
Dahlia segera menatap bingung kepada rama, namun dia juga terkejut secara bersamaan karena inti kristal itu berada di tingkat ke lima.
"ii..inii...dari mana kakak mendapatkanya?.." tanya dahlia penasaran.
"ini adalah inti kristal yang aku dapatkan dari binatang iblis yang aku bunuh sebelumnya.."
"Alia...ini untukmu...ini adalah inti kristal binatang tingkat lima di alam emas, dan sangat berguna untukmu, aku melihatmu belum berkultivasi, jadi jika kamu menyerap inti kristal ini, pasti kamu akan segera memiliki kekuatan sendiri..." ucap rama dengan senang hati menyerahkan inti kristal binatang.
Di sisi lain, dahlia sedikit ragu ragu untuk menerima inti kristal, namun dia juga sedikit bersemangat ketika melihatnya.
Jika dahlia dapat menyerap sepuluh inti kristal binatang di tingkat ke lima, maka kekuatan spiritualnya setidaknya bisa sedikit di pulihkan.
Rama yang melihat ekspresi wajah ragu ragu dahlia tersenyum dan tampa berkata apa apa langsung menyerahkanya ke tangan dahlia.
"Jangan terlalu banyak berfikir..ambilah!..ini sangat berguna untukmu...jika kamu sudah memiliki kekuatanmu sendiri, maka kedepanya kamu tidak akan kesulitan menghadapi ular jelek itu lagi!..." kata rama meyakinkan.
Dahlia sedikit terdiam, namun dia segera menganggukan kepala dan menerima inti kristal binatang dengan senyuman hangat.
"Terima kasih kakak.." ucap dahlia dengan senyuman hangatnya.
Rama menjadi semakin bersemangat ketika dahlia tersenyum padanya, bahkan itu membuatnya memiliki semacam kepuasan di hatinya.
Sementara kedua anak itu saling tersenyum, kamal yang berada di samping merasa dia telah di abaikan begitu saja.
Dia terlihat seperti orang bodoh yang menonton pertunjukan romansa antara anak-anak.
Dia telah berada di sana, namun kedua anak di depanya memperlakukanya seolah dia tidak ada.
Kamal segera memecah suasana hangat itu dengan teriakan marahnya.
"Dasar bocah bau!!...apa kamu fikir aku ini nyamuk disini!..beraninya kalian mengabaikan orang tua dan menjadikanya sebagai penonton disini..." ucap kamal dengan marah.
Kedua anak itu menjadi terkejut mendengar suara teriakan kamal dan membuat mereka menjadi malu.
Rama tertawa kecil dan dahlia memalingkan wajahnya, sikap kedua anak itu terlihat sama persis dan tidak sama sekali menunjukan keperdulian kepada kamal yang marah.
Melihat kedua anak di depanya yang mengabaikanya, kamal mendengus dan tidak perlu repot-repot lagi berbicara, setelahnya dia segera berbaring dan bersiap untuk tidur.
__ADS_1
Rama kembali tertidur di pangkuan dahlia dan senyuman hangatnya tidak bisa menyembunyikan kenyamanan yang dia rasakan di pangkuan dahlia.
"Alia...aku hanya beristirahat sebentar, jika kamu merasa lelah, beritahu aku..biarkan aku yang menjagamu tidur di pangkuanku setelahnya..." ucap rama dengan lembut.
Dahlia tidak membalas dan hanya mengangguk setuju.
...****************...
Di kejauhan perkemahan keluarga kekaisaran saat ini.
Suara raungan kemarah memenuhi area di tempat perkemahan kekaisaran.
Suara kemarahan itu tentu saja berasal daru damar yang telah kembali dari perburuan.
Kemarahanya saat ini telah memuncak karena setelah dia kembali dari perburuan, dia segera di kujutkan oleh putrinya yang tiba-tiba menghilang.
Dan apa yang membuatnya semakin murka adalah para tentara dan pengawal pribadinya tidak mengetahui bagaimana cara putrinya tiba-tiba menghilang dari perkemahan kekaisaran.
Damar tidak berfikir bahwa begitu banyak tentara yang berjaga tapi tidak seorangpun yang mengetahui keberadaan putrinya.
Pohon-pohon di sekitarnya tumbang dan terlempar kesana kemari.
Jelas bahwa saat ini, kemarahan damar berada pada puncaknya, dia menatap dingin kepada seluruh pasukan tentara kekaisaran.
Semua tentara kekaisaran memiliki kaki yang gemetar karena ketakutan, beberapa bahkan akan meneguk air luarnya karena rasa takut.
