin dia tidak dapat membayangkanya.


Saat ini, rama baru menerobos tingkat tujuh di alam emas, dan jelas kesenjanganya dengan murid luar, dan hal ini segera membuatnya kehilangan percaya diri dan bingung.


"Paman...jika murid luar setidaknya berada di alam emas puncak..bukankah aku belum memenuhi syarat?..." ucap rama bertanya.


Kamal tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.


"Bodoh!!...kondisimu berbeda dengan orang lain!.." kata kamal.


Rama segera menjadi lebih bingung dengan perkataan kamal.


Kamal segera melanjutkan penjelasanya.


"Kamu di bawa secara khusus olehku..tentu saja kamu tidak perlu melalui banyak hal seperti yang di lakukan oleh orang lain.."


"Terlebih lagi..bakatmu tidak bisa di bandingkan dengan orang lain..asal kamu tahu, murid di pelataran luar setidaknya usianya dua puluh tahun..dan kamu baru berusia dua belas tahun dengan kultivasimu yang saat ini berada di alam emas tingkat tujuh.."


"Bukan hal yang aneh jika kamu di sebut sebagai jenius dan mendapatkan banyak hal dengan sedikit usaha.." kata kamal.


Rama segera bersuka cita mendengar perkataan kamal, dan matanya tampak berbinar, dan kembali bertanya.

__ADS_1


"Ohh...banarkah!..kalau begitu bagus!..apa aku sudah bisa di sebut sebagai murid di pelataran luar.."..ucap rama penasaran.


Kamal menggelengkan kepalanya lagi dan mendesah pelan.


"Sudah aku katakan kondisimu berbeda..bakatmu sudah di ketahui oleh master sekte dan leluhur, jadi menjadi murid luar terlalu rendah untukmu..setidaknya kamu telah menjadi murid dalam setelah memulai pelatihanmu..." ucap kamal dengan tenang.


Di sampingnya, ekspresi rama tampak bodoh dan dia tidak tahu harus tertawa atau menangis mendengarnya.


"Paman...bukankah itu tidak adil bagi murid lainya?..." tanya rama lagi.


"Bodoh!!...di dunia ini, kamu hanya akan mendapat keadilan mutlak jika memiliki bakat dan kekuatan!.." ucap kamal dengan tegas.


Rama terkejut mendengar perkataan tegas kamal, dan baru kali ini dia melihat pamanya berbicara dengan tegas padanya.


Di sisi lain, kamal melihat ekspresi terkejut rama dan membuatnya mendesah pelan, lalu dia segera menjelaskan kembali.


"Rama...dunia ini sangat kejam, jika kamu tidak cukup kuat, maka kamu hanya akan di sisihkan dan tindas orang lain.."


"Saat ini, wajar bagimu tidak bisa memahaminya, namun setelah kamu dewasa nanti, kamu akan tahu betapa pentingnya memiliki kekuatan besar..bukankah kamu ingin membuat ayah dan ibumu bangga?..." kata kamal tiba-tiba.


Rama segera mengeraskan wajahnya dan menatap kamal dalam-dalam.


Kamal segera tersenyum dan mengangguk puas setelah mendengarnya.


"Bagus!!.. "jawab kamal singkat.


Detik berikutnya, kamal membawa rama terbang menuju gunung yang mengambang di udara.


Di atas udara, rama melihat pemandangan di bawahnya dengan perasaan takjub.


Sekte langit cerah memiliki area yang sangat luas, bahkan di pelataran luar setidaknya bisa di bandingkan dengan kota besar.


Hamparan hijau yang luas membuat suasananya begitu menyegarkan.


Setelah beberapa saat, matanya kembali tertuju kepada empat gunung mengambang, namun kali ini hal yang paling menarik perhatianya tentu saja adalah gunung yang paling besar, yang berdiri tepat di belakang tiga gunung lainya.


Hal ini segera menarik rasa ingin tahunya dan tidak bisa tidak bertanya.

__ADS_1


"Paman...jika tiga gunung itu adalah aula...lalu gunung yang paling besar itu?.." tanya rama penasaran.


"Gunung itu berbeda dengan dengan tiga aula lainya...itu adalah tempat yang hanya bisa di tempati oleh master sekte dan leluhur sekte.."


"Dan di tempat itu juga terdapat aula utama yang biasa di jadikan tempat pertemuan para dewan penatua.." kata kamal menjelaskan.


Rama hanya menganggukan kepalanya, namun dia tidak lagi bertanya apa-apa lagi tentang sekte.


Setelah beberapa saat, kamal dan rama segera tiba di gunung mengambang yang paling besar, atau yang di sebut sebagai aula utama.


Dengan menunjukan token khusus yang kamal bawa secara pribadi, array formasi di luarnya segera terbuka.


Tampa banyak hambatan, kamal dan rama segera memasuki gunung dengan lancar.


Setibanya disana, rama memperhatikan pemandangan di sekitarnya.


Di area luarnya terdapat banyak pohon pohon dengan beragam warna, bahkan aura surga dan bumi lebih kental dari pada di area luar, dan yang paling menabjubkan terdapat sungai dan air terjun yang terlihat sangat indah.


Semakin jauh rama menelusuri,maka semakin takjub dirinya, karena menemukan hal-hal menarik di dalamnya.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka segera sampai pada pintu besar yang di dalamnya adalah aula besar dan mewah.


Di aula besar itu, terdapat satu orang sedang duduk di tempat paling menonjol di area tengah.


Orang itu duduk dengan mata tertutup, wajahhya tampak tenang, namun orang- orang akan dapat merasakan betapa mengerikan aura di sekitarnya.


Hal ini dapat membuktikan bahwa kekuatan orang itu tentu saja dapat di katakan sebagai mengerikan, bahkan rama yang berdiri agak jauh merasakan seluruh tubuhnya menjadi kesemutan.


Kejutan segera terlihat di wajah rama, bagaimana tidak, hanya dengan melihatnya saja, rama sudah di tekan begitu saja dengan jarak yang begitu jauh.


Rama segera menelan air liurnya kembali ke tenggorokanya, karna perasaan mengerikan yang dia rasakan pada orang yang diam tidak bergerak seperti patung.


Di sampingnya, kamal segera menyadari ekspresi kejutan di wajah rama, dia segera menepuk punggung rama dengan hentakan tanganya.


Segera setelahnya, tekanan yang rama rasakan tidak lagi membuatnya bergetar, namun itu masih meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi rama.


Kamal segera mengalihkan perhatianya dan menangkupkan kedua tanganya dengan hormat kepada orang yang duduk di depan.

__ADS_1


"Salam kepada master sekte..." ucap kamal dengan hormat.


Di sisi lain, rama hanya mengikuti di belakang dan tidak berani menatap langsung kepada orang yang berada di depan.


__ADS_2