PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Melawan Tiga Orang Jahat


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu semenjak rama membangkitkan roh elemenya.


Kamal sudah mempersiapkan untuk melatih rama mulai hari ini, ketua sektenya seringkali mendesak kamal untuk segera membawanya ke dalam sekte untuk mulai berlatih, namun kamal sudah memberi tahu mereka bahwa rama tidak bisa di bawa pergi sebelum usianya mencapai 12 tahun.


Keputusan kedua orang tua rama sudah bulat dan tidak dapat di rubah lagi, sehingga ketua sekte memberi perintah kepada kamal untuk mulai melatih kekuatan spiritualnya.


Di sisi lain, rama masih menjadi anak kecil nakal yang ceria, yang hanya tahu cara bermain dan sesekali mengerjai beberapa pengawal dan penduduk kota.


Rama seringkali membuat gerakan pedang secara acak, dan tampa sadar menggunakan energi spiritualnya untuk memperkuat tehnik pedangnya.


Hari ini, rama berniat mencoba menggunakan elemen apinya, karna dia merasa penasaran apa efeknya jika dia menggunakan elemenya.


Di jalan besar di tengah kota bintang roh, terdapat banyak pedagang yang sedang menjual beberapa makanan, dan barang barang unik, seperti perhiasan, lukisan, obat-obatan, dan tanaman spiritual.


Rama berjalan-jalan di tengah kota melihat para pedagang yang menjual beberapa makanan yang membuatnya tertarik.


Setelah berjalan jalan cukup lama dan membeli beberapa makanan ringan, tiba tiba rama tertarik dengan barang aneh yang di jual oleh pedagang yang menjual batu-batu unik yang memiliki energi khusus.


Rama merasakan tubuhnya seperti membimbingnya ke arah batu tersebut, dan seketika dia berhenti di depan meja pedagang tersebut.


"adik kecil, apa yang kamu inginkan?..jika kamu tertarik membeli sesuatu, kamu bisa memberi tahu orang tuamu dulu untuk membelikanmu" tanya pedagang yang terlihat cukup tua yang memiliki kumis panjang.


"paman aku ingin batu ini!.." ucap rama menunjuk sebuah batu yang berwarna kusam dan terlihat tidak terlalu berharga.


"ohh..nak apa kamu punya uang? Tanya pedagang tua.


"jangan khawatir paman..aku punya uang!.."balas rama dengan santai.


"ohh...benarkah, kalau begitu paman akan menjualnya padamu dengan harga murah, cukup bayar dengan sepuluh koin emas saja" ucap pak tua menawarkan.


"emmm...paman, aku hanya punya enam koin emas yang tersisa, apa boleh?.." ucap rama menggaruk kepalanya dengan malu.

__ADS_1


Pedagang tua yang melihat wajah malu rama hanya bisa menggelengkan kepala dan tak berdaya, namun karna seharian ini barangnya belum ada terjual, jadi dia hanya dengan berat hati menjualnya pada rama dengan harga enam koin emas.


"huhh..ya sudahlah..biarkan saja anak ini membelinya, lagi pula batu ini hanya memiliki sedikit energi spiritual"..gumam pedagang tua.


"baiklah aku akan menjualnya dengan enam koin emasmu" ucap pedagang tua memberi rama batu roh yang rama inginkan.


Rama lalu menjadi sangat bersemangat setelah berhasil membeli batu misterius itu.


"Terima kasih paman" balas rama dengan wajah senang.


Setelah membayar batu itu, rama memasukan batu misterius ke dalam kantong penyimpananya, dan bersiap untuk pulang.


Rama berfikir untuk menanyakan kepada kamal cara menggunakan batu yang memiliki energi spiritual yang sering kali di gunakan untuk berlatih oleh orang dewasa, seperti yang pernah ia lihat.


Baru saja beberapa langkah rama meninggalkan pedagang tua, tiba-tiba ada tiga orang yang berpenampilan aneh dan wajah yang sangar, tiga orang itu masing-masing memiliki bekas luka di wajah mereka yang membuat wajah mereka terlihat seperti orang jahat.