Tidak ada satupun saat ini yang berani berbicara selain pejabat kekaisaran yang ikut berburu bersama damar.
Di sampingnya, dafa terus menangis tampa henti ketika tahu bahwa kakaknya telah menghilang.
Dafa merasa bersalah karena telah meninggalkan dahlia sebelumnya, dan dia merasa bahwa kakaknya menghilang pasti karena telah mencarinya.
"A..ayah...maafkan dafa...ini salah dafa...seharusnya aku tidak meninggalkan kakak lia, jika aku tahu akan seperti ini, aku tidak akan meninggalkan kakak sendirian...kakak pasti kesepian sebelumnya, jadi dia pasti pergi memasuki hutan untuk mencariku..." kata dafa sambil tersendak karena tangisan sedihnya.
Mendengar tangis kesedihan putranya, damar mendesah dan tidak tahu bagaimana cara menenangkan hatinya.
"Alia...kemana kamu nak..." ucap damar dengan sedih.
__ADS_1
Sementara itu, para pejabat istana yang berada di sampingya tidak tahu harus berbuat apa, yang bisa mereka lakukan hanya membantu damar melakukan pencarian.
Semua orang yang mengenali damar tahu dengan baik bahwa damar sangat menyayangi anaknya lebih dari apapun, bahkan dia akan secara khusus memberi perhatian lebih untuk menjaga anak anaknya dengan baik.
Di samping, semua orang menggelengkan kepalanya karena tidak berdaya melihat wajah marah dan khawatir damar.
Damar sangat khawatir saat ini, dan merasa takut bahwa putrinya bisa saja akan di mangsa oleh beberapa binatang iblis yang kuat di dalam hutan.
Memikirkan hal itu membuat damar tampa sadar mengepalkan tanganya dengan erat, kemarahanya saat ini benar-benar tidak dapat di sembunyikan lagi.
Kali ini damar benar benar menyesali keputusanya untuk menyetujui permintaan dahlia untuk mengikutinya berburu di hutan.
Entah apa yang akan dia katakan kepada istrinya jika dia tidak dapat menemukan dahlia dan tidak membawanya kembali ke rumah.
Bisa di pastikan bahwa dia tidak dapat menanggung kemarahan istrinya, bahkan istrinya bisa saja pingsan dan sakit jika mengetahui hal ini.
Karena damar tidak punya cara lain, dia hanya bisa terus melakukan pencarian dan terus menelusuri hutan, berharap bahwa dahlia akan segera di temukan.
Sementara jauh di camp kekaisaran saat ini.
Dahlia masih dengan tenang memangku rama yang tertidur, yang tidak dia sadari bahwa kepergianya telah membuat ayahnya menjadi murka saat ini.
Beberapa jam telah berlalu ketika malam semakin gelap.
Rama dan kamal telah tertidur, dan dahlia mengambil kesempatan ini untuk mulai menyerap inti kristal binatang dan rumput kristal biru secara bersamaan.
Dahlia tidak berani bersikap gegabah dan dengan hati-hati melakukan penyerapan, bagaimanapun dahlia tahu bahwa kamal memiliki kultivasi yang tinggi, dan tidak akan sulit untuk menemukan auranya jika dia mengeluarkan suara sekecil apapun.
Dia tidak berani menurunkan kewaspadaanya pada kamal, meski dahlia merasa kamal adalah orang yang baik, namun yang terbaik saat ini adalah tidak menimbulkan kecurigaan pada orang lain.
Untuk menekan aura pada penyerapan energi spiritual, dahlia menggunakan beberapa tehnik yang dapat membuatnya terintegrasi dengan alam di sekitarnya, jadi aura yang dapat di rasakan oleh orang lain hanya akan menganggap bahwa aliran energi surga dan bumi berada di sekitar dan tidak mengetahui fakta bahwa dahlia yang sedang menyerap energi secara perlahan.
Dahlia juga membuat segel khusus untuk menyimpan seluruh energi spiritual di dalam tubuhnya agar dia dapat menyerapnya secara perlahan.
Hal itu telah dia fikirkan dengan baik, berkenaan dengan kondisinya saat ini, sangat tidak mungkin dia dapat menyerap semuanya sekaligus dengan waktu singkat, dan dia juga harus menekan auranya semaksimal mungkin agar kamal tidak dapat merasakanya.
Dahlia sangat berhati hati dan takut jika kamal mencurigainya, namun yang dahlia tidak ketahui bahwa kamal telah memberinya penilaian yang berbeda hanya dalam sekali pandang ketika mereka baru bertemu beberapa saat yang lalu.
__ADS_1