PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Perdebatan


__ADS_3

Wajah tifraz menjadi jelek karna kamal terus menaikan harga, namun dia jelas tidak ingin menyerah.


" tiga puluh lima ribu!.." tifraz kembali menaikan harga.


Namun kamal juga tetap menaikan harga kembali, dan tampa sadar semua orang yang berada di bawah menoleh ke kiri dan kanan, karna suara tawaran terus menerus di naikan tampa henti.


Empat puluh ribu!


Empat puluh lima ribu!


Lima puluh ribu!


Lima puluh lima ribu!


Suara antara kamal dan tifraz terus menerus menaikan tawaran tampa henti, hingga orang orang yang menonton tidak bisa bernafas dengan tenang.


Harga dari buah roh emas spiritual sudah jauh melampaui harga normalnya, dan semua orang berseru kaget menyaksikan tamu kehormatan yang terus menaikan harga.


Semua orang berfikir seberapa kaya orang-orang itu yang berada di balik tirai.


Bahkan saria dan kedua saudaranya menjadi sedikit tertarik oleh kedua suara penawar yang bertarung.


"hehehe...orang-orang itu ternyata cukup kaya, aku tidak menyangka kota kecil ini akan memiliki seseorang yang suka menghamburkan harta hanya untuk buah spiritual yang bahkan belum berusia lima ratus tahun..." ucap fraz tersenyum lucu.


" itu tidaklah aneh..tempat ini hanyalah kota kecil di bandingkan kota-kota yang berasal dari kekaisaran kelas atas, jadi tidak heran buah spiritual seperti itu akan sangat sulit di temukan disini..." balas saria.


" yaahhh...itu memang benar, gan bagaimana menurutmu dengan orang-orang itu?...tanya fraz tiba-tiba bertanya kepada gan.


"hemm...menarik.."ucap gan singkat, namun tampa sadar dia melengkungkan bibirnya menjadi senyuman.


Saria dan fraz tiba-tiba menjadi sedikit terkejut dengan jawaban gan, di antara mereka bertiga, gan adalah yang terkuat, dan sejak dua orang yang berada di balik tirai terus menawar, gan telah diam-diam memeriksa seperti apa wajah orang yang berada di balik tirai.


Bukan hanya wajah, namun gan mencoba untuk melihat tingkat kekuatan dari dua orang yang berada di tempat yang berbeda, namun hasilnya cukup mengejutkanya.


Setelah memeriksanya dengan cukup baik, gan mencoba untuk memasukan kekuatan secara tak terlihat untuk mengintai dan merasakan kekuatan dari kamal dan tifraz, namun baru saja kekuatan tak terlihatnya akan memasuki tirai, tiba-tiba ada kekuatan lain yang telah menghancurkan usahanya dalam sekejap.


Hal ini juga telah di ketahui oleh saria dan fraz ketika gan mencoba memata-matai dua orang yang ada di balik tirai, jadi mereka menjadi sedikit penasaran dengan fakta yang di temukan oleh gan.


"ohh...apa orang-orang itu cukup kuat?..."tanya saria dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"kuat!...sangat kuat!...bahkan kekuatan mentalku di patahkan dalam sekejap"


"aku rasa dua orang itu telah berada di alam suci, sehingga bahkan aku tidak tahu secara jelas tingkat kekuatan mereka.." ucap gan dengan serius.


"alam suci!!....saria dan fraz dengan serentak berseru kaget.


"apa kakak tidak salah?....di kota kecil ini akan ada seseorang di alam suci, meski seseorang yang memiliki kekuatan di alam suci bukanlah prestasi, namun membayangkan kota kecil ini akan memiliki dua orang sekaligus di alam suci, apa menurutmu itu mungkin"


"meskipun antara alam emas tingkat sembilan puncak dan alam suci awal tidak terlalu jauh, namun orang yang berhasil menembus belenggu kemacetan dan menuju alam emas sangatlah sulit, dan tidak banyak orang-orang akan berhasil menyentuh alam suci..."ucap saria dengan serius.


"iya..aku setuju dengan adik, bagaimanapun memang benar, bahwa sangat jarang menemukan seseorang di alam suci di kota kecil seperti ini.." balas fraz.


"hemm...aku juga tidak tahu pasti, namun aku rasa orang-orang itu mungkin saja adalah orang luar seperti kita"


"bagaimanapun, paviliun bulan sangat terkenal di seluruh benua timur, jadi tidak heran beberapa kekuatan dari luar akan tertarik untuk mendatangi rumah lelang paviliun bulan ini.." ucap gan mencoba menebak-nebak.


