
Mayangsari mengangguk kepada lima prajurit dan segera memerintahkanya untuk menyembuhkan diri dan melindungi beberapa orang setelahnya.
Lalu mayangsari mengalihkan perhatianya kepada sosok pakaian hitam yang memiliki tanda goresan di wajahnya.
Dia menatapnya dengan jijik, seolah asal bencana beasal dari orang yang berdiri di depanya.
Merasakan tatapan mayangsari, karza menyipitkan matanya, dia bisa melihat bahwa wanita cantik itu berada di alam inti suci awal.
Dia juga mendengar percakapan antara wanita itu dengan lima prajurit sebelumnya, dan samar-samar karza mendengar orang-orang itu memanggilnya dengan sebutan nyonya dan bersikap hormat.
Jelas dia bisa menebak bahwa identitas wanita ini pasti adalah salah satu petinggi di kota ini, fikir karza dalam hati.
Setelah mengamati auranya, karza tersenyum tipis dan menatap mayangsari dengan tatapan berbeda.
Dia melihat mayangsari dari ujung kaki sampai ujung kepala, dan menemukan bahwa wanita ini memiliki penampilan yang menarik dan tubuh yang indah.
Bukan hanya cantik, namun dia juga kuat, hal ini langsung menarik minat karza kepada mayangsari.
Selama ini, dia selalu sibuk dengan urusan organisasi namun dia tidak jarang akan menemui beberapa wanita berparas cantik dan menawan di berbagai tempat, namun melihat wanita di depanya, itu jelas agak berbeda dengan beberapa wanita yang telah ia temui.
Wanita ini memiliki sikap dingin dan anggun, dan kecantikanya tidak bisa di bandingkan dengan wanita manapun yang telah dia lihat sebelumnya.
Karza tersenyum licik dia lalu menjilat bibirnya dengan tatapan penuh nafsu kepada mayangsari.
"hehehe...wanita yang sangat cantik...kemarilah..aku tidak akan menyakitimu..." ucap karza dengan senyum menggoda.
Melihat tatapan penuh nafsu di wajah karza, mayangsari menjadi kesal dan menjadi semakin jijik.
"laki-laki menjijikan!!!...." mayang sari membalas dengan dingin.
"hooo...wanita cantik yang galak!...hemp..tapi aku suka.." karza tersenyum licik.
Tidak tahan dengan sikap karza yang membuatnya jijik, mayangsari segera menyerang ke arah karza.
Lima pedang terbang melesat dan menusuk ke arah karza.
Karza sedikit terkejut dan tidak berharap bahwa wanita cantik ini akan bertindak agresif menyerangnya.
Meninggalkan keterkejutanya, karza menangkis ke lima pedang yang menuju ke arahnya.
Mayangsari terus tampa henti menyerang menggunakan tehnik pedangnya dan terus menerus mengikuti karza kemanapun dia pergi.
Meski beberapa di tangkis dan terlempar, namun pedang terus kembali dan mengejar kemanapun karza pergi.
"hemp..merepotkan..." ucap karza.
Asap hitam lalu mengembun di telapak tanganya dan membentuk lima tangan besar untuk menghantam serangan lima pedang.
Pada akhirnya lima pedang itu di tahan dan menancap di berbagai tempat di sekitarnya, dan ke lima pedang tidak bisa lagi di gerakkan.
Melihat pedangnya di tahan, mayangsari mendengus dingin dan kembali melesat dengan satu pedang di tanganya.
Mayangsari menebaskan pedangnya ke arah leher karza, namun masih berhasil di hindari.
Mereka berdua lalu bertarung sampai beberapa lusin langkah.
__ADS_1
Pada akhirnya keduanya sama sama mundur beberapa langkah.
"sungguh wanita yang merepotkan..." ucap karza dengan heran.
Jelas dia tidak berfikir bahwa wanita ini akan bisa bertukar pukulan denganya, namun dia tidak terlalu berfikir serius dab justru menatapnya dengan senyuman.
"wanita cantik..jangan buang-buang waktumu...kamu bukanlah lawanku...jika kamu menyerah dan melayaniku aku akan melepaskanmu dan memberi semua yang kamu inginkan..." ucap karza dengan nada menggoda dan mencoba meyakinkan mayangsari.
Mayangsari mendengar ucapan karza membuatnya ingin muntah.
"mimpi!!!...lebih baik aku mati daripada harus melayani orang menjijikan sepertimu!!..."balas mayangsari dengan dingin.
Mendengar kata-kata mayangsari, wajah karza menjadi jelek lalu menatapnya dengan marah.
"huuhh...wanita sombong!..kamu benar-benar tidak tahu mana yang baik untukmu..."
Dengan tatapan dingin, aura deskruptif mulai memancar dari tubuh karza.