Tiga orang jahat itu manghampiri pedagang tua dan menamparkan mejanya dengan keras, dan membuat orang- orang di sekitar menjadi terkejut.


Sontak semua orang yang melihat tiga orang jahat yang mengancam pedagang menjadi marah, namun mereka tidak berani melawan karna takut menjadi sasaran.


Tiga orang itu di takuti karna, mereka sangat kuat, dan seringkali mengganggu beberapa orang di kota.


Mereka bertiga adalah sadi, sadu, sadan, seorang pendekar pengembara yang sering mengganggu orang-orang di tempat mereka singgah.


"mem..maaf..tapi aku belum menjual apapun hari ini" ucap pedagang tua dengan ekspresi ketakutan.


"apa katamu!!!...jangan berbohong padaku!..ucap sadi dan menarik baju si pedagang tua dengan kasar.


"hehehe...kakak..hajar saja orang tua ini, agar semua orang dapat melihat siapa yang berkuasa disini" ucap sadan yang ada di sampingnya.


"hemm..kamu benar..jawab sadi dengan jahat lalu bersiap memukul pedagang tua.

__ADS_1


Pedagang tua itu hanya bisa pasrah melihat tangan yang akan memukul wajahnya, namun tiba-tiba, sadi yang akan memukulnya berteriak dengan marah, dan melompat-lompat kepanasan karna ada api di pantatnya.


Semua orang yang ada di sekitar tertawa terbahak-bahak melihat sadi yang melompat-lompat karna pantatnya yang terbakar.


"sial!!!...siapa yang berani melakukanya padaku!..kalian berdua mengapa diam saja! cepat bantu aku memadamkan api sialan ini!..teriak sadi itu dengan marah.


"baik kakak" jawab sadu, dan sadan.


Mereka berdua lalu berusaha memadamkan api di pantat sadi dengan bersusah payah, bahkan memukul dan menendang nendang pantat sadi, sampai akhirnya celana sadi habis terbakar yang membuat sadi menjadi malu dan marah.


"kalian berdua kenapa malah memukuliku! ..dasar bodoh!..teriak sadi dengan marah.


"kakak..maafkan kami, tapi jika kita tidak melakukanya, apinya tidak akan bisa padam ucap sadu dan sadan dengan malu.


"sialan!!! ...siapa yang berani melakukan ini padaku, cepat tunjukan dirimu!..teriak sadi dan memperhatikan beberapa orang di sekelilingnya .


Tiba-tiba..api besar menyelimuti ke tiga bersaudara itu dan mengejarnya kemana-mana.


Mereka bertiga berusaha memadamkan api dengan elemen angin, namun malah membuat api semakin membesar dan mulai membakar pakaian mereka.


Akhirnya ke tiga bersaudara itu terus berlarian di setiap jalan kota dan mencari air dimana mana dan untuk memadamkan api yang membakar tubuh mereka.


Sampai akhirnya beberapa pengawal yang sedang bertugas memeriksa kota di setiap jalan dan menemukan mereka.


Beberapa pengawal itu langsung menangkap ke tiga bersaudara itu, dan mengurung mereka, karna beberapa orang yang telah di ganggu melaporkan tindakan jahat ketiga bersaudara.


Semua orang menghela nafas lega melihat ke tiga bersaudara telah di tangkap, namun yang membuat semua orang bingung, siapa yang sudah menyerang dengan api kepada ketiga bersaudara dengan diam diam.


Di sisi lain rama bersembunyi di sekitaran orang orang yang berkumpul di tempat kejadian, dan cekikikan melihat tiga orang yang telah pantatnya ia bakar.


"hehehe...orang jahat itu pantas menerimanya..siapa suruh mereka berani sombong di kota ayahku"..ucap rama tertawa mengejek.

__ADS_1


Setelah semua orang di kota kembali tenang, rama memutuskan untuk pulang untuk menemui pamanya, dan bertanya cara memakai batu misterius.


__ADS_2