PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Pil Darah Spiritual Hijau


__ADS_3

Sinar matahari mulai memasuki celah-celah di antara pohon-pohon besar di dalam hutan.


Sinar matahari begitu menyilaukan sehingga membangunkan rama dari tidur nyenyaknya.


Dia mulai menggosok gosok matanya dan melihat ke sekitar.


Apa yang dia lihat hanya kamal yang sedang duduk dalam meditasi, namun alia tidak ada di sekitarnya.


Sontak hal ini membuat rama berdiri karena terkejut dan hawatir secara bersamaan.


Dia terus melihat sekeliling dan berputar-putar mencari alia, namun dia tidak menemukan siapapun.


Di sisi lain, kamal seperti merasakan sesuatu dan menghentikan meditasinya.


Apa yang di temukan bahwa rama sedang berkeliling di sekitarnya dengan tatapan hawatir.


Kamal segera mendesah pelan karena mengetahui penyebab rama bersikap seperti ini.


"Bocah!!...tenanglah..dia sudah pergi bersama keluarganya..." kata kamal tiba-tiba.


Mendengar perkataan kamal, rama segera menghentikan langkahnya dan menatap kamal dengan ekspresi tidak senang.


"Pergi??....bagaimana alia bisa pergi!..." ucap rama dengan suram.


Kamal bisa tersenyum pahit melihat ekspresi suram rama, dia segera memberitahu rama tentang kepergian alia.


"Tenanglah...kemarilah dan duduk dulu.." kata kamal dengan tenang sembari melambaikan tanganya kepada rama.


Rama mengangguk dan segera duduk di dekat kamal.


"Dia pergi karena keluarganya telah mencarinya, bagaimanapun juga dia sudah hilang semalaman di dalam hutan, jadi wajar saja keluarganya akan mencarinya..." ucap kamal.


Rama mendengarkan, namun wajahnya menjadi sedih dan kecewa setelahnya.


Kamal segera melanjutkan ucapanya.


"Haihh...tidak bisakah kamu tidak menunjukan wajah suram seperti itu...ini benar-benar merusak pagi yang cerah..."


Mendengar ucapan kamal, rama segera mengeluh dengan marah.

__ADS_1


"Paman...jika alia pergi, bukankah seharusnya dia menungguku dulu, atau setidaknya biarkan paman membangunkaku!!..."


"Bagaimana aku tidak sedih jika aku bahkan tidak bisa mengucapkan salam perpisahan, atau bisa saja aku akan mengantarnya pergi..." ucap rama dengan marah.


Kamal mengerutkan keningnya dan tidak berdaya lagi melihat rama begitu marah.


"Bocah!!...salahmu sendiri karena tertidur begitu pulas...dia tidak berani membangunkanmu karena takut mengganggumu..."


"Tenang saja, sebelum dia pergi, dia telah memberi tahuku untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu, dia juga terburu-buru pergi karena takut ayahnya akan marah, dan akan berurusan dengan kita..."


"Bagaimanapun juga, meskipun kamu telah menolongnya dari bahaya, namun seorang ayah tidak mungkin tidak merasa hawatir jika putrinya telah bersama orang asing..terlebih lagi jika orang yang berada di dalam hutan berbahaya seperti ini, apa menurutmu akan ada orang normal tinggal di hutan...sangat wajar jika orang akan marah dan hawatir..." ucap kamal menjelaskan.


Setelah mendengar penjasan kamal, kemarahan di wajah rama sedikit mereda, namun hatinya masih merasa sedih karena tidak bisa bersama alia lagi.


"Emm...bukankah aku kakaknya, apa sesulit itukah untuk menungguku..."


"Bodoh!!...bodoh!!...seharusnya aku bangun lebih awal, dan tidak menyalahkan peri kecilku..." ucap rama sambil memukul tanah dengan tinjunya.


Di samping, kamal menggelengkan kepala menatap tak berdaya pada rama.


"Jika kamu menganggapnya sebagai seseorang yang penting untukmu..maka kamu harus percaya padanya..." ucap kamal menasehati.


Detik berikutnya, kamal mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpananya dan menunjukanya kepada rama.


"Bocah!!...ini adalah sesuatu yang gadis kecil itu tinggalkan padamu...ini sangat berguna!..jadi simpanlah dengan baik...".. Ucap kamal sembari menyerahkan botol giok berwarna hijau kepada rama.


Rama segera mengalihkan perhatianya dan mengambil botol giok dengan gesit, dia menatap botol itu dengan penasaran, lalu dia segera membuka penutup botol dan membuat bau khas dari ramuan obat merembes dimana mana.


Kamal tersenyum tipis dan segera menjelaskanya kepada rama yang tampak penasaran.