Asap tebal berwana hitam mengelilinginya dan segera membuat gerakan menyerang.
Mayangsari di penuhi oleh kejutan oleh aura deskruptif dari karza, jelas itu terasa seperti energi iblis.
"aura iblis!!!... " mayangsari berseru kaget.
"hahhaha....wanita yang pintar, jika kamu tidak bisa di ajak bicara dengan baik, maka aku hanya akan menggunakan kekerasan untuk memaksamu.." ucap karza dengan wajah menyeramkan.
"tidak baik!!..."
Mayang sari segera melompat ke udara dan menghindari aura iblis yang mendekat.
Telapak tangan iblis!!
Karza meraung dan telapak tangan hitam segera mengejar mayangsari.
Mayangsari terus terbang di udara dan memaksimalkan kecepatanya.
"tidak bisa terus seperti ini!!..." ucap mayangsari getir.
Tebasan pedang angin!!!
Puluhan tebasan pedang angin menghantam tangan raksasa, dan riak seperti logam terdengar ketika dua energi bertabrakan, namun semua serangan mayangsari tidak berpengaruh apapun pada telapak tangan hitam.
Mayangsari lalu menggertakan giginya dan menatap marah.
Sekali lagi dia membuat angin tornado besar, semua puing-puing yang berserakan di tanah terangkat oleh tornado dan melaju ke arah telapak tangan hitam.
Boom!!..Boo!!!...Boom!!
Angin tornado bertabrakan dengan telapak tangan dan menciptakan ledakan di udara.
Meskipun telapak tangan itu kuat, namun dengan ratusan puing-puing serta energi merusak dari energi angin tornado akhirnya berhasil menghancurkan telapak tangan hitam.
Melihat telapak tanganya berhasil di hancurkan, wajah karza berubah menjadi serius.
Dia melihat mayangsari dengan tatapan heran, jelas dia semakin marah karena sikap mayangsari yang dengan tegas menolaknya.
__ADS_1
Mayangsari tidak ingin bersikap santai, dan terus menerus menyerang.
Kini dia mengendalikan sepuluh pedang untuk menebas tubuh karza.
Tebasan pedang angin penghancur!!!
Mayangsari mencoba mengunci tubuh karza sekali lagi dan membuat tebasan dengan sepuluh pedang.
Karza segera menangkis tebasan dari sepuluh pedang, namun kali ini serangan dari sepuluh pedang menjadi lebih agresif dan lebih kuat dari serangan pedang terakhir kali.
Dia lalu mengedarkan seluruh energinya untuk menangkis tebasan pedang.
Asap hitam kembali mengembun, dan keceptanya semakin meningkat, bahkan dia teelihat seperti bayangan yang berkelap-kelip di malam hari.
Mayangsari tetap mempertahankan seranganya dan terus meneruh menyerang dengan ratusan tebasan pedang.
Dia tiba-tiba merubah posisinya dan mengambil sepuluh pedang dan membuat gerakan khusus.
Dia berdiri tegak dan mangangkat satu pedang ke atas langit.
Sepuluh pedang tiba-tiba menjadi satu dengan pedang di tangan mayangsari.
Energi angin segera berputar-putar di atas kepalanya.
Di atas pusaran angin, cahaya kuning menyinari pedang di tangan mayangsari.
Seketika pedang itu berubah menjadi pedang raksasa dan menghantam karza di kejauhan.
Tidak baik!!!
Karza merasakan bahwa dia telah di kunci oleh kekuatan tak terlihat.
Semakin besar energi pedang yang mengembun, niat pedang penghancuran memenuhi langitn
Wajah karza suram melihat pedang raksasa dan akan melesat ke arahnya.
Dia buru-buru mengedarkan seluruh kekuatanya untuk membuat perisai perlindungan untuk menahan niat pedang yang telah menguncinya.
Jelas hanya itu yang bisa dia lakukan dan tidak bisa menghindari serangan pedang.
Sementara itu, berada di atas langit, razaki dan sosok misterius terus menerus bertukar pukulan, dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti dari keduanya.
Tiba-tiba razaki merasakan aura akrab yang tidak jauh darinya, dan membuatnya membeku sejenak.
"aura ini!!!..." razaki berseru kaget.
Tampa berfikir panjang, razaki melesat pergi meninggalkan sosok misterius.
Sosok misterius itu terkejut sejenak dengan perubahan sikap razaki yang tiba-tiba pergi meninggalkan pertarungan di antara mereka berdua.
Namun dia juga merasakan aura pertarungan yang tidak jauh darinya.
Di langit, bisa terlihat jelas ada pedang raksasa yang menyinari langit seperti lampu besar.
Sosok misterius itu mengangkat alisnya, dia memutuskan untuk mengikuti ke arah razaki pergi, jelas arahnya sama dengan pedang raksasa di langit.
__ADS_1