"jika memang seperti itu...aku rasa memang itu wajar.." balas saria dengan setuju.


Fraz juga menganggukan kepalanya, bagaimanapun, yang di katakan oleh gan memang masuk akal jika di fikirkan dengan baik.


...****************...


Kembali ke sisi kamal dan tifraz yang masih bertarung menaikan harga.


Tifraz menjadi sangat marah karna kamal tidak mau menyerah untuk buah roh, meski buah roh emas memang berharga dan berguna untuk putranya, namun harga yang dia keluarkan telah jauh melampaui harga normalnya.


Tifraz telah berusaha menahan dan bertarung dengan dirinya sendiri, bahkan dia yang selalu bersikap tenang saat ini telah menjadi memerah karna kesal kepada kamal.


Pada akhirnya, dengan berat hati tifraz tidak melanjutkan penawaran lagi, dia berfikir mungkin dia bisa mendapatkan buah itu dengan cara lain.


"lima puluh lima ribu batu roh!...apa ada yang ingin menawar lagi?..."ucap srita tiba-tiba memecah keheningan.


Semua orang di dalam aula tampa sadar menoleh ke kiri dan kanan, dan mulai berbisik-bisik satu sama lain, namun tidak ada satupun yang berani melakukan penawaran.


Bagaimanapun jumlah yang telah naikan oleh kamal sangat mahal dan melampaui nilai buah itu sendiri, jadi tidak ada lagi mau menghabiskan hartanya hanya untuk buah spiritual yang baru berusia tiga ratus tahun.


Lima puluh lima ribu pertama!


Lima puluh lima ribu kedua!

__ADS_1


Lima puluh lima ribu batu roh ketiga!


Tok!..tok!..tok!!


Suara palu akhirnya terdengar dan buah roh emas spiritual akhirnya jatuh ke tangan kamal.


Di balik tirai, kamal mengangguk dan tersenyum dengan puas, dan rama sangat bersemangat hingga melompat-lompat kegirangan.


"hehehe...orang itu ingin bersaing denganku hanya dengan harta sekecil itu, sungguh naif!..."ucap kamal dengan sombong.


"yeeeyyyy....huhu...paman hebat!..paman hebat!...kita menang!..."ucap rama bersorak kegirangan.


"bocah!...menang apa!...kamu pikir ini perlombaan hingga menganggap dirimu menang..."ucap kamal mengetuk kepala rama.


"ahh..itu paman...bagaimanapun juga kita berhasil mendapatkanya, jadi kita menang!..." balas rama dan masih dengan wajah bersemangat.


Kamal hanya bisa tersenyum melihat tingkat lucu dan bersemangat rama, dan kembali diam menyaksikan lelang.


Di sisi lain, ketika suara palu telah berbunyi, di ruang tempat tifraz dan tirta terasa suram.


"ayah.." ucap tirta dengan wajah sedih.


"jangan sedih...ayah akan mengurusnya nanti, bagaimanapun harga itu tidak sepadan"


"jika tidak bisa mendapatkanya dengan membelinya..maka..." tifraz menghentikan ucapanya, namun dia tiba-tiba tersenyum dengan licik.


Tirta menjadi sedikit bingung dengan jawaban ayahnya, dan dia masih mengeluh kepada ayahnya.


"ayah...jika kita tidak bisa membelinya lalu apa?...dimana kita akan mendapatkanya lagi?...tanya tirta dengan khawatir.


"kamu tenanglah...ayah akan mendapatkanya bagaimanapun caranya"


"jika kita tidak bisa mendapatkanya dengan cara yang baik...maka rebut saja dan buat orang itu menyesal karna telah menyinggungku..hahaha.."tawa licik tifraz terdengar, lalu tirta mengerti dengan apa yang di fikirkan oleh ayahnya.


Seketika tirta menjadi bersemangat kembali dan menjadi tenang.


"hehehe...aku cukup tertarik seperti apa wajah seseorang yang telah berani menantangku...dalam hidup ini tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan!


"tikus bagaimanapun hanya tikus!...tunggu saja sampai aku memotong tikus ini menjadi beberapa bagian.."

__ADS_1


Di dalam fikiran tifraz terlintas ide licik untuk menemukan kamal setelah acara lelang ini di selesaikan, dan berencana merebut kembali buah spiritual yang telah kamal dapatkan.


Bagaimanapun, jika tidak dapat mendapatkanya, maka hanya dengan kekuatan yang dapat berbicara untuk memberikan hak memiliki segalanya.


__ADS_2