"ini adalah pil darah spiritual hijau di tingkat lima, fungsinya untuk menyembuhkan luka dalam tubuh, dan jiwa...meski pil ini hanya berada di tingkat lima, namun tidak banyak alkemis yang bisa memurnikanya dengan sempurna, bahkan ini pil yang termasuk langka karena membutuhkan beberapa bahan yang langka.."


"Jika di analisis dengan baik, bahkan pil ini akan sebanding dengan pil di tingkat enam mengingat ke langkaanya..." ucap kamal sambil membelai dagunya dengan eksprsi takjub.


Meskipun kamal bukan seorang alkemis, namun dia juga tahu beberapa hal tentang harta berharga, seperti pil dan senjata, dan alasanya juga karena dia memiliki beberapa teman dengan profesi tersebut.


Di sisi lain, setelah mendengarkan penjelasan kamal mengenai begitu berharganya pil di tanganya, rama mengedip ngedipkan matanya karena terkejut.


Jelas rama tidak berfikir bahwa alia akan memberikanya sesuatu yang begitu berharga untuknya.

__ADS_1


Seketika wajah rama menjadi melembut dan mengelus botol giok itu, seolah merasakan betapa alia sangat mengharhainya.


Namun secara bersamaan menjadi semakin malu di dalam hatinya, beberapa saat yang lalu dia sangat sedih dan kecewa karena alia tidak membangunkanya ketika dia akan pergi, namun dia justru akan di berikan sesuatu yang begitu berharga sebagai permintaan maaf alia kepadanya.


Rama terus melihat botol itu dengan perasaan senang dan sedih, bahkan kamal di sampingnya menjadi tidak berdaya karenanya.


"Percayalah...suatu saat kamu akan bertemu lagi denganya, dan itu pasti tidak akan lama.."


"Sedikit informasi yang aku bahwa gadis kecil itu sepertinya berasal dari keluarga bangsawan, dan dia juga mengatakan padaku sebelumnya bahwa dia ikut dengan rombongan kekaisaran.."


"Sayangnya...dia tidak menyebutkan kekaisaran mana dia berasal, dan aku juga lupa menanyakan hal itu..." ucap kamal.


Yang tidak kamal sadari, sebenarnya alia berasal dari kekaisaran yang sama denganya, jika dia tahu, mungkin tidak akan sulit untuk menemukanya di masa depan.


Di samping, rama segera menjadi bersemangat sesaat, namun wajahnya kembali menjadi suram karena kamal tidak mengetahui pasti asal alia yang sebenarnya.


Rama menghela nafas dan melihat ke langit, dengan tatapan keyakinan.


"Peri kecil...kakak pasti akan menemukanmu suatu saat nanti!...kakak berjanji akan menemukanmu bahkan meskipun aku tidak tahu kemana aku harus mencarimu.." ucap rama.


Kamal yang medengar ucapan penuh keyakinan itu membuatnya tersenyum tipis, dan tidak bisa tidak memuji.


"Bocah!!...selama dia berada di benua timur,aka itu tidak akan sulit, terlebih lagi, hutan ini dekat dengan dua kekaisaran.."


"Satunya adalah kampung halamanku yaitu kekaisaran awan, dan satunya lagi adalah kekaisaran roh matahari...kita anggap saja dia berasal dari salah satunya.." kata kamal dengan senyuman tipis di wajahnya.


Mendengar hal itu, rama segera melompat kegirangan, seolah berita itu seperti bintang jatuh untuknya.


"Benarkah!!...kalau begitu bagus!!..aku bisa mencari peri kecil nanti!..." ucap rama berseru dengan gembira.


Kamal menggelengkan kepalanya, dan segera memarahi rama yang melompat kegirangan.


"Bocah!!...siapa yang akan mengijinkanmu untuk mencarinya, setelah kamu menjadi murid sekte langit cerah, maka sebelum kamu berlatih dan mempunyai kekuatan yang cukup untuk melindungi dirimu sendiri, kamu tidak akan pernah di ijinkan untuk keluar selangkahpun dari sekte.."..ucap kamal memperingatkan.


Segera wajah rama menjadi muram karena pernyataan kamal, dia seperti tidak menerimanya dan mengerucutkan bibirnya dengan keluhan.


"Huhh...bahkan aku belum berada di sekte, namun aku sudah di larang seperti ini..." ucap rama menggerutu dengan nada rendah.


Di samping kamal mengangkat alisnya dan kembali memperingatkan.

__ADS_1


"Bocah!!...secara tidak langsung kamu telah menjadi murid sekte, bahkan itu di mulai ketika usiamu baru tujuh tahun saat itu, jika bukan karena orang tuamu, mungkin kamu sudah lama berada di sekte dan mendapat banyak pelatihan..." kata kamal.


__ADS